
Keesokan paginya!
Kurniawan dan Jhonatan sudah bangun pagi-pagi, mereka membeli tiket kapal pesiar mewah dan semalam Kurniawan juga membelikan satu tiket lagi untuk Lina!
“Lina, kamu juga sudah lama sekali tidak menemani kakek jalan-jalan, kali ini kita bisa bersenang-senang.”
Kurniawan menyerahkan tiket yang sudah dia beli kepada Lina.
Kali ini Lina datang untuk mengikuti Aron, dia takut Aron akan berada dalam bahaya, jika dia ikut dengan Kurniawan dan yang lainnya, bagaimana dia bisa mencari Aron.
“Kakek, saya…”
Lina ingin menolak, tapi dia tidak tahu harus mengatakan apa.
“Apa, lantas kamu tidak ingin menemani kakek berjalan-jalan, kamu menganggap kakek sudah tua dan menyusahkan?”
Kurniawan bertanya dengan wajah tegas.
“Bukan, bukan…”
Lina segera mengibaskan tangannya!
“Kalau begitu ayo ikut bersama dengan kami!”
Kurniawan menarik Lina tanpa mengatakan apapun lagi.
Tidak lama kemudian, mereka semua tiba di dermaga dan dermaga dipenuhi dengan lautan manusia, banyak kapal-kapal yang ditambatkan termasuk sebuah kapal pesiar yang sangat megah dan besar, kapal ini adalah kapal yang akan ditumpangi oleh Indrawan dan yang lainnya!
Tarif kapal ini tidak murah, jadi tidak banyak orang di gerbang keberangkatannya, tapi melihat dari pakaian mereka yang tidak murah, mereka semua adalah orang-orang berstatus, karena orang biasa tidak akan mampu naik kapal pesiar semewah ini!
__ADS_1
Setelah tiket Kurniawan dan yang lainnya diperiksa, Lina terus menengok ke belakang dan ingin mencari keberadaan Aron!
Tapi ada ribuan orang di dermaga, mencari satu orang di sana seperti mencari jarum dalam tumpukkan jerami!
“Lina, ada apa denganmu hari ini? Apakah kamu sedang mencari seseorang?”
Kurniawan melihat Lina yang terus menoleh ke belakang bertanya kepadanya.
“Tidak apa-apa, saya hanya melihat-lihat!”
Lina segera menyunggingkan senyumannya.
Lina masih mengkhawatirkan Aron di dalam hatinya saat berdiri di dek kapal pesiar dan melihat kapal yang perlahan-lahan mulai bergerak.
Eddyt sudah mengatakan kepadanya, Robi adalah orang yang sangat berbahaya, jadi Lina sangat khawatir.
Sebagian besar orang yang ada di kapal pesiar ini adalah orang biasa, sebagian besar hanya ahli bela diri, atau Ahli Kekuatan Batin, bahkan tidak banyak Master di sini, kekuatan Jekson dan Lyla sudah cukup untuk mengalahkan semua orang yang ada di sini.
Namun Lina dapat merasakan tiga aura ini tidak kalah kuatnya dengan auranya sendiri.
Dan saat Lina mencari asal dari tiga aura itu, dia terkejut karena menemukan Aron dan yang lainnya!
Saat melihat Aron, Lina ingin bersembunyi, Aron sudah berpesan dia tidak boleh kemari tapi sekarang dia diam-diam datang kesini, dan takut Aron akan marah!
Namun saat itu Aron juga sudah menemukan keberadaan Lina, saat Aron melihat Lina, sekujur tubuhnya menegang tapi dia tidak menghampiri dan menyapa Lina!
“Saudara Aron, ada apa?”
Melihat sikap Aron, Robi bertanya padanya.
__ADS_1
“Oh, tidak apa-apa, mungkin angin lautnya agak dingin ayo kita kembali!”
Aron tersenyum ringan.
“Baiklah!” Robi mengangguk.
Tapi saat Aron dan yang lainnya berbalik dan hendak kembali ke kabin, seseorang tiba-tiba memanggil Aron.
“Aron…”
Setelah itu terlihat beberapa orang yang berjalan menuju Aron.
Aron menoleh dan mengernyitkan keningnya.
Dia melihat Jhonatan, Kurniawan, Jekson dan Lyla sedang berjalan menghampirinya dengan senang!
Masalah sudah sampai di titik ini, Aron yang ingin berpura-pura tidak mengenal mereka juga sudah tidak mungkin.
Lina yang melihatnya hanya bisa ikut menghampiri dengan mereka.
“Paman Jhonatan, Tuan Kurniawan…”
Aron hanya bisa berjalan dengan kaku dan menyapa Jhonatan serta Kurniawan.
“Aron, tidak disangka kebetulan sekali kamu juga ada di sini, semalam kami bertemu dengan Lina dan merasa kebetulan, tidak disangka hari ini bertemu denganmu…”
Kurniawan berkata dengan terkejut.
__ADS_1