
Setelah membunuh Roddy, Aron melompat dan mengarah ke arah dua Great Grand Master dari Keluarga Tanu.
Dua orang Great Grand Master dari Keluarga Tanu melihat Tuan Muda mereka telah dibunuh, dan Aron mengarah ke arah mereka, terkejut dan ingin melarikan diri.
Namun sayangnya sudah terlambat, sepasang tinju Aron memancarkan cahaya keemasan, kekuatan spiritual yang menakutkan menyelimuti sepasang tangannya dan sepasang tinjunya melesat dengan bersamaan.
Dua orang Great Grand Master Keluarga Tanu langsung dibunuh oleh Aron tanpa ragu-ragu.
Saat ini, August dan Lion sudah terpisah, melihat Roddy yang dibunuh dalam sekejap, raut wajah August menjadi sangat jelek.
Dia tidak menyangka, Aron yang terluka berat seolah sudah pulih dalam waktu yang begitu singkat, dan kekuatannya sudah kembali.
“Aron, kamu sudah tidak apa-apa?” Lion melihat Aron yang tadinya terluka parah namun sekarang sudah pulih tidak bisa menahan keterkejutannya dan bertanya.
“Tidak apa-apa!” Aron berkata sambil tersenyum?
"Syukurlah kalau begitu, bocah itu memanfaatkan dirimu yang terluka berat dan ingin mencuri lukisannya, ruangan ini kamu terobos dengan susah payah, bagaimana boleh direbut oleh bocah ini begitu saja!”
Lion menunjuk August dan terus memakinya dengan sebutan bocah.
“Lion, jaga mulutmu itu bajingan, ini adalah pelatihan Aliansi Seni Bela Diri kami, tidak ada hubungannya denganmu, aturan pelatihan kami memang seperti itu.”
August menatap Lion dengan marah dan berteriak padanya.
__ADS_1
Aron menatap August dan berkata dengan dingin : “Baik, karena aturannya memang seperti itu, maka sekarang saya akan membawa lukisannya pergi…”
Setelah Aron selesai bicara, dia langsung maju dan melepas Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil itu.
Melihat Aron melepaskan lukisannya, raut wajah August menjadi sangat jelek, tapi dengan kekuatan mereka saat ini, jelas tidak akan bisa menang melawan Aron, August tidak menyangka Lion akan melanggar aturan dan membantu Aron.
“Aron, sebaiknya kamu serahkan lukisan itu kepadaku, kalau tidak kamu akan sulit berjalan keluar dari makam kuno ini.”
August menatap Aron dengan keji, tatapan matanya penuh dengan amarah.
“Kalau punya kemampuan, datang dan ambil lukisannya!”
Aron mengulurkan lukisan itu tapi August sama sekali tidak berani mengambilnya.
Setelah selesai bicara, August membawa bawahannya berjalan keluar dari ruangan makam itu.
“Aron, kamu harus berhati-hati, orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama ini adalah orang yang sangat perhitungan dan pendendam!”
Lion memperingatkan Aron.
“Terima kasih Saudara Lion, saya akan berhati-hati!”
Aron berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
“Menurutmu, makam sebesar ini, formasi sihir sehebat ini, lantas hanya demi sebuah lukisan? Ini sangat aneh, apakah ruangan makam ini masih memiliki perangkap lainnya?”
Lion sangat kebingungan.
Di ruangan makam ini hanya ada sebuah lukisan, tidak ada benda lainnya, karena ini adalah makam kuno setidaknya pasti ada sebuah peti mati bukan.
Lion meraba-raba dinding di sekelilingnya namun tidak menemukan perangkap apapun.
Aron juga merasa ada yang tidak beres, jika hanya demi meletakkan sebuah lukisan, untuk apa membangun makam sebesar ini, pasti ada benda tersembunyi yang belum mereka temukan.
Aron juga menelusuri ruangan itu dan tidak menemukan perangkap apapun, namun saat Aron menyentuh salah satu dinding ruangan itu, dia merasakan ada sedikit getaran.
Aron menempelkan telinganya ke dinding dan menenangkan dirinya untuk mendengarkan dengan seksama, seolah-olah dia dapat mendengarkan suara air yang mengalir di balik dinding.
“Saudara Lion, apakah kamu mendengar suara air?”
Tanya Aron.
“Suara air?” Lion tercengang dan menempelkan telinganya pada dinding itu lalu menggelengkan kepalanya : “Saya tidak mendengar apapun!”
Aron mengernyitkan keningnya, pendengarannya memang berbeda dari orang biasa, wajar saja orang lain tidak dapat mendengarkan suara yang dia dengar.
Melihat ke arah dinding yang terbuat dari marmer, Aron tiba-tiba menghantamkan tinjunya.
__ADS_1