Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sangat Percaya Diri


__ADS_3

“Sekarang, karena kamu sudah tahu kami adalah orang-orang dari Keluarga Harman, sebaiknya kamu segera menyerah untuk menghindari mengalami penderitaan…”


Seorang Great Grand Master berkata menegur Aron.


“Hm, saya akan membunuh orang-orang dari Keluarga Himawan, ada jalan menuju surga tapi kalian malah menerobos masuk ke dalam neraka…”


Aron berkata lalu melangkah maju dan melayangkan tamparannya ke arah Great Grand Master itu.


Pihak lawan belum sempat bereaksi, hanya merasakan sebuah tekanan yang besar menghantam ke arahnya, dan membuat dia terhempas keluar.


Terlihat dada Great Grand Master itu seketika menjadi cekung, sepasang matanya membelalak dan sudah tidak bernafas.


Beberapa Great Grand Master Keluarga Himawan yang tersisa juga merasa terkejut.


“Kamu…kamu jangan sembarangan…”


Beberapa orang itu sudah menjadi takut.


Aron mencibir : “Kalian menyuruhku jangan sembarangan, lantas saya harus mematuhinya begitu saja?”


Setelah selesai berkata, sosok Aron melintas!


Dan disusul dengan beberapa teriakan tragis.


Beberapa Great Grand Master itu bahkan tidak bisa menahan satu serangan Aron.


Melihat beberapa Great Grand Master Keluarga Himawan yang mati tragis, Aron menyeringai.


Dia menyadari baik kekuatan maupun pengalaman bertarungnya menjadi semakin terampil.


Selama dia terus berlatih dengan giat, sebelum tahun baru dia pasti punya harapan untuk menyelamatkan ibunya dan Nuri.

__ADS_1


Aron melangkah masuk ke dalam Menara Setan setelah melewati beberapa mayat Great Grand Master Keluarga Hinawan.


Begitu masuk ke dalam Menara Setan, Aron merasa seolah masuk ke dalam pemandian air panas, tubuhnya menjadi sangat nyaman!


Sedangkan saat ini di lantai tiga Menara Setan, Robi sedang duduk bersila, menyerap aura dari Menara Setan dan kekuatan Robi berkembang dengan cepat.


Namun, saat Robi tenggelam dalam latihannya, tiba-tiba sebuah aura berbahaya menghampirinya!


Robi segera membuka matanya dan menatap tajam ke arah tangga yang ada di depannya!


Tak…tak…tak…


Terdengar suara langkah kaki dari tangga dan Robi mengernyitkan keningnya.


Dia sudah menginstruksikan sejak awal agar tidak membiarkan siapa pun masuk ke dalam, sekarang tiba-tiba ada orang yang masuk ke dalam Menara Setan, ini membuat Robi merasa aneh.


“Siapa?”


Robi berteriak ke arah tangga.


Robi segera bangkit berdiri dan mengernyitkan keningnya dengan erat.


Kalau ada orang yang menerobos masuk ke Menara Setan, pasti bawahannya akan menghalanginya, siapa yang bisa menerobos masuk jika ditahan oleh beberapa orang Great Grand Master?


Walau bisa menerobos masuk, maka pasti akan terdengar suara perkelahian, tapi Robi sama sekali tidak mendengar suara.


Robi merasa panik di dalam hatinya.


Di daerah ini, orang yang bisa menghabisi anak buahnya secara diam-diam dan masuk ke dalam Menara Setan sepertinya hanya orang-orang dari Keluarga Galah.


“Lantas Rein itu kembali lagi?”

__ADS_1


Robi mencurigai kalau Rein tidak benar-benar pergi dan mencari kesempatan untuk membunuh dirinya.


Dengan membunuhnya, maka Robi tidak akan bisa menghubungi Keluarga Himawan!


Sedangkan Keluarga Himawan juga tidak akan mencurigai Keluarga Galah!


Memikirkan hal ini, Robi melihat ke sekeliling Menara Setan dan ingin mencari kesempatan untuk kabur.


Namun, Menara Setan ini hanya memiliki satu pintu masuk dan keluar, sama sekali tidak mungkin jika ingin keluar dari tempat lain.


Robi menggertakkan giginya, sepasang matanya menjadi dingin dan menatap tajam ke arah tangga.


Tidak lama kemudian, sosok seseorang muncul, dan saat Robi melihat jelas siapa yang datang dia terdiam sejenak.


“Kamu?”


Robi membelalak dan bertanya.


“Tentu saja saya, kamu kira siapa?”


Aron melengkungkan bibirnya dan menyeringai.


“Hahaha…kebetulan saya sedang ingin mencarimu, tidak disangka kamu malah mengantarkan diri kepadaku…”


Robi tiba-tiba tertawa keras.


Dia sekarang sudah mencapai kekuatan Great Grand Master tingkat puncak, sama sekali tidak takut lagi pada Aron.


​Namun Robi tidak tahu, kekuatan Aron saat ini sudah tidak sama seperti sebelumnya, Robi juga tidak tahu mengenai Aron yang sudah membunuh Wiwanto.


“Sepertinya, kamu sangat percaya diri pada kemampuanmu?”

__ADS_1


Aron melihat Robi yang tertawa keras, bertanya dengan acuh tak acuh dan penuh ketidakpedulian.



__ADS_2