Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sekretaris


__ADS_3

“Kalau kamu hanya ingin mengancamku, saya sarankan sebaiknya kamu tidak mengatakannya, karena saya tidak suka mendengar omong kosong….”


Aron menatap Boyca dengan penuh penghinaan, dan berjalan pergi!


“Kamu…….”


Melihat punggung Aron, Boyca menggertakkan giginya dan mengepalkan tinjunya dengan erat.


Kalau bukan karena Basri dan Eddyt masih berada di sana, Boyca benar-benar tidak tahan lagi, sekarang Keluarga Bara sudah mendatangkan puluhan orang, dia tidak percaya mereka tidak bisa membunuh Aron seorang!


“Bocah, tunggu saja kamu, Eddyt tidak akan selalu bersama denganmu….”


Boyca berteriak dan mengancam Aron dengan keras!


Namun Aron seolah tidak mendengarnya, dan terus berjalan keluar!


Sebaliknya, Aron menghentikan langkahnya dan menoleh pada Boyca : “Boyca, selama ada Keluarga Darmanto, kamu jangan harap bisa menyentuh sehelai rambut Tuan Aron…..”


“Cuih, tunggu setelah kakakku keluar, Keluarga Darmanto tidak akan ada apa-apanya….”


Boyca meludah!


Raut wajah Basri menjadi dingin, tapi dia akhirnya berbalik dan berjalan keluar!


Perkataan Boyca benar, kalau kakaknya Boyca sudah keluar, maka Keluarga Darmanto tidak akan menjadi lawan Keluarga Bara lagi, karena tidak ada yang bisa menebak seberapa menakutkannya kekuatan lawan!


Hanya saja, untunglah Keluarga Darmanto memiliki seorang kultivator seperti Aron, oleh karena itu Basri tidak terlalu khawatir, yang perlu dia lakukan saat ini adalah menyenangkan Aron!

__ADS_1


Setelah semua orang berjalan keluar dari ruangan, dan pindah ke aula, mereka menemukan kalau Oyong dan Febri tidak pergi, tetapi sedang mengobrol dengan seorang pria paruh baya!


Aron sedikit bingung, dua orang ini sudah ketahuan dan hampir kehilangan nyawanya, tapi kenapa tidak segera melarikan diri, malah berani mengobrol disini.


Hanya saja, Eddyt yang melihat pria paruh baya yang sedang mengobrol dengan Febri itu seketika merubah ekspresinya, dan bergegas menghampiri!


“Sekretaris Oscar, kenapa anda punya waktu untuk kemari?”


Eddyt bertanya dengan hormat kepada pria paruh baya itu.


“Pemimpin mengetahui kalau ahli sihir nomor satu di Futuwa ada disini, jadi memintaku untuk mengundang Guru Febri untuk pergi ke rumah dan berdiskusi….”


Kata sekretaris Oscar.


“Untuk apa mengundang mereka?” Eddyt melirik Febru dan Oyong!


Sekretaris Oscar menjelaskan.


“Oh!” Eddyt hanya bisa menjawab oh, dan tidak mengekspos kedua penipu ini di depan sekretaris Oscar.


“Guru Febri, silahkan, mobil sudah menunggu diluar…..”


Sekretaris Oscar berkata pada Febri dengan hormat.


Pada saat ini Febri terlihat arogan, dia tahu kalau orang yang mengundangnya pasti merupakan orang yang berkuasa di Kota Dama dan memiliki status yang tinggi, karena sekretarisnya saja sudah bisa membuat Eddyt yang merupakan Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama memperlakukannya dengan penuh hormat.


Febri berjalan keluar dengan kepala terangkat, dan sekretaris Oscar mengikutinya, adegan ini juga terlihat oleh Boyca yang berjalan keluar dari ruangan!

__ADS_1


Saat melihat orang yang ada di sebelah Febri, raut wajahnya sedikit berubah, dan dia mengernyitkan keningnya.


Meskipun uangnya sudah dikembalikan tapi tadi dirinya dipermainkan, dan Keluarga Bara dipermalukan, dia awalnya ingin membuat perhitungan kepada Oyong dan Febri setelah mereka meninggalkan Kota Dama, dan mendapatkan kembali kehormatannya


Tapi saat ini saat melihat orang yang membawa Febru pergi, Boyca langsung menghilangkan pikiran itu


“Siapa orang itu?”


Aron melihat Eddyt begitu sopan kepada orang yang mengundang Febri mau tidak mau bertanya padanya!


“Tuan Aron, itu adalah sekretaris dari Pemimpin Hakim Agung di Kota Dama, hanya saja tidak tahu untuk apa pemimpin seperti itu mengutus sekretarisnya untuk mengundang pembohong besar seperti itu….”


​Kata Basri!


Karena Febri dan Oyong adalah rekanan penipu, Basri sudah kehilangan semua rasa kagumnya pada Febri, dan menyebutnya sebagai pembohong besar!


“Oh!” Aron mengangguk, pantas saja Eddyt bersikap begitu sopan kepada orang ini, ternyata dia adalah sekretaris dari pemimpin Hakim Agung!


Perlu diketahui orang-orang yang bisa masuk ke dalam Pengadilan Hakim Agung merupakan orang-orang yang memiliki identitas terkemuka dan pencapaian yang luar biasa, dan mereka semua memiliki kekuasaan yang tinggi!


Pada saat ini Eddyt juga sudah kembali, dan Basri bertanya dengan penasaran : “Ketua Eddyt, untuk apa pemimpin Hakim Agung mengundang pembohong besar itu?”


Perkataan Basri membuat Eddyt tercengang dan berpikir sejenak pembohong besar apa yang dimaksud olehnya!


Dan setelah tersadar, dia tersenyum tipis : “Tuan Basri, perkataanmu itu, pembohong besar yang kamu katakan itu sangat tepat, setelah ini ahli sihir nomor satu hanya akan memiliki reputasi busuk di Kota Dama….”


__ADS_1


__ADS_2