
Melihat tatapan mata Pelindung Kelima yang kosong, dan tubuhnya yang tidak berhenti meronta, Pelindung Utama menyatukan jari-jarinya dan cahaya keemasan muncul dari ujung jarinya, lalu cahaya keemasan itu dijentikkan pada kening Pelindung Kelima.
Cahaya keemasan itu langsung memasuki kepala Pelindung kelima, dan Pelindung Kelima yang meronta-ronta menjadi tenang, sepasang matanya yang tadinya kosong mulai berwarna.
“Kakak pertama, kalian…kenapa kalian menatapku seperti ini?”
Pelindung Kelima bertanya dengan sedikit cemas saat melihat pelindung lainnya menatapnya dengan tatapan aneh.
“Kamu sudah terserang Teknik Pesona, kamu bahkan tidak tahu, sudah berapa kali saya katakan pada kalian semua, saat sedang berada dalam misi jangan memikirkan tentang wanita…”
Pelindung Utama berteriak dengan wajah serius pada Pelindung Kelima.
Perkataan itu membuat Pelindung Kelima dan Pelindung Keempat menundukkan kepalanya, di antara lima orang itu, mereka berdua adalah yang paling bernafsu, dan karena hal itulah Pelindung Kelima bisa terserang oleh Teknik Pesonanya Nely.
"Sialan, wanita ****** ini berani menjebakku, saya akan membunuhnya…”
Pelindung Kelima yang dipermalukan menjadi sangat marah, dia tidak menyangka dia akan terjebak oleh Nely.
Pelindung Utama menghentikan Pelindung Kelima, lalu menatap Danu dan yang lainnya.
Saat ini Danu sedang membawa Nuri dan yang lainnya untuk membalut luka Serigala salju yang semakin lama semakin lemah.
“Snowy, kamu harus bertahan, bertahanlah…”
__ADS_1
Nuri berlinang air mata, cahaya merah lembut mulai muncul di tangannya dan mahaya merah itu membungkus Serigala salju dengan erat.
Lina, Elen, Nely dan yang lainnya juga tidak dapat menahan air mata mereka saat melihat Serigala salju yang terluka seperti ini.
Bahkan sepasang mata Danu juga menjadi memerah, selama beberapa waktu ini mereka sudah menjalin hubungan yang dekat dengan Serigala salju.
“Danu, serahkan Aron sekarang, saya bisa memberikan kalian satu kesempatan untuk tetap hidup…”
Pelindung Utama menatap Danu dan berkata dengan suara sedingin es.
Sepasang mata Danu memerah, dia menggertakkan giginya dan berkata dengan kejam : “Jangan bermimpi, kecuali kami semua mati, kalian tidak akan pernah bisa menginjakkan satu langkah pun ke dalam villa ini…”
Meskipun Danu sudah kehilangan kekuatannya, tapi saat ini aura yang ada pada tubuhnya memancarkan niat membunuh yang mengerikan.
Pelindung Utama menyipitkan sepasang matanya.
Saat suara itu jatuh, Pelindung Kelima melompat dengan tidak sabar dan menyerang ke arah Nely, Nely baru saja menjebaknya dan itu membuat dia merasa sangat dipermalukan.
Pelindung Kedua, Pelindung Ketiga dan Pelindung Keempat juga menyerang bersama, empat orang itu memiliki energi yang sangat kuat dan langsung mengepung Danu dan yang lainnya, tidak menyisakan jalan untuk mundur.
“Adik, kalau saya mati, kamu jangan sampai ditangkap oleh orang-orang ini, hidupmu akan lebih buruk dari kematian…”
Nely menyerahkan belatinya kepada Elen.
__ADS_1
Elen memegang belati itu dan menganggukkan kepalanya, tatapan matanya penuh tekad, dia tidak akan pernah membiarkan orang-orang ini menangkapnya hidup-hidup.
Nely melirik Elen sekali lagi lalu menghunuskan pedangnya sendiri, dia berbalik lalu mengarah ke arah Pelindung Kelima.
Saat ini Nely sudah siap mati, dia tidak takut mati, dia hanya berharap bisa menggunakan nyawanya untuk memberikan Aron sedikit waktu.
Namun sebelum Nely bisa mencapai Pelindung Kelima, dia sudah terlempar oleh energi yang sangat kuat dan terhempas di depan Elen.
“Kakak…”
Elen berjongkok, dan terus menyeka darah dari sudut mulut Nely.
Lina melihat Elen yang sedang memuntahkan seteguk darah, tatapan matanya dipenuhi dengan kemarahan, setelah berteriak marah, dia langsung menyerang ke arah beberapa pelindung itu.
Bam…
Dengan hasil yang sama, tubuh Lina terlempar ke belakang oleh energi yang menakutkan sebelum sempat mencapai beberapa pelindung itu.
Setelah menyemburkan seteguk darah, tubuh Lina menghantam tanah dengan keras dan langsung membuat sebuah lubang yang dalam di tanah itu.
“Lina…”
Danu maju dan memeriksa luka-luka Lina.
__ADS_1