Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Roddy Tidak Senang


__ADS_3

“Tuan Graham, maksudmu adalah Aron boleh melakukan apa saja kepada orang lain, sedangkan kami tidak boleh membunuh dia, begitu?”


Saat ini, Roddy yang tangannya sudah patah bangkit berdiri dan bertanya dengan nada yang agak kesal.


Perkataan Roddy membuat semua orang menatapnya, dan tatapan mereka penuh dengan keterkejutan.


“Siapa pemuda itu? Berani mempertanyakan perkataan Tuan Graham!”


“Itu putra dari Keluarga Tanu bukan, sepertinya Keluarga Tanu akan segera tamat.”


“Benar-benar anak muda yang tidak takut mati!”


Semua orang mulai berdiskusi.


Sedangkan Devin di sisi lain langsung berkeringat dingin karena ketakutan.


“Dasar bajingan, cepat duduk!” Devin menampar Roddy lalu bergegas berkata pada Tuan Graham : “Tuan Graham, saya sangat meminta maaf, putra saya tidak tahu apa-apa, saya harap kamu tidak marah.”


“Kepala Keluarga Keluarga Tanu, tidak masalah, biarkan putramu menyelesaikan kalimatnya, saya lihat putramu masih muda dan sudah mencapai ranah Great Grand Master, dia memiliki bakat yang lumayan!”

__ADS_1


Tuan Graham tidak marah, sebaliknya dia berkata dengan wajah tersenyum.


Devin hendak mengatakan sesuatu, namun Roddy sudah angkat bicara terlebih dulu : “Tuan Graham, Aron memotong satu tanganku, saya tidak bisa tidak membalaskan dendam ini, sekarang jika kamu membelanya seperti ini, bagaimana kami bisa meyakinkan komunitas bela diri?”


“Bajingan!” tubuh Devin bergetar karena marah setelah mendengar perkataan Roddy, dia hendak melayangkan tamparannya pada Roddy lagi.


“Hentikan!” Tuan Graham berkata dengan raut wajah dingin, lalu dengan jentikan tangannya tubuh Devin kembali terhempas ke belakang dan duduk kembali pada kursinya.


Perlu diketahui Devin sudah mencapai tingkat ketujuh dari ranah Great Grand Master, kekuatannya bisa membelah gunung, melangkah ke udara juga bukan masalah baginya, namun dengan jentikkan tangan dari Tuan Graham dia seperti seekor lalat, dan langsung membuat Devin duduk di kursinya.


Aron yang menyaksikan pemandangan ini merasa sangat terkejut dalam hatinya, sepertinya jalan kultivasi tidak pernah berakhir, untuk memiliki hak bicara dan dihormati oleh orang lain, dia sendiri harus memiliki kekuatan.


Saat ini Aron tidak pernah begitu bersemangat untuk mendapatkan kekuatan.


Perkataan Tuan Graham membuat Devin berkeringat dingin, dan suasana di seluruh aula menjadi tegang.


“Tuan Graham, saya tidak berani, tidak berani…” Devin berkata sambil menyeka keringat dinginnya.


“Nak, jangan takut, lanjutkan apa yang membuatmu merasa tidak puas…”

__ADS_1


Tuan Graham menatap Roddy dan berkata sambil tersenyum.


“Saya…tidak ada hal lain yang membuat saya merasa tidak puas!


Roddy menggelengkan kepalanya, tadi dia terpancing oleh emosi dan berdiri untuk mempertanyakan Tuan Graham, sekarang Roddy yang sudah menenangkan dirinya sudah merasa takut setengah mati di dalam hatinya.


“Karena tidak ada yang lain, maka saya akan menjelaskannya padamu, saya tidak pernah memusuhi siapapun, yang saya inginkan adalah komunitas bela diri bisa mengikuti peraturan dan berkompetisi serta berkembang secara sehat, bukan saling berkelahi dan membunuh satu sama lain hanya karena sedikit sumber daya.”


“Jika kalian memiliki konflik, maka lakukan saja sesuai dengan aturan yang ada di dalam komunitas bela diri, untuk apa Aliansi Seni Bela Diri didirikan?” Tuan Graham berkata lalu menoleh pada Arthur : “Ketua Arthur, coba beritahukan kepada kami untuk apa Aliansi Seni Bela Diri didirikan?”


Arthur segera berdiri dan berkata : “Tuan Graham, Aliansi Seni Bela Diri didirikan untuk menjaga ketertiban dalam dunia bela diri, dan menghukum kultivator iblis yang menggunakan cara-cara jahat.”


“Kalau begitu, apakah Aliansi Seni Bela Diri dapat menangani masalah yang baru saja disampaikan oleh anak ini?”


Tanya Tuan Graham.


"Bisa, saya pasti akan menanganinya, jika kedua belah pihak berkonflik maka bisa dilakukan sesuai dengan aturan dalam dunia bela diri, mengatur pertarungan, hidup atau mati, tidak diizinkan untuk membalas dendam pribadi di luar arena ring!”


Arthur segera berkata dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Hm, jika semuanya dilakukan sesuai dengan aturan maka tidak akan ada begitu banyak konflik, jangan mengira saya tidak tahu apa yang ada di dalam hati kalian, terkadang saya hanya malas mengurusi kalian saja.”


Sepasang mata Tuan Graham menyapu kerumunan orang yang hadir, semua tokoh-tokoh besar dari klan dan keluarga bela diri secara mengejutkan menundukkan kepala mereka dan tidak ada seorangpun yang berani berbicara.


__ADS_2