
“Uhuk uhuk uhuk…”
Boyca terbatuk-batuk dengan hebat dan kemudian memuntahkan seteguk darah segar.
Raul segera menyuntikkan energi Qi ke dalam tubuh Boyca dan membantunya mengendalikan cederanya.
“Sialan, tadi saya melihat kamu hanya seorang gadis jadi tidak menggunakan seluruh kekuatanku, tapi kamu malah menggunakan jurus mematikan, saya akan membunuhmu…”
Boyca menjadi gelisah, seorang pria dewasa seperti dia dipukuli hingga cedera oleh gadis kecil seperti Wenny, benar-benar memalukan.
Di saat Boyca bersiap untuk menyerang Wenny lagi, Tommy segera menghadang di depan Wenny.
“Jaga mulut kotormu itu, seorang pria dewasa dipukuli hingga cedera oleh seorang gadis, kamu masih punya muka untuk berteriak, percaya tidak saya akan merobek mulutmu…”
Tommy berkata dengan wajah muram dan memaki Boyca dengan marah.
Boyca juga sedang marah dan melihat Tommy melontarkan hinaan seperti itu padanya dia menjadi semakin marah : “Apa-apaan kamu, seorang Master kecil sepertimu bisa kuhancurkan sampai mati dengan satu jariku, Lembah Tanpa Bayangan apanya, saya bahkan tidak pernah mendengarnya…”
Raul yang di samping Boyca melihat Boyca mengumpat pada Tommy mulai mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
Tommy melihat Boyca berani memaki dirinya menunjukkan tatapan yang dipenuhi dengan keinginan membunuh, dia melambaikan tangannya dan beberapa bawahannya langsung mengepungnya.
Kali ini, dua kelompok pria saling berhadapan dan pertempuran besar akan segera terjadi, suasana di tempat itu menjadi sangat tertekan.
“Tuan Muda Tommy, adikku sedang merasa tertekan dan berbicara sembarangan, saya mewakilinya meminta maaf kepada Tuan Muda Tommy, namun saya berharap Tuan Muda Tommy juga tidak menghalangi kami untuk membalas dendam…”
Raul melihat kedua belah pihak akan segera bertarung jadi dia meminta maaf kepada Tommy.
“Omong kosong, hanya selesai dengan permintaan maaf? Suruh dia berlutut padaku…”
Tommy tidak menerima permintaan maaf dari Raul.
Perkataan Tommy membuat raut wajah Raul seketika berubah menjadi jelek.
Kilatan cahaya dingin melintas di tatapan mata Raul.
Hanya saja, ancaman Raul tidak membuat Tommy takut, sebaliknya malah membuat dia mengamuk!
“Kalian Keluarga Barw tidak ada apa-apanya, lemah atau tidak kita akan tahu setelah bertarung…” Tommy berkata lalu melambaikan tangannya pada anak buahnya yang ada di belakang : “Serang mereka, tunjukkan kepada kumpulan orang yang tidak tahu diri ini kekuatan dari Lembah Tanpa Bayangan…”
__ADS_1
Setelah selesai bicara, Tommy melangkah mundur dengan cepat, dengan kekuatan Masternya, sepertinya dia akan dihancurkan dengan mudah oleh lawan sebelum bisa menyerang.
Raul melihat pertarungan sudah tidak bisa dihindari dan memberi perintah : “Jaga adik ketiga…”
Segera setelah itu Raul meledakkan aura di tubuhnya dan aura yang menakutkan langsung menyelimuti area ratusan meter di sekitarnya, tampaknya dia sudah mencapai ranah Great Grand Master…
Saat merasakan aura di tubuh Raul, raut wajah Tommy menjadi sangat jelek.
Kali ini dia diam-diam keluar dan tidak membawa lebih banyak ahli, namun Raul yang ada di hadapannya sudah mencapai ranah Great Grand Master, kali ini masalah akan merepotkan.
Kalau benar-benar bertarung, mereka mungkin bukan lawan yang sepadan, dan pada saatnya dia akan sangat malu di depan Wenny.
Tommy yang baru saja melihat serangan Wenny, benar-benar tersentuh oleh aksi heroiknya, kalau tidak, dia tidak akan begitu protektif terhadap Wenny.
Saat ini, Tommy melihat ke arah Sutai dan Roddy dengan tatapan meminta bantuan, bagaimanapun kedua orang itu membawa bawahan yang sudah memasuki ranah Great Grand Master.
Melihat bawahan yang dibawa oleh Tommy bertahan di bawah tekanan Raul dengan susah payah, raut wajah mereka seketika berubah.
Roddy melihat tatapan memelas dari Tommy lalu akhirnya mengedipkan matanya kepada seorang lelaki tua yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Lelaki tua itu menganggukkan kepalanya, lalu pakaian di tubuhnya seolah tertiup oleh angin, dan diikuti dengan hembusan di udara, dia terbang ke udara.