Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron Bermulut Besar


__ADS_3

Sebelum Aron sempat bereaksi, Satria melayangkan tamparan ke dada Aron.


Tubuh Aron seketika terhempas seperti layang-layang yang talinya putus, dan sisik-sisik besar di dadanya rontok dan menghilang.


“Kak Aron…”


“Tuan Aron…”


Melihat Aron terlempar dengan satu tamparan, Aila dan Bella menunjukkan ekspresi gelisah.


Aron menghantam tanah dengan keras, lalu berkata kepada dua orang itu : “Kalian jangan kemari…”


Pada saat ini, dada Aron sudah cekung dan jelas terlihat beberapa tulang rusuknya sudah patah!


Darah segar mengalir dari sudut mulutnya dan aura di dalam tubuh Aron mengalir ke mana-mana!


Kekuatan satu tamparan Satria benar-benar di luar dugaan Aron.


Berkat perlindungan tubuh emas tak terhancurkan, ditambah dengan tubuh fisik Aron yang sangat kuat jadi dia tidak mengalami luka parah.


Aron menyeka darah dari sudut mulutnya dan perlahan-lahan bangkit berdiri.


Satria menatap Aron dan mengernyitkan keningnya, dia tampak sedikit kaget : “Kamu ternyata sanggup menahan satu tamparanku, sepertinya tubuh fisikmu juga cukup kuat…”


Satria bukan orang yang baru mencapai ranah Master Guru, dia sudah mencapai ranah Master Guru selama enam tujuh tahun, kalau tidak mana mungkin Keluarga Himawan yang tidak bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri tidak berani diganggu oleh keluarga dan klan bela diri lainnya?


Satria termasuk Master Guru senior yang sudah memiliki reputasinya di Kota Dama.

__ADS_1


Hanya saja dia tidak menyangka satu tamparannya masih tidak bisa membunuh Aron.


“Kamu yang terlalu lemah…”


Aron menatap Satria dengan dingin, meskipun kekuatan Satria jauh melebihi dirinya, tapi Aron tidak akan mengaku kalah dan menyerah.


Raut wajah Satria menjadi dingin, dia tidak menyangka orang seperti Aron memiliki mulut yang besar, sudah sampai di titik seperti ini dia masih berani berbicara seperti itu.


“Dasar mulut besar, saya akan membunuhmu…”


Satria terlihat sangat marah, tubuhnya seketika menghilang dan hampir dalam sekejap mata dia muncul di hadapan Aron.


Aron sudah memperhatikan Satria sejak lama, dia tidak berani ceroboh dan saat Satria bergerak, Aron telah mengerahkan seluruh kekuatan dalam dirinya.


“Tinju Cahaya Suci…”


Aron berteriak marah, meskipun dia belum melihat sosok Satria tapi Aron sudah melayangkan tinjunya.


Tinju Aron terbungkus dengan cahaya keemasan, seekor naga emas sedang melayang melingkari lengannya.


Kekuatan Naga Ilahi sudah dikerahkan oleh Aron.


“Kekuatan Naga Ilahi…”


Satria menyipitkan matanya lalu melayangkan sebuah tamparan keras ke dada Aron.


Tamparan itu mengandung seluruh energi Qi Satria, jangankan Aron yang hanya setengah Master Guru, walau seorang Master Guru juga tidak akan berani melawan serangan Satria!

__ADS_1


Bam…


Suara ledakan yang menguncang langit, lengan Aron langsung terpelintir dan tubuhnya terhempas ke belakang.


Sedangkan Satria tidak tinggal diam kali ini, sosoknya terguncang dan telapak tangannya samar-samar merasakan rasa sakit!


Satria menatap Aron dengan kaget dan tidak percaya.


“Kekuatan Naga Ilahi memang luar biasa…”


Satria menatap Aron dengan tatapan penuh keserakahan.


Sedangkan Aron melihat tangannya yang terpelintir, seketika menarik tangannya dengan tangan lainnya, dan memulihkan tangannya yang terpelintir.


Dia baru saja mengerahkan hampir seluruh kekuatan Naga Ilahi untuk menangkis tamparan Satria.


Namun sekarang Aron tahu, kekuatan Naga Ilahi di dalam tubuhnya tidak mungkin dapat mendukungnya lagi dalam pertarungan ini.


“Nak, serahkan Kristal Naga yang ada di dalam tubuhmu, saya akan membuatmu mati dengan tidak menyakitkan, bagaimana menurutmu?”


Satria juga tertarik dengan Kristal Naga yang ada di dalam tubuh Aron.


“Apakah Kristal Naga adalah sesuatu yang bisa didapatkan oleh orang seperti kalian, kamu dan putramu sama saja, sama-sama perampok, kalian seluruh Keluarga Himawan semuanya adalah perampok…”


Aron melontarkan caciannya kepada Satria.


“Brengsek, kamu cari mati…”

__ADS_1


Raut wajah Satria menjadi dingin, api kemarahan di dalam tubuhnya seketika membuncah.



__ADS_2