Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mencari Masalah dengan Orang Salah


__ADS_3

“Baik, beritahu saya di mana mereka, kami akan segera ke sana sekarang…”


Empat Pendekar Gunung Tomang bangkit berdiri, dan bersiap untuk menyerang!


“Saya akan meminta seseorang untuk membawa kalian ke sana!”


Setelah selesai bicara, Vincent bertepuk tangan dan pria yang mengenakan jas itu segera masuk!


“Kamu bawalah Empat Pendekar Gunung Tomang pergi untuk membunuh beberapa orang itu, ingat untuk memastikannya…”


Vision berkata pada pria yang mengenakan jas itu.


Pria yang mengenakan jas mengangguk, lalu berkata pada Empat Pendekar Gunung Tomang : “Kalian berempat, ayo berangkat…”


Pria yang mengenakan jas itu membawa Empat Pendekar Gunung Tomang berjalan ke arah kamar Dave dan yang lainnya!


“Di dalam ruangan ini ada seorang pria dan seorang wanita, di depan masih ada 2 kamar lagi, ada yang berjaga di depan pintu kamar, bunuh dulu orang itu, kalian putuskan saja, totalnya ada 4 pria dan 2 wanita, di kapal pesiar ini tidak ada orang lain lagi!”


Pria yang mengenakan jas itu berkata pada Empat Pendekar Gunung Tomang.


Kakak pertama dari Empat Pendekar Gunung Tomang melihat ke arah pintu kamar di depannya dan berkata pada yang lainnya : “Kita mulai dari sini dulu…”


​Setelah beberapa orang di belakangnya setuju, mereka membuka pintu perlahan-lahan!


Yang ada di dalam kamar ini adalah Aron dan Lina, saat ini dua orang itu sedang terbaring di atas ranjang dan tidak bergerak.


Aron menghadang Lina di sisi dalam ranjang, sedangkan Aron terbaring di sisi luar ranjang.

__ADS_1


“Adik ketiga, kamu bergerak dan bunuhlah dua orang ini, belakangan ini saya merasa kamu mulai memiliki kebaikan hati, dalam bidang kita ini paling takut memiliki kebaikan hati, tahu?”


Kakak pertama berkata pada adik ketiga.


Adik ketiga mengangguk, mengeluarkan sebuah pisau dan menggertakkan giginya lalu menusukkannya dengan ganas ke arah Aron.


​Dang…


Suara benturan logam terdengar, diikuti oleh percikan api dari pisau yang ada di tangan adik ketiga.


Hal ini membuat empat orang itu tercengang, sementara adik ketiga melihat pisau di tangannya sendiri, matanya membelalak dan penuh ketidakpercayaan!


Pisau besar yang tajam itu tiba-tiba menunjukkan sebuah luka cekung.


“Ini…ini boneka ya?”


Adik ketiga ingin maju untuk memeriksa, dan melihat apakah Aron adalah boneka.


Hal ini membuat empat orang itu kaget, dan segera bergerak mundur!


Melihat Aron tidak bangun, empat orang itu baru merasa lega!


“Adik ketiga, kamu benar-benar tidak berguna, pisau rusak apa yang kamu gunakan?”


Kakak pertama memaki adik ketiga!


Adik ketiga juga terlihat bingung, pisaunya ditempa dengan baja terbaik, sangat keras, entah kenapa hal seperti ini bisa terjadi hari ini!

__ADS_1


“Adik kedua, kamu saja yang melakukannya…”


Kakak pertama berkata kepada adik kedua.


Adik kedua mengangguk, mencabut dua kapak dari pinggangnya, kapak itu disinari cahaya bulan dan terasa memancarkan aura dingin.


Aura Adik kedua terlihat meningkat, diikuti dengan kedua kapak yang perlahan-lahan memancarkan energi lalu menebas ke arah tubuh Aron dengan ganas!


Jika itu adalah manusia biasa, maka pasti sudah terbelah menjadi tiga bagian, namun hal yang aneh terjadi lagi.


Kedua kapak Adik kedua yang mendarat di tubuh Aron tidak menyebabkan adegan berdarah, sebaliknya malah adik kedua merasa sepasang tangannya menjadi kebas, seolah kapaknya dibenturkan di atas pelat baja!


Brak…


Kemudian, kedua kapak itu mulai menunjukkan retakan-retakan dan akhirnya hancur berkeping-keping, hanya tersisa dua gagang kapak yang digenggam di tangan adik kedua!


​“Ini ini ini…”


Adik kedua melihat gagang kapak yang tersisa di tangannya, dan seketika tidak bisa berkata-kata.


Beberapa orang lainnya juga menganga, merasa kaget dengan adegan di hadapan mereka!


“Gawat, cepat pergi…”


Setelah sesaat, Kakak pertama tersadar dan raut wajahnya berubah, dia segera berpesan kepada yang lainnya dan hendak kabur!


“Karena sudah datang kemari, setidaknya harus menyapa dulu sebelum pergi!”

__ADS_1


Di saat empat orang itu hendak berbalik dan kabur, tiba-tiba suara Aron terdengar dari belakang!


Diikuti dengan tekanan yang sangat besar seketika menekan ke arah empat orang itu!


__ADS_2