Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Monster Otoroshi


__ADS_3

Darah menyembur dari mulut ketiga pria itu, dan darah yang tumpah ke tanah langsung membentuk sebuah sosok.


Tiga pria itu mematahkan lengan mereka secara bersamaan, dan rasa sakit yang luar biasa membuat raut wajah mereka bertiga menjadi muram.


Darah yang mengalir dari lengan mereka dilukiskan dalam satu pola dengan teratur oleh tiga pria itu!


Bruak brak brak…


Tiba-tiba tanah berguncang, diikuti oleh kepulan asap dan saat asap itu menghilang, sesosok raksasa muncul di hadapan Aron.


“Apa-apaan ini?”


Melihat apa yang ada di hadapannya, Aron tanpa sadar menelan ludahnya.


Terlihat seekor monster raksasa setinggi beberapa meter, memperlihatkan giginya yang tajam, bentuknya yang aneh membuat orang sulit mengetahui hewan macam apa itu.


Monster raksasa itu muncul dan mengendus darah di tanah, lalu membuka mulutnya dan langsung menelan salah satu dari tiga pria berjubah hitam itu.


Dua pria lainnya ketakutan dan berdiri diam tidak berani bergerak sama sekali.


Mereka menyaksikan bagaimana mereka akan ditelan oleh monster itu.


Aron baru mengerti apa yang dimaksud Ichiro Watanabe dengan pengorbanan, ternyata dia menggunakan nyawa tiga orang itu untuk memunculkan hal seperti ini untuk melawan dirinya.


​“Beraninya kamu memaksaku memunculkan Monster Otoroshi, hari ini saya tidak akan mengampuni kalian…”

__ADS_1


Ichiro Watanabe menggertakkan giginya, hari ini walau dia bisa membunuh Aron dan yang lainnya, Ichiro Watanabe tahu dirinya pasti akan dihukum saat kembali.


Tiga master keluarganya dikorbankan olehnya begitu saja, walau dia adalah putra dari Keluarga Watanabe, hukuman atas perbuatannya ini akan sulit dihindari.


Namun saat ini Ichiro Watanabe tidak ingin memperdulikan hal lain, dia hanya ingin membunuh Aron dan hanya itu yang ada di dalam pikirannya.


“Roar…”


Monster Otoroshi yang telah menelan tiga orang itu sepertinya belum kenyang, sepasang matanya yang bak lonceng tembaga menatap Aron dengan erat.


Aron mengernyitkan keningnya, dan menatap Monster Otoroshi di hadapannya dengan ekspresi muram.


Kekuatan Monster Ototroshi yang ada di hadapannya sepertinya sudah setingkat dengan Great Grand Master tingkat lima dan akan sedikit sulit untuk melawannya.


Monster yang memiliki kekuatan setara dengan Great Grand Master tingkat lima jika bertarung dengan seorang Great Grand Master tingkat lima pasti akan dimenangkan oleh monster, itu tidak diragukan lagi.


Cahaya keemasan di tubuh Aron tidak berhenti berkilau, tubuh emas Aron yang tidak bisa dihancurkan dikerahkan secara maksimal oleh Aron, menghadapi monster seperti itu, Aron tidak berani lengah.


“Roar…”


Monster meraung dan tubuhnya melesat ke arah Aron dengan cepat.



Kecepatan Monster Otoroshi itu begitu cepat dan tiba di hadapan Aron dalam sekejap mata, Aron menghunuskan Pedang Naga di tangannya dan menebasnya ke kaki Monster Otoroshi itu.

__ADS_1


Namun, semburan api dan cahaya muncul, tebasan Aron ini tidak berhasil melukai Monster Otoroshi itu, sebaliknya malah membuat tubuhnya dihantam oleh cakar Monster.


​Tubuh Aron terlempar dan membentur sebuah pohon besar dengan keras.


Aron mengusap dadanya dan mengernyitkan keningnya.


Hanya satu pukulan itu, jika Aron tidak memiliki tubuh emas yang tidak bisa dihancurkan ini maka dia pasti sudah hancur lebur.


Melihat Aron tidak bisa melawan Monster Otoroshi di hadapannya, Ichiro Watanabe berteriak dengan penuh semangat : “Telan dia, cepat telan dia…”


“Roar…”


Monster Otoroshi itu kembali mengaum dan menerjang ke arah Aron.


Aron yang melihat itu tidak berani melawan, dia hanya bisa mengerahkan kekuatan spiritualnya pada telapak kakinya dan berusaha untuk berhadapan dengan Monster Otoroshi itu.


Tapi Monster Otoroshi itu terlalu cepat, dan terus mengejar Aron tanpa henti, jika keadaan terus berlanjut makan kekuatan spiritual yang ada di dalam tubuh Aron cepat lambat akan habis.


Pada saat itu, Aron benar-benar akan menjadi makanan Monster Otoroshi itu.


Di saat Aron mulai cemas, sebuah bayangan putih tiba-tiba melintas dan disusul oleh raungan Monster Otoroshi itu.


Aron bergegas berhenti dan menoleh, saat melihat sosok itu, Aron seketika terkejut.


__ADS_1


__ADS_2