Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di racuni


__ADS_3

Setelah teriakan Hendy, di dalam sebuah ruangan kecil di dalam kamar, seorang gadis bergegas keluar dan matanya terlihat sedikit hitam, dan menguap beberapa kali, jelas dia sudah tidak cukup tidur untuk waktu yang lama!


“Pemimpin……”


Gadis kecil itu menatap Hendy dengan takut dan tubuhnya sedikit gemetar!


“Apa yang kamu lakukan? Kamu tidak lihat perban di tangan putraku sudah basah oleh darah? Kenapa tidak mengganti perbannya?”


Hendy bertanya dengan keras!


“Pemimpin, maaf, maaf, saya sangat mengantuk dan tadi tertidur, saya tidak menyangka perban di tangan Tuan Muda akan basah begitu cepat!”


Setelah gadis itu berkata, dia bergegas mencari perban dan setelah merendamnya dengan desinfektan dia mulai mengganti perban di tangan Josua.


Dan saat gadis itu membuka perban di jari Josua, bau tengik tiba-tiba menyerang, dan bau itu sangat tidak menyenangkan, semua orang yang ada di sana mengernyitkan keningnya, dan Oyong tidak bisa menahan diri untuk tidak muntah!


Dan karena sedang ditatap Hendy, Oyong dengan putus asa menahan dirinya, tapi dilihat dari penampilan Hendy dia tidak menunjukkan reaksi apapun, sepertinya sudah terbiasa dengan itu!


Dan tepat saat gadis itu melepas perban dan hendak menggantinya dengan yang baru untuk Josua, Febri tiba-tiba berkata : “Tunggu sebentar…..”


Gadis itu terkejut dan menatap Hendy.


Hendy mengangguk : “Guru Febri memintamu untuk menunggu, tunggu saja….”

__ADS_1


Gadis itu melangkah ke samping, dan Febri melangkah maju lalu meraih tangan kanan Josua.


Melihat lima jari tangan Josua yang menjadi hitam pekat, dan darah terus mengalir dari jari-jarinya dan ada bau tengik.


“Pemimpin, sebenarnya bagaimana putramu bisa terluka?”


Tanya Febri.


“Saya dengar dari teman sekelasnya kalau putraku terluka karena digigit sesuatu, lalu akhirnya dia pingsan dan kepalanya terbentur di tanah, dan sejak saat itu dia menjadi seperti ini, hanya saja saya sudah mencari berbagai ahli, profesor, dan melakukan banyak tes, namun tidak mengatakan kalau anak saya keracunan, dan pemeriksaan otaknya juga normal tetapi dia tidak bisa bangun, dan harus mengandalkan ventilator untuk mempertahankan hidupnya…..”


Kata Hendy!


“Terluka karena digigit?” Febri melihat jari-jari Josua yang menghitam dan sedikit mengernyit : “Kalau begitu apakah luka di jari putramu ini tidak bisa disembuhkan?”


Saat Hendy berbicara, dia tanpa sadar menatap putranya dan tatapan matanya penuh dengan rasa kasihan!


“Benar, kalau tebakanku tidak salah, maka Tuan Muda digigit oleh ulat beracun dari Desa Poison, dan yang membuat Tuan Muda tidak bisa bangun adalah keracunan, bukan alasan lain…”


Kata Febri.


“Ulat beracun dari Desa Poison?” Hendy mengernyitkan keningnya : “Kalau begitu kenapa semua tes yang dijalankan mengatakan kalau dia tidak keracunan?”


​Febri tersenyum tipis : “Pemimpin, kalau tes itu bisa mendeteksi racun dalam tubuh putramu, untuk apa kamu mengundangku turun tangan? Di dunia ini, ada banyak hal yang tidak terdeteksi oleh peralatan!”

__ADS_1


Hendy yang mendengarnya tersenyum canggung, yang dikatakan oleh Febri memang benar, kalau para profesor dan ahli itu bisa mendeteksinya dia tidak perlu mengundang Febri!


“Kalau begitu, sekarang Guru Febri sudah mengetahui alasannya, apa kamu dapat menyembuhkan putraku?”


Hendy bertanya dengan tidak sabar.


“Saya hanya bisa mencoba, karena pengendalian racun di Desa Poison ini sangat hebat, saya belum pernah melihatnya sebelumnya, tapi Kota Dama berjarak ribuan mil dari Desa Poison, bagaimana bisa ada ulat beracun Desa Poison disini?


Febri bertanya-tanya, ulat beracun di Desa Poison tidak mungkin terbang begitu saja ke Kota Dama!


“Guru Febri, tidak usah pedulikan bagaimana ulat beracun itu bisa ada di sini, saya mohon Guru Febri segera menyembuhkan anakku dulu….”


Sekarang Hendy hanya ingin Febri membantu menyembuhkan anaknya, dia tidak peduli tentang bagaimana cara ulat beracun itu bisa sampai di sini, karena ini sudah lebih dari satu tahun!


“Baiklah, kalau begitu saya akan mencobanya….”


Febri mengangguk lalu mengeluarkan tas kain dan di dalamnya ada deretan jarum perak dengan ukuran yang berbeda, dari kecil hingga besar, dan diantaranya ada jarum perak yang setipis rambut sapi!


Tangan Hendy mengepal erat karena gugup melihat Febri yang hendak menyembuhkan putranya.


“Tuan Aron, apakah yang Febri katakan itu benar?”


Eddyt bertanya pada Aron.

__ADS_1


Dia tidak begitu percaya bagaimana bisa ulat beracun dari Desa Poison muncul di Kota Dama, dan kalau orang-orang dari Desa Poison ingin masuk ke Kota Dama, mereka harus melapor dulu kepada Detasemen Perlindungan Hukum, kalau membiarkan orang-orang yang bermain dengan racun ini berkeliaran sembarangan, maka bisa membuat seluruh negara kacau!


__ADS_2