
Saat ini Febri terlihat seperti monster buas dengan mata membelalak yang sangat menakutkan!
Bella yang melihat pemandangan ini menjadi sangat ketakutan dan segera membenamkan kepalanya ke dada Aron.
Arfan yang menatap Febri dari samping juga tampak ketakutan dan tidak aman, raut wajahnya tampak ragu-ragu!
“Apa lagi yang kamu tunggu? Mau menunggu kita dibunuh?”
Febri menatap Arfan dan suaranya bergetar seperti lonceng, matanya juga tampak penuh kegilaan!
Arfan menghela nafas dengan pasrah lalu mengeluarkan botol berwarna merah yang sama dari sakunya, membuka botolnya dan meneguk cairan yang ada di dalamnya.
Segera, tubuh Arfan juga mengalami perubahan, dan pada akhirnya menjadi sama persis dengan Febri!
Tatapan Aron dipenuhi dengan rasa jijik saat menghadapi dua monster yang ada di depannya!
“Kalau kekuatan tidak mencukupi, maka tidak akan mencukupi, walau kalian meminum ramuan keabadian juga tidak akan bisa lepas dari takdir kematianmu…”
Aron tersenyum dingin.
Sekarang Aron sudah menjadi Master Guru, dan Jiwa Baru sudah terbentuk di dalam tubuhnya, selama Jiwa Baru tidak mati maka tubuh fisiknya akan abadi dan Aron tidak akan mati!
Ini adalah andalan terbesar Aron, dengan pengalaman bertarungnya dengan Arthur dan hidup kembali, Aron menjadi semakin percaya diri.
“Baik, sekarang kami akan menunjukkan kekuatan kami yang sesungguhnya padamu…”
__ADS_1
Febri berkata dengan penuh kegarangan, tubuhnya melesat diikuti dengan Arfan yang menyerang ke arah Aron secara serempak, dan secara mengejutkan menjadi jauh lebih cepat daripada sebelumnya.
Namun Aron tidak panik, dia menekuk lima jarinya menjadi kepalan tinju, dan kepalan tinjunya terbungkus dengan kekuatan Naga Ilahi, memancarkan aura yang begitu mendominasi, seluruh kepalan tinjunya dibalut dengan cahaya keemasan membuat langit dan bumi kehilangan warnanya!
Aron akan menggunakan tinju ini untuk melawan serangan kedua orang itu!
“Tinju Cahaya Suci…”
Aron berteriak dengan marah!
Sebuah kekuatan yang mengerikan berpusat pada Aron dan menyebar ke segala arah, membuat vila lainnya di Keluarga Jaya mulai berguncang dan runtuh.
Satu per satu vila runtuh, meskipun berjarak seratus meter satu sama lain.
Dalam sekejap mata seluruh kediaman Keluarga Jaya berubah menjadi reruntuhan!
Di mata mereka yang dapat mereka lihat hanyalah sebuah tinju berwarna emas yang membesar tanpa batas, seolah-olah akan menutupi langit.
Dua orang itu merasakan aura kematian dan bergegas menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk melayangkan serangan secara serempak, sementara di saat bersamaan mereka juga menggunakan energi mereka untuk membentuk penghalang di sekitar mereka dan mencoba menghentikan serangan Aron.
Bam!
Namun detik berikutnya!
Aura tinju Aron membawa kekuatan yang dahsyat yang langsung menghancurkan penghalang yang dibuat oleh dua orang itu, dan menghantam tubuh Febri dengan kuat.
__ADS_1
Poof!
Terlihat tubuh Febri yang langsung hancur dan berubah menjadi kabut darah, bahkan tidak ada remah-remah yang terlihat.
Melihat pemandangan di depannya, Arfan tercengang, sekujur tubuhnya berlumuran dengan darah Febri dan dia berdiri dengan keadaan termenung!
Gavin yang berdiri tidak jauh dari sana sedang duduk di tanah dan cairan kuning tampak mengalir dari kedua ujung celananya!
Tidak lama kemudian Arfan menyadari walau dengan menggunakan ramuan itu, mereka juga tidak menjadi tandingan Aron.
Satu-satunya yang harus dia lakukan adalah melarikan diri, dia tidak perlu memedulikan orang dari Keluarga Jaya yang lainnya!
Memikirkan hal ini, Arfan berbalik dan berlari, begitu putus asa hingga dia begitu ingin menumbuhkan seratus kaki.
Melihat Arfan yang melarikan diri, Aron mendengus dingin, dengan Bella yang ada di pelukannya dia melompat ke udara!
Lalu melayangkan sebuah tamparan ke arahnya, tubuh Arfan yang baru melompat seketika meledak di udara, dan memenuhi langit dengan hujan darah.
Bau darah yang begitu pekat membuat orang merasa mual.
Bella yang berada di dalam pelukan Aron kembali membenamkan kepalanya lebih dalam lagi…
Gavin tercengang, dia benar-benar tercengang!
Jika ada pil penyesalan yang dijual di dunia ini, dia bersedia membelinya tidak peduli berapa pun harganya.
__ADS_1