Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bangun Dari Kematian


__ADS_3

“Tidak, tidak mungkin, Kak Aron tidak mungkin mati…”


Aila menangis terisak dan mengguncang-guncang tubuh Aron dengan keras : “Kak Aron, bangunlah, bangunlah…”


Namun tidak peduli apa pun yang dilakukan oleh Aila, sepasang mata Aron tetap terpejam dan tidak bergerak sama sekali!


Bella menggigit bibirnya dengan keras, dia sangat sedih dan ingin menangis namun di hadapan semua orang di Istana Lotus, sebagai pemimpin istana dia tidak boleh bersikap sama seperti Aila.


“Pengawal, bawa Tuan Aron ke dalam…”


Bella mengutus seseorang untuk membawa Aron ke dalam Istana Lotus!


Saat ini, Aron dibaringkan di tengah-tengah kediaman Bella, Bella membubarkan semua orang!


Bella memberikan pil obat kepada Aila agar dia beristirahat dengan tenang.


Bella berhadapan dengan Aron sendirian, mengisi satu baskom air dan mulai menyeka tubuh Aron secara perlahan.


Air mata terus mengalir di wajah Bella, meskipun dia baru mengenal Aron dalam waktu singkat, namun Bella tahu Aron sudah menempati posisi di dalam hatinya.


“Jangan khawatir, saya akan menyekamu hingga bersih, tidak akan membiarkanmu pergi dengan penampilan seperti ini…”


​Bella bergumam sambil menyeka!


Sedangkan saat ini, seluruh tubuh Aron seolah berada dalam keadaan kacau.


Dia ingin membuka matanya dan mengendalikan tubuhnya tapi sama sekali tidak bisa.

__ADS_1


Seolah-olah kesadaran dan tubuhnya sudah terpisah.


“Lantas saya benar-benar sudah mati?”


Tatapan Aron terlihat dipenuhi dengan bayang-bayang putih yang kacau, sekarang dia tidak bisa membedakan apakah dia masih hidup atau sudah mati.


Entah berapa lama berlalu, tubuh Aron sudah diseka hingga bersih oleh Bella.


Bella adalah seorang gadis yang masih perawan, membuang rasa malunya dan menyeka sekujur tubuh Aron.


​Saat itu hari sudah malam dan bulan purnama mulai terlihat.


Bella masih duduk termenung di samping Aron, duduk dengan tenang dan menatap Aron dengan tenang.


Hingga tengah malam, Bella masih belum beranjak!


Angin sepoi-sepoi berhembus dan tiba-tiba cahaya bulan yang lembut menyinari tubuh Aron dari sela sela jendela.


Dantian di dalam tubuh Aron mulai menyatu sementara Inti Emas yang hancur tidak menyatu namun terus berubah, tidak lama kemudian, kepingan Inti Emas yang hancur itu berubah menjadi manusia emas kecil yang menjulang tinggi di atas Dantian Aron.


​Bam…


Aron yang berada dalam keadaan kacau merasakan kilatan cahaya yang tiba-tiba di depan matanya.


Saat dia membuka matanya, dia menemukan cahaya bulan yang lembut menyinari tubuhnya.


Aron sedikit kaget, dia tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu, perlahan-lahan menoleh dan menemukan Bella yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


Sepasang mata Bella sangat merah, jelas sudah menangis sangat lama.


“Kamu sudah pergi, seumur hidup ini saya mungkin tidak akan bisa menyukai pria mana pun lagi.”


“Kamu adalah satu-satunya pria yang pernah membuat hatiku berdebar, juga satu-satunya pria yang membantuku dengan tulus, tanpa bernafsu pada tubuhku.”


“Besok, saya akan menguburkanmu dengan agung dan megah, dan menguburkanmu di Istana Lotus.”


“Kamu tidak perlu khawatir, saya akan menjengukmu setiap hari, dan membakar uang kertas untukmu…”


Bella bergumam pada dirinya sendiri dengan tatapan kosong!


Dia sama sekali tidak menyadari saat ini Aron sudah membuka matanya.


“Kalau kamu begitu menyukaiku, kenapa kamu ingin menguburku hidup-hidup?”


Aron menatap Bella dan tersenyum ringan.


Aron sudah mendengar perkataan Bella dan menyadari kalau mereka mengira dirinya sudah mati.


Sebenarnya Aron sendiri juga mengira dia sudah mati, dan tidak menyangka dia hidup kembali.


Perkataan Aron membuat Bella terkejut dan langsung melompat dari kursi.


Saat dia melihat Aron benar-benar menatapnya dan tersenyum padanya, Bella seketika terdiam.


Setelah beberapa saat, Bella tersadar dan segera melompat ke dalam pelukan Aron.

__ADS_1



__ADS_2