
Para murid Sekte Nirwana yang menyaksikan Leo menghilang di depan mata mereka, tanpa meninggalkan mayat seketika membelalak dan membeku di tempat.
Tidak ada kemarahan yang ada hanya ketakutan, saat ini Aron seperti dewa yang turun dari langit dan mengejutkan orang-orang di Sekte Nirwana ini.
Nely juga membuka mulutnya sedikit, dia tidak menyangka pedang Aron memiliki kekuatan sebesar itu, dan langsung memusnahkan seseorang tanpa menyisakan tulang sedikit pun.
Setelah menyimpan kembali Pedang Naga, Aron menatap Nely yang terkejut dan berkata: “Sudah selesai, Leo sudah mati, kita juga sudah harus pergi…”
Nely mengangguk dan mengikuti Aron berjalan menuju gapura Sekte Nirwana dan orang-orang Desa Poison itu juga mengikuti dari dekat.
Saat lewat di depan para murid Sekte Nirwana, tatapan Aron membuat mereka semua bergegas mundur, jangankan menghalangi, mereka bahkan tidak mempunyai keberanian untuk menatap Aron.
Qron dan Nely tidak kembali ke Desa Poison dan langsung turun gunung, sedangkan Lima Pengurus serta orang-orang dari Desa Poison bersujud dan memohon pada mereka untuk menetap, tapi dua orang itu tidak memiliki niat untuk menetap.
Aron kali ini setuju untuk pergi ke Sekte Nirwana hanya demi mata air spiritual itu, dan sebenarnya hidup dan matinya orang-orang dari Desa Poison ini tidak ada hubungannya dengan dia.
Meskipun Aron tahu kalau Sekte Nirwana tidak akan membiarkan Desa Poison begitu saja, kalau mereka tidak bisa menemukan dirinya mereka pasti akan melampiaskan kemarahan mereka pada Desa Poison, tapi Aron juga tidak memiliki kewajiban untuk membantu Desa Poison.
__ADS_1
Perjuangan sekte memang seperti ini, dalam masyarakat ini yang lemah akan menjadi mangsa yang kuat, hanya kekuatan diri sendiri yang merupakan fondasi terbaik untuk mendapatkan pijakan, kalau mengandalkan perlindungan orang lain, sama sekali tidak akan bisa bertahan.
Kedua orang itu naik pesawat dan terbang menuju Kota Sanur, setelah beberapa hari, Aron sangat merindukan Nuri dan yang lainnya, terutama Aron ingin tahu Tubuh Roh Api milik Nuri akan menjadi seperti apa saat berkultivasi.
Namun saat Aron dan Nely tiba di villa Perumahan Bumi Sejuk, mereka hanya menemukan villa yang kosong melompong, Nuri dan Lina tidak ada di sini.
Aron menelpon mereka berdua tapi mereka tidak bisa dihubungi.
Aron juga menelpon Jhonatan dan Kurniawan untuk menanyakan dimana Nuri dan Lina, tapi kedua orang itu tidak tahu apa-apa dan ini membuat Aron menutup teleponnya.
Setelah mencari sepanjang hari dan tidak menemukan mereka, Aron juga tidak bisa menghubungi Danu, dia berhenti mencari, mungkin saja beberapa orang itu sedang bersama dan tidak akan ada masalah.
Hari ke lima belas bulan ke tujuh akan segera tiba, Aron harus menenangkan diri untuk berkultivasi, dan kebetulan Angela juga secara pribadi mengantarkan satu mobil Batu Spiritual.
Saat Angela melihat Nely dan Aron di villa, dia sedikit heran, karena dia pernah bertemu Nuri dan Lina, tapi disisi Aron kembali muncul seorang wanita cantik, dan tatapan mata Angela sedikit berubah.
“Tidak disangka Tuan Aron adalah seorang pria yang penuh gairah, banyak sekali wanita cantik di sisimu...”
__ADS_1
Angela berkata pada Aron dengan penuh kecemburuan.
“Nona Angela, kamu salah paham, ini hanya temanku...”
Aron tersenyum tidak berdaya.
“Teman? Pria dan wanita lajang berteman, apa kalian tinggal bersama? Kenapa Nona Nuri dan yang lainnya tidak terlihat?”
Angela melihat ke sekeliling villa dan tidak menemukan sosok Nuri dan Lina.
“Mereka keluar untuk mengurus sedikit urusan, mengenai pengantaran Batu Spiritual lain kali serahkan saja kepada orang lain, artis besar sepertimu mengantar secara pribadi, kurang pantas...”
Aron tidak ingin Angela mengantarkan Batu Spiritual kepadanya, dan dia juga tidak ingin menghambat Angela, dia bisa merasakan perasaan Angela kepadanya, tapi Aron tidak memiliki perasaan kepada Angela, jika terus terjerat seperti ini, hanya akan menghambat masa muda Angela.
“Kenapa? Kamu tidak ingin bertemu denganku?” raut wajah Angela berubah menjadi sedikit jelek: “Saya tahu kamu tidak kekurangan wanita di sisimu, tapi baik dari penampilan maupun status, apa saya tidak bisa dibandingkan dengan wanita yang ada di sisimu?”
“Nona Angela, kamu salah paham, bukan itu maksudku!” Aron sedikit canggung, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.
__ADS_1