Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menyelamatkan Nyawamu


__ADS_3

Dan lelaki tua itu meletakkan tangannya di bahu pemuda itu : “Elder, kali ini kamu juga harus merenungi perbuatanmu sendiri, saya sudah berpesan agar kamu tidak terlalu mencolok tapi kamu malah tidak mau mendengarnya, sekarang kamu bertemu dengan jalan buntu bukan?”


Elder tersipu dan dia menundukkan kepalanya karena malu.


Setelah mundur lebih dari sepuluh muter, Aron menstabilkan dirinya dan menyipitkan matanya sambil menatap lelaki tua itu.


Dia tahu kalau dirinya bukan lawan dari lelaki tua itu, karena lambaian tangannya saja sudah tidak bisa ditahan oleh Aron.


“Kalian berencana bertarung dua lawan satu?”


Meskipun Aron tahu kalau dirinya bisa saja kalah tapi dia tidak akan menyerah.


“Nak, kamu salah paham, saya juga tidak mungkin menggertak yang lebih muda dan menindas yang lebih lemah, ini akan merusak reputasi Lembah Pengobatan!” Lelaki tua itu menjelaskan : “Saya adalah Tetua di Lembah Pengobatan, Alpat, dan ini adalah salah satu murid di Lembah Pengobatan kami, Elder, kami berdua tidak sengaja datang ke sini dan tidak bermaksud merebut pil obat yang ada di tanganmu, saya berharap kamu tidak salah paham, tidak tahu siapa namamu, tapi nanti kalau ada kesempatan saya akan kembali mencarimu untuk mendiskusikan tentang alkimia….”


Melihat ketulusan Alfat, Aron berkata : “Nama saya Aron King, meski saya juga mengerti tentang alkimia tapi bukan saya yang membuat pil obat ini….”


Aron tidak membohonginya karena dengan kekuatannya, dia tidak akan bisa meramu ramuan seperti Pil Xisui.


“Oh, saya masih bertanya-tanya, dengan usiamu yang masih sangat muda bagaimana mungkin bisa meramu pil obat yang begitu berkualitas, ternyata bukan kamu yang meramunya….”


Alfat mengangguk dan tertegun sejenak, lalu menatap Aron dengan tidak percaya : “Kamu….kamu bilang siapa namamu tadi?”

__ADS_1


“Nama saya Aron?” Dave tampak bingung dan tidak mengerti kenapa Alfat begitu peduli dengan namanya.


“Aron? Aron yang akan bertarung dengan Dika besok?”


Elder yang berada di sampingnya bertanya dengan bingung.


Aron mengangguk : “Benar, itu saya…”


“Hahaha, benar-benar pahlawan muda, tidak disangka ternyata Aron masih begitu muda, saya tidak akan membohongimu, kedatangan kami berdua ke Kota Sanur kali ini adalah untuk menyaksikan pertandingan itu, saya masih bertanya-tanya siapa Aron yang berani menerima tantangan dari Dika ini, dan saya tidak menyangka bertemu dengannya disini.”


Alfat tertawa dan menatap Aron dengan kagum.


​Elderbaru saja dikalahkan oleh Aron dan hatinya masih merasa tidak puas.


“Bagaimana kamu tahu saya hanya memiliki kekuatan seperti ini? Untuk menghadapimu saya hanya menggunakan sepertiga dari kekuatanku….”


Aron menyeringai saat melihat sikap Elder.


“Kamu…….” Elder seketika marah : “Jangan keras kepala, saya ingin melihat bagaimana kamu akan mati besok….”


“Kamu tidak perlu khawatir bagaimana saya akan mati, ini adalah daerahku, silahkan pergi….”

__ADS_1


Aron berkata dengan dingin.


“Nak, bagaimana kalau kita membuat sebuah kesepakatan?”


Alfat tidak memperdulikan perintah Aron dan tetap bertanya sambil tersenyum.


“Kesepakatan apa?” Aron bertanya sambil menatap Alfat.


“Saya akan menyelamatkan nyawamu, dan kamu memberikan satu pil itu kepadaku…”


Kata Alfat.


Sepertinya Alfar benar-benar memikirkan Pil Xisui yang ada di tangan Aron.


“Kamu menyelamatkan nyawaku?” Aron tampak kebingungan dan tidak mengerti kenapa Alfat mengatakan hal itu.


“Besok kamu akan bertarung melawan Dika, dan kamu pasti akan kalah, kamu sudah membunuh putranya, coba pikirkan apakah dia akan membiarkanmu di arena? Hanya saja saya bisa menyelamatkanmu, asalkan saya turun tangan saya bisa mengalahkan Dika dalam hitungan menit, bukankah itu menyelamatkan nyawamu?”


Alfat menjelaskan.


__ADS_1


__ADS_2