Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aura Yang Menakutkan


__ADS_3

“Sekarang status para Tetua menjadi semakin rendah, Ketua Aliansi selalu memarahi mereka di setiap kesempatan, sepertinya menjadi Tetua juga tidak mudah…”


Salah seorang penjaga lainnya menghela nafas.


“Kamu tidak tahu, Ketua Aliansi sering keluar akhir-akhir ini, setiap kali kembali dia selalu membawa beberapa ahli, semuanya merupakan Master Guru, tidak tahu di mana dia menemukan mereka.”


“Pantas saja para Tetua selalu dimarahi, status mereka menjadi semakin rendah, sepertinya kekuatan memang merupakan prioritas…”


“Tentu saja, saya rasa tidak perlu lama lagi para Tetua dan Dewan akan berganti orang, setelah Ketua Dewan Wiwanto meninggal, bahkan tidak ada yang bisa menggantikannya.”


Di saat kedua penjaga itu sedang asyik mengobrol, tiba-tiba mereka merasakan niat membunuh yang begitu kuat datang dari dekat, tubuh kedua orang itu gemetar dan bergegas menoleh untuk melihat.


Hanya terlihat sesosok yang perlahan-lahan muncul dan berjalan dengan langkah mantap menuju ke Aliansi Seni Bela Diri.


“Berhenti, siapa kamu? Ini adalah wilayah Aliansi Seni Bela Diri, tidak sembarangan orang boleh mendekat…”


Seorang penjaga berteriak pada Aron.


Raut wajah Aron tetap tenang, tidak mengatakan sepatah kata pun dan tetap berjalan masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri.


Hal ini membuat dua penjaga itu kesal pada Aron.


“Berhenti, kalau tidak kami tidak akan segan-segan…”


Salah seorang penjaga lainnya juga berteriak.


Aron baru menghentikan langkahnya dan perlahan-lahan mengalihkan pandangannya ke arah dua penjaga itu.

__ADS_1


Hanya dengan tatapan itu membuat dua orang penjaga itu merasa kedinginan, seolah jatuh ke dalam gua es.


“Saya beri kesempatan kepada kalian, segera enyah…”


Aron berkata dengan dingin.


Dua orang penjaga itu tercengang dan saling menatap lalu bertanya : “Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu menerobos masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri?”


“Aron…”


Aron menyebutkan namanya dengan perlahan.


Saat Aron menyebutkan namanya, dua orang penjaga itu seketika membelalak, tenggorokan mereka terus bergerak dan tidak berhenti menelan ludahnya.


Tubuh mereka tidak berhenti gemetar, bahkan cairan kuning tampak mengalir keluar dari kaki salah satu di antara mereka!


Dua orang penjaga itu tidak berani menghentikan lagi, mereka tidak berani mengatakan apa pun.


Di saat Aron berjalan masuk ke Aliansi Seni Bela Diri dua orang penjaga itu baru tersadar dan segera kabur.


Mereka tahu, tetap berada di sini akan membuat mereka mati tragis!


Aron berjalan masuk ke Aliansi Seni Bela Diri, sepasang matanya melihat sekeliling, dia baru pertama kali berjalan masuk melalui pintu utama secara terang-terangan.


Namun saat Aron melangkah masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri, tiba-tiba terasa aura pembunuh yang begitu kuat!


Aron menyipitkan matanya, dan segera menyebarkan kesadaran spiritual ke dalam Aliansi Seni Bela Diri.

__ADS_1


Namun saat kesadaran spiritual Aron baru saja menyebar, langsung diputus oleh sebuah aura yang sangat mendominasi.


Tubuh Aron tersentak dan segera membuka matanya.


Saat ini raut wajah Aron menjadi sangat jelek dan keningnya mengernyit dengan tenang.


Dia baru saja masuk ke Aliansi Seni Bela Diri kali ini dan merasakan aura yang begitu kuat.


Seolah tidak perlu usaha keras untuk memutus kesadaran spiritualnya.


“Sepertinya Aliansi Seni Bela Diri memang sangat tersembunyi, tidak seperti yang terlihat di permukaan…”


Aron bergumam, namun karena sudah berada di sini, Aron tidak akan mundur!


Dia melangkah lebih dalam ke Aliansi Seni Bela Diri, yang pertama ditemui adalah sebuah halaman yang dipenuhi dengan rumah-rumah kuno, dan setelah melewati sebuah gapura, terlihat sebuah aula besar dengan sejumlah ruangan di kedua sisinya.


Aron berjalan melewati halaman dan tiba di aula utama, namun tidak menemukan satu orang pun, ini membuat Aron merasa aneh.


Aron berdiri di tengah-tengah aula utama, melihat sekelilingnya dan ingin menyebarkan kesadaran spiritualnya tapi pada akhirnya dia menyerah.


Daripada membuang-buang energi spiritualnya bukankah lebih baik berteriak agar Arthur keluar.


Aron percaya jika Arthur pasti tahu dia datang ke sini, Aliansi Seni Bela Diri yang begitu terhormat jika dapat diterobos dengan mudah oleh orang, bahkan tidak ada yang menghentikan, akan terlihat seperti apa.


“Arthur tua bangka, keluar kamu, saya datang untuk meminta kamu menyerahkan orang…”


Aron berteriak sekuat tenaga dan membuat seluruh aula berdengung!

__ADS_1



__ADS_2