Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Manusia Tapi Bukan Manusia


__ADS_3

Keluarga King, Kota Dama!


Naveen menatap putranya, August yang ada di depannya, dengan tatapan rumit.


Tubuh August sudah sangat membusuk, bau busuk terus tercium, jika bukan karena pakaian yang membungkusnya, mungkin akan sangat menakutkan.


Naveen sudah melihat banyak hal dan dia langsung tahu apa yang terjadi pada August.


“August, apa yang sedang terjadi di sini? Di mana Guru Atta?”


Naveen bertanya pada August.


“Ayah, Guruku sudah mencapai dunia akhirat, tapi dia sudah mewariskan semua kekuatannya padaku.”


“Sekarang saya sudah menerobos ranah Master Guru, tidak perlu waktu lama, tidak akan ada orang yang bisa melawanku di seluruh komunitas bela diri di Kota Dama.”


August berkata dengan sangat percaya diri.


Melihat August seperti itu, Naveen merasakan perasaan yang tidak terlukiskan dalam hatinya.


Orang yang ada di hadapannya bisa dibilang sudah bukan putranya, tapi juga iya!


“August, bagaimana kamu bisa dirasuki oleh roh jahat?” Naveen tidak mengerti, ada Guru Atta yang menjaganya, bagaimana August bisa berubah menjadi seperti ini.


​“Ayah, semua ini karena Aron, kalau bukan karena dia bagaimana mungkin tubuhku menjadi lumpuh.”


“Guruku sama sekali tidak bisa menyembuhkan tubuhku, saya tidak ingin menghabiskan seumur hidupku di tempat tidur, saya mau mencari Aron untuk balas dendam, balas dendam…”


“Namun sayangnya Aron sudah mati, saya tidak bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri, ini adalah penyesalan terbesarku!”


Kilatan tajam bersinar di mata August, dia sangat ingin membuat Aron merasakan bagaimana rasanya dilumpuhkan.


“Aron tidak akan mati semudah itu!”

__ADS_1


Naveen berkata dengan ringan.


“Apa? Lantas Aron belum mati? Tapi Ketua Arthur mengatakan dia sudah membunuh Aron secara langsung.”


August tampak terkejut.


“Dia pasti masih hidup, rahasia tubuhnya tidak diketahui oleh banyak orang, dan saya adalah salah satunya.”


Naveen menyipitkan matanya dan berkata dengan ekspresi khawatir.


“Baguslah kalau begitu, Aron belum mati maka saya bisa melumpuhkan dia dengan tanganku sendiri.”


August berkata dengan raut wajah bersemangat.


Dia merasa senang karena Aron belum mati, tapi Naveen malah tampak khawatir.


“August, ada satu hal lagi yang tidak kamu ketahui, saya akan memberitahumu…”


Dia akan memaksa roh jahat itu untuk keluar dari tubuh August, walau August harus menjadi lumpuh itu juga tetap putranya, sekarang yang tersisa dari August hanyalah tubuhnya.


Sekarang August masih dapat mengendalikan pikiran dan otaknya, saat roh jahat itu menjadi semakin kuat, roh jahat itu akan mengambil alih pikiran August dan pada saat itu kendali atas tubuh August akan berada di tangan roh jahat itu.


Naveen tidak ingin putranya menjadi tidak seperti manusia dan hantu


“Ayah, apa yang kamu lakukan?”


Naveen terkejut dan melangkah mundur secara naluri.


​Namun baru melangkah mundur satu langkah, tatapan mata August tiba-tiba berkilat dengan cahaya dan auranya seketika mengalami perubahan.


“Dasar tua bangka, kamu ingin menyakitiku…”


Suara tua dan aneh keluar dari mulut August, diikuti dengan tangan August yang mengering dan mencengkeram ke arah Naveen.

__ADS_1


Naveen mengulurkan tangannya untuk menangkis, dia juga tidak berani menggunakan seluruh kekuatannya, dia takut akan melukai tubuh August.


Namun pada saat Naveen mengulurkan tangannya untuk menangkis, tangan August yang lainnya langsung mencekik leher Naveen!


Perasaan tercekik langsung menjalar ke kepala Naveen.


​“Hari ini, saya akan mengambil kekuatanmu dan menyerapnya…”


Sambil bicara, August meletakkan tangannya di atas kepala Naveen, tidak lama kemudian, Naveen merasakan kekuatan di dalam tubuhnya terkuras dengan cepat!


“Hentikan, hentikan…”


August tiba-tiba melepaskan Naveen, dan berusaha keras untuk melawan sambil berteriak.


Ini adalah perjuangan August untuk berjuang mengendalikan tubuhnya dengan melawan roh jahat yang ada di dalam tubuhnya.


“Kalau kamu berani menyakiti ayahku, saya akan bunuh diri dan mati bersama denganmu…”


August mengancam roh jahat itu dengan keras.


​Tidak lama kemudian, roh jahat itu terdiam, August menatap Naveen : “Ayah, kamu tidak apa-apa?”


Naveen melihat August yang ada di depannya dan menghela nafas berat.


“August, kamu tidak perlu khawatir, saya pasti akan mengembalikanmu seperti semula.”


Setelah selesai bicara, Naveen berbalik menuju ke ruangan rahasia Keluarga King.


Dia akan memaksa Intan, dia harus mengetahui rahasia yang ingin diketahui!


Karena sekarang, rahasia ini bukan hanya tentang hidup dan mati Keluarga King, tapi juga berhubungan dengan nyawa August.


__ADS_1


__ADS_2