Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lari ketakutan


__ADS_3

Pada saat ini Hendy dan Falcon seketika tercengang, dan menatap pemandangan di depan mereka dengan tercengang, mereka tidak mengerti bagaimana bisa ada seekor ulat yang terbang keluar dari mulut seseorang yang sudah koma selama satu tahun lebih?


Sedangkan mereka tidak tahu apa ulat boneka yang dimaksud oleh Febri, dan tidak mengerti sama sekali!


Febri yang melihat Hendy dan Oyong masih tidak bergerak kembali berteriak : “Lari, cepat lari….”


Febri tahu kalau dia tidak akan bisa bertahan lama, dan ulat boneka ini adalah ulat beracun yang paling terkenal di Desa Poison, ulat itu bisa mengendalikan pikiran orang, dan membunuh orang yang sedang dia kendalikan setiap saat!


Semakin besar ulat boneka akan semakin sulit ditangani, sedangkan ulat boneka yang sedang dihadapi oleh Febri berukuran sebesar kepalan tangan seorang anak kecil, dan apabila bisa mengendalikan ulat boneka sebesar itu, pasti bukan orang biasa di Desa Poison.


Meskipun Febri tidak tahu siapa orang di Desa Poison yang berani mengendalikan putra seorang pemimpin seperti Hendy dengan ulat boneka, tapi pihak lawan pasti seseorang yang berkuasa dan tidak takut pada status Hendy!


Melihat Febri kembali berteriak, Hendy dan Oyong tersadar lalu bergegas berlari keluar.


Febri yang melihat dua orang itu berlari keluar segera menghindar dan bergegas berlari keluar, dan menutup pintu kamar dengan rapat!


Setelah menutup pintu kamar, Febri baru menyadari kalau sepasang kakinya gemetar dengan hebat dan tubuhnya sudah basah oleh keringat!


“Pemimpin…..”


Eddyt yang melihat Hendy berlari dengan panik bergegas menghampirinya!

__ADS_1


“Tidak masalah, kamu masih belum pergi?” Hendy yang melihat Eddyt masih berada di sana sedikit heran.


“Pemimpin, Tuan Aron sudah mengatakan kalau Febri tidak akan bisa menyembuhkan penyakit putramu, dan berkata kalau kalian akan keluar dalam sepuluh menit dan memohon kepadanya, dan sekarang kalian sudah keluar!”


Eddyt berkata pada Hendy.


Pada saat ini Hendy memperhatikan Aron yang sedang duduk di sofa sambil minum teh, hanya saja saat ini Hendy tidak ingin menegur Aron, dia lebih mengkhawatirkan keadaan putranya sendiri!


“Guru Febri, apa yang terjadi pada putraku? Ulat apa itu sebenarnya, kenapa dia bisa keluar dari mulut putraku? Cepat selamatkan putraku, ya?”


Hendy menghampiri Febri dan bertanya padanya.


Febri terlihat serba salah, seluruh wajahnya berkerut dan terlihat sangat jelek, tadi dia sudah membual, kalau sekarang dia bilang dia tidak bisa menyelamatkannya, bagaimana mungkin Hendy akan membiarkannya pergi?


Aron yang duduk di sofa angkat bicara.


Hendy menoleh pada Aron, meskipun dia tidak terlalu percaya pada Aron karena usianya yang masih begitu muda, tapi sampai saat seperti ini dia tidak bisa tidak percaya dan bertanya pada Aron : “Tuan Aron bisa menyelamatkan putraku?”


“Saya sudah mengatakan sejak awal saya bisa menyelamatkannya, tapi kamu tidak percaya!”


​Aron berkata dengan ringan.

__ADS_1


Perkataan itu seketika membuat Hendy merasa canggung, seolah-olah dia baru saja mengecap lima rasa sekaligus dan tidak tahu cara menggambarkannya.


“Tuan Aron, pemimpin juga ditipu oleh Febri, saya berharap kamu tidak akan perhitungan dengannya, tolong turun tangan dan selamatkanlah putranya!”


Eddyt takut Aron akan marah karena masalah tadi dan dia tidak mau turun tangan membantu, jadi dia segera membujuknya.


“Baiklah!” Aron meletakkan cangkir tehnya di samping dan berdiri.


“Bocah, berpura-pura apa kamu, apa kamu tahu apa yang ada di dalam tubuh putra pemimpin? Dia tidak seperti katamu yang mengalami gangguan pikiran dan mengalami keterkejutan.”


Melihat Aron benar-benar hendak masuk ke dalam, Febri menghalanginya.


“Bukankah hanya seekor ulat boneka kecil? Bisa membuatmu ketakutan hingga seperti itu, dan kamu merasa pantas disebut sebagai ahli sihir nomor satu di Futuwa, saya rasa kamu lebih cocok dipanggil ahli penipu nomor satu di Futuwa.”


Aron menyeringai dan tersenyum penuh penghinaan.


Ketika Febri mendengar ucapan Aron, dia menjadi sangat marah : “Hanya seekor ulat boneka kecil? Nanti setelah kamu melihat ulat boneka itu bukan lagi ulat boneka yang kecil, itu adalah ulat paling beracun di Desa Poison, dia bisa mengendalikan pikiran orang dan kalau kamu masuk seperti ini ke dalam sana, kamu akan segera menjadi boneka….”


Aron tersenyum dan mengabaikan Febri, dia sudah membunuh ratusan ekor ulat beracun di Lembah Ilusi, mana mungkin dia tidak mengetahui hal ini, ulat boneka yang begitu menakutkan di mata orang lain, hanya seperti ulat biasa di mata Aron.


Tapi saat Aron hendak membuka pintu kamar, Febri ketakutan setengah mati dan bersembunyi di belakang Aron, seorang ahli sihir nomor satu di Futuwa sekarang menjadi seperti ini, sungguh konyol!

__ADS_1



__ADS_2