
Roy hanya berani meminta Tronton untuk melumpuhkan Mars, dia tidak berani membunuh Mars karena dia tahu kalau dia benar-benar membunuh Mars, sepertinya Keluarga Darminto akan bertarung dengan Keluarga Bara dengan cara apapun, dan pada saatnya kalau mereka bertarung hidup atau mati, bukankah itu akan membuat keluarga lain di Kota Dama memiliki kesempatan untuk maju dengan lebih baik!”
“Tidak masalah!” Tronton mengangguk!
Setelah berbicara, sosoknya menghilang dalam sekejap dan muncul di hadapan Mars!
Mars tercengang, dan sebelum dia bisa bereaksi, Tronton sudah menghantam tangannya, dan langsung membuatnya terhempas!
“Grand master…….”
Mars menatap Tronton dengan kaget, dia tidak menyangka Roy akan membawa seorang Grandmaster, kalau tahu sejak awal, Mars juga akan membawa master dari keluarganya!
“Bocah kecil, sekarang pulanglah ke Keluarga Darminto-mu dengan patuh, tidak perlu terlibat dengan urusan disini!”
Setelah berkata, tatapan Tronton tertuju pada Nuri dan Lina : “Dua gadis kecil, Paman Tronton datang, tenang saja, saya akan sangat lembut!”
Melihat Tronton seperti itu, Nuri dan Lina sama-sama pucat karena ketakutan dan keduanya meringkut bersama!
“Nona Yuki, Nona Elly, cepat lari……”
Lyla yang melihat ini segera melayangkan tinjunya ke arah Tronton, dan meminta Nuri serta Lina untuk segera kabur, dia tahu kalau dia bukan lawan Tronton, dan tidak bisa menghentikannya!
“Hm, kamu terlalu tua, saya tidak suka!” menghadapi serangan Lyla, Tronton mendengus dan menerbangkan Lyla dengan lambaian tangannya!
Nuri dan Lyla belum sempat melarikan diri, Tronton sudah berdiri di hadapan mereka dalam sekejap mata!
“Dasar bajingan tua…….”
__ADS_1
Lila mengamuk, dia menggertakkan giginya dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk memukul Tronton!
Bam……
Lina juga pernah berlatih, tapi memukul Tronton bagaikan memukul plat besi, dan pukulan itu membuat tangannya mati rasa, sedangkan Tronton seolah tidak merasakan apapun!
“Hahaha, seperti menggelitik, kamu terlalu lemah!”
Tronton berkata sambil meraih pergelangan tangan Lina, lalu menarik dengan ringan dan membuat Lina jatuh ke dalam pelukannya.
“Bajingan, lepaskan saya……”
Lina berusaha keras untuk melepaskan diri!
“Paman Tronton, apakah kamu bisa menyisakan wanita ini untukku, dia adalah mantan calon istriku dulu, Lina!”
Roy melihat Tronton yang hendak bertindak pada Lina bergegas berteriak.
Tronton yang mendengarnya ragu-ragu sejenak, lalu akhirnya melemparkan Lina kepada Roy : “Baiklah, yang ini untukmu, sisanya untukku!”
Setelah Tronton berbicara, dia menatap ke arah Nuri yang terlihat pucat dan gemetaran, lalu meraihnya!
“Ah……….”
Nuri berteriak ketakutan dan menutup matanya!
Namun pada saat Tronton hendak menangkap Nuri, Liontin Giok yang dikenakan oleh Nuri tiba-tiba memancarkan sinar merah dan aura yang luar biasa langsung menyerang ke arah Tronton, tatapan Tronton penuh kengerian dan mundur secara naluriah, namun tetap saja terlambat, dan langsung terlempar karena terkena cahaya merah itu dan terjatuh dengan keras ke tanah!
__ADS_1
“Paman Tronton…….”
Roy yang melihat ini segera menyerahkan Lina kepada bawahannya dan membantu Tronton berdiri!
“Kekuatan yang menakutkan……”
Tronton terkejut!
“Paman Tronton, wanita itu mengenakan benda pusaka dari Keluarga Timoti, saat itu saya juga terluka oleh senjata pelindung diri itu!”
Roy menjelaskan pada Tronton!
“Ternyata memang barang bagus, sepertinya untuk bisa mendapatkan benda itu kita harus memikirkan tindakan pencegahan lain!”
Tronton mengangguk lalu melanjutkan : “Ayo pergi, sepertinya Aron memang sedang tidak disini, setelah dia pulang, saya akan membalaskan dendammu, lalu memikirkan cara untuk mendapatkan senjata spiritual itu!”
Roy hanya bisa mengangguk, Aron tidak disini, dan sekarang mereka juga tidak bisa mendapatkan senjata spiritual itu, jadi mereka hanya bisa pergi dulu!
Namun, perjalanan kali ini tidak terbilang sia-sia, setelah menangkap Lina, Roy memikirkan bagaimana dia akan bersenang-senang setelah pulang nanti!
“Kalian lepaskan Lina……”
Nuri melihat Roy ingin membawa Lina pergi dan bergegas berteriak!
Roy mencibir : “Kalau ingin saya melepaskannya, minta Aron untuk datang dan bersujud memohon ampun padaku, mungkin saya akan berbelas kasih, ingat, kami akan menunggunya di Penginapan Kriss!”
Setelah berkata, Roy membawa Lina pergi.
__ADS_1
Pada saat ini, Aron yang sedang berkultivasi di villa Keluarga Galang di Kota Honru merasakan Liontin Giok di tubuh Nuri yang diaktifkan, dan seketika tubuhnya bergetar, dan matanya yang belum dibuka selama tiga hari tiba-tiba terbuka!
Aron mengernyitkan keningnya, dan wajahnya sedikit cemas, dia menatap tumpukan Batu Spiritual yang seperti bukit di hadapannya hanya tersisa sedikit, dan kekuatan Aron tidak meningkat banyak, begitu banyak Batu Spiritual hanya membuat dia mencapai tahap lima, awalnya Aron mengira dia bisa mencapai Tahap Puncak, sepertinya, peningkatan kekuatannya membutuhkan energi yang banyak.