Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Baga Kabur


__ADS_3

“Jika kalian hanya bajak laut dan tidak menyakiti siapa pun, saya juga ingin mengampuni kalian, tapi kalian adalah Kultivator Iblis, yang sudah membunuh banyak orang dengan sadis, menurutmu bagaimana bisa saya mengampunimu?”


Aron bertanya sambil menatap Baga dengan dingin.


“Tuan Aron itu fitnah, kami bukan Kultivator Iblis kami hanya diburu oleh musuh dan tidak punya pilihan lain selain lari ke pulau terpencil ini…”


“Saya tidak pernah membunuh satu orang biasa pun, mohon Tuan Aron mengampuni saya…”


Baga mulai meneriakkan ketidakadilan.


“Kamu mengatakan saya memfitnahmu?” Aron menyipitkan matanya lalu berkata : “Kamu ikut denganku, saya rasa kamu tidak akan mengaku sebelum putus asa…”


Aron berkata lalu berjalan lurus ke arah barat daya.


Baga mengikuti di belakang dengan anak buahnya, melihat arah yang dituju oleh Aron, hatinya mulai panik.


Karena di arah itu, sangat banyak mayat dan tengkorak yang terkubur di tempat itu.


Hanya saja Baga tidak mengerti bagaimana Aron bisa mengetahuinya?


Dengan perasaan waspada, Baga mengikuti Aron ke tempat di mana mayat dan tengkorak-tengkorak itu dikubur.


Aron mengibaskan tangannya dan dalam sekejap dua orang bajak laut tersedot ke hadapannya dengan kekuatan yang kuat.


“Ini tempatnya, kalian berdua, gali tempat ini…”


Aron berkata kepada dua bajak laut itu.


Kedua bajak laut menoleh menatap Baga, mereka harus mendengar perintah dari Baga.


Di saat dua bajak laut itu ragu-ragu, Aron langsung mengibaskan tangannya!


Kedua bajak laut itu bahkan tidak sempat bereaksi dan kepala mereka seketika meledak.

__ADS_1


Metode berdarah Aron ini membuat semua bajak laut itu menjadi panik!


“Kalian berdua, kemari dan gali…”


Aron lalu menunjuk ke arah dua bajak laut lainnya.


Kali ini, kedua bajak laut itu tidak berani ragu-ragu dan mulai menggali dengan putus asa.


Dalam waktu singkat, mayat dan tengkorak mulai muncul satu per satu dan masih ada banyak tengkorak yang digali.


Hawa Yin yang pekat seketika membuat suhu di sekitar mereka menjadi jauh lebih dingin.


Melihat tengkorak-tengkorak yang digali itu membuat keringat dingin di kening Baga tidak berhenti mengalir.


​“Apakah masih ada yang ingin kamu katakan?”


Aron menatap Baga dengan dingin, matanya seperti batu obsidian yang memancarkan cahaya sedingin es, membuat orang merasakan tekanan yang tidak berkesudahan.


Baga terbata-bata dan tidak tahu harus berkata apa.


“Kalian para Kultivator Iblis memang pantas mati, sudah berapa banyak orang yang mati di tangan kalian? Lihat semua tulang-tulang putih ini, bahkan ada anak-anak di antara mereka…”


Aron meledakkan niat membunuh dari tubuhnya dan perlahan-lahan berjalan ke arah Baga.


Baga terus bergerak mundur, hingga pada akhirnya kilatan dingin melintas di matanya dan dia meraih Bloody yang ada di sisinya lalu melemparkannya ke arah Aron.


Aron melambaikan tangannya.


Bam!


Tubuh Bloody meledak di udara dan seketika menyemburkan darah segar.


Baga menggunakan kesempatan ini untuk melompat lalu terjun ke dalam laut.

__ADS_1


Selama bertahun-tahun hidup di pulau ini, Baga sudah mengembangkan kemampuan di dalam airnya dengan sangat baik.


Melihat Baga yang melompat masuk ke dalam laut, Aron tidak mengejarnya.


Di lautan yang luas ini, dia tahu walau Baga melompat ke dalam laut, dia juga tidak akan bisa melarikan diri.


Tanpa perahu, mustahil baginya untuk kembali ke daratan.


Aron menoleh melihat ke arah para bajak laut yang tersisa.


Melihat Aron menatap mereka, para bajak laut itu tiba-tiba merasa ketakutan dan kemudian ingin mencoba untuk melarikan diri.


Namun pulau kecil itu hanya sebesar itu, mereka bisa lari ke mana?


Sepasang telapak tangan Aron bersinar dengan cahaya keemasan, dan cahaya keemasan itu seketika melonjak dan membuat tekanan yang tidak berujung menyelimuti seluruh pulau kecil itu.


Tanpa gerakan apa pun, namun para bajak laut yang hendak melarikan diri itu mulai mengeluarkan darah dari semua lubang di tubuh mereka.


Mereka sama sekali tidak bisa menahan tekanan yang diledakkan oleh Aron.


Semua bajak laut yang ada di pulau itu mati di tangan Aron.


Namun saat Aron melihat ke arah laut, dia menyadari Baga sudah tidak terlihat lagi!


“Mungkinkah orang itu sudah mati tenggelam?”


Aron mengernyitkan keningnya.


Dengan kekuatan seorang Grand Master, tidak mungkin dia bisa mati tenggelam dengan mudah.


Di saat Aron bertanya-tanya, tiba-tiba ombak setinggi beberapa meter meledak dan membuat seluruh pulau terguncang oleh ombak besar itu.


__ADS_1


__ADS_2