Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bibit Bagus


__ADS_3

“Hm, itu karena kamu tidak cukup menarik, Aron memang orang cabul, kalau tidak kenapa pakaian kakakku bisa menjadi seperti itu?”


Elen mendengus dingin pada Lina.


Lina yang mendengar Elen mengatakan dirinya tidak menarik juga tidak peduli lagi dengan rasa canggungnya, dia seketika menjadi marah dan berkata: “Siapa bilang saya tidak menarik? Kalau tidak percaya coba tanya saja pada Aron, siapa di antara kita yang menarik...”


Perkataan Lina sontak membuat beberapa wanita itu menjatuhkan pandangan mereka pada Aron, dan membuat Aron seketika menjadi panik.


Merasakan tatapan para wanita itu, wajah Aron penuh ketidakberdayaan, dia hanya bisa menatap Danu dengan tatapan meminta bantuan, dan berharap Danu bisa membantunya.


Danu terkekeh, hanya saja melihat penampilan Danu yang kasihan, dia bangkit berdiri dan berkata: “Elen, kamu jangan bicara sembarangan, Aron tidak melakukan apapun pada kakakmu, dia ini masih seorang bocah dan tidak pernah menyentuh wanita sama sekali, bagaimana mungkin dia menyentuh kakakmu...”


Mendengar perkataan Danu, Elen menatap Aron dengan sedikit heran.


Karena Aron tinggal bersama Nuri dan juga Lina, berada di dekat dua wanita seperti ini pria manapun tidak akan mungkin bisa menahan diri, tidak disangka Aron ternyata tidak melakukan apapun.


“Pantas saja kamu bisa melawan teknik pesona, ternyata kamu tidak bisa ya...”


Kata Elen dengan sedikit sarkasme di matanya.


Perkataan itu membuat Aron marah, dia benar-benar ingin menghabisi Elen secara langsung, agar dia tahu sebenarnya dirinya bisa atau tidak.

__ADS_1


Hanya saja di depan begitu banyak orang Aron hanya bisa menahan amarahnya dan tidak mengatakan apapun.


Akhirnya semua orang menjadi tenang dan Yuki menatap Danu lalu bertanya pada Aron: “Aron, siapa dia?”


Nuri belum pernah bertemu dengan Danu, jadi dia tidak mengenalnya.


“Oh, saya lupa memperkenalkan dia adalah Paman Danu, kalau bukan karena dia sepertinya saya tidak akan bisa pulang dari Kota Dama dan bertemu denganmu, lalu Cermin Perunggu Pelindung Jiwa, Pil Pengawet Esensi, juga diberikan oleh Paman Danu.”


Aron bergegas memperkenalkannya pada Nuri.


Nuri yang mendengarnya bergegas tersenyum pada Danu dan berkata: “Halo Paman Danu...”


“Iya, sudah makan...” Nuri menganggukkan kepalanya.


​“Kemarilah, saya akan mengajarimu satu set teknik latihan, saat kamu senggang kamu bisa mempraktekkannya sendiri, bisa berhasil atau tidak itu tergantung pada keberuntunganmu sendiri...”


Danu melambaikan tangannya pada Nuri.


Nuri bergegas menghampiri, sedangkan Danu meletakkan tangan kanannya tepat di atas kepala Nuri.


Gelombang kekuatan spiritual memasuki kepala Nuri dari tangan kanan Danu, Nuri merasa pikirannya kosong, dan hanya ada empat kata satu set teknik latihan yang terus terlintas di benaknya.

__ADS_1


Setelah sepuluh detik, Danu menarik tangannya sedangkan Nuri membelalak kaget.


Karena dia tanpa sadar menemukan ada begitu banyak hal di dalam pikirannya.


Ini sangat luar biasa.


Andai saja dia bisa menanamkan pengetahuan ke dalam otaknya dengan cara seperti ini saat masih sekolah, bukankah dia akan menjadi jenius?


​Melihat ekspresi kaget Nuri, Danu tersenyum: “Coba kamu ikuti saja apa yang dikatakan oleh teknik latihan, cobalah sendiri...”


“Iya!” Nuri bergegas duduk di sofa dan tanpa sadar menutup sedikit matanya, lalu mulai mengatur pernafasannya sesuai dengan teknik latihan.


Saat nafas Nuri menjadi semakin lemah, energi spiritual yang ada di sekitar Nuri mulai masuk ke tubuhnya secara perlahan.


“Ternyata memang bibit yang bagus...”


Danu melihat Nuri yang baru mulai latihan dan bisa merasakan keberadaan energi spiritual dan menyerapnya ke dalam tubuhnya merasa tidak percaya.


Namun segera, semua orang menyadari kalau nafas Nuri menjadi semakin lemah sedangkan wajahnya mulai memerah dan seluruh kulit di tubuhnya mulai menjadi merah menyala.


__ADS_1


__ADS_2