Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mari kira Akhiri


__ADS_3

Tubuh August memancarkan cahaya hitam dan melayangkan tamparannya pada Aron.


Saat ini kekuatan August sudah hampir mencapai puncaknya, energi yang menakutkan itu membuat seluruh istana berdengung.


Aron mendengus dingin : “Hanya kamu sendiri, sama sekali bukan lawanku, sebaiknya kalian menyerang bersama.”


Meskipun Aron mencemooh August tapi sepasang matanya penuh dengan keseriusan, cahaya keemasan di tubuhnya tidak berhenti meningkat dan sisik-sisik emas menutupi seluruh tubuhnya.


Di saat Aron mengaktifkan Tubuh Emas tak terhancuran, mata dari patung duyung yang ada di singgasana itu seketika berkilat dengan cahaya!


Dapat terlihat bahwa duyung itu sangat bersemangat setelah melihat sisik-sisik di tubuh Aron.


Hanya saja tidak ada orang yang menyadari perubahan pada mata duyung itu, tatapan mereka semua tertuju pada Aron dan August.


Bam!


Suara ledakan keras terdengar, Aron dan August saling menghantamkan tinjunya dan bertabrakan, gelombang energi yang berpusat pada kedua orang itu seketika menyebar ke segala arah.


Banyak orang yang memancarkan aura mereka untuk menangkis gelombang energi ini, dan ada sebagian yang terjatuh ke dalam formasi sihir singgasana, lalu diserap oleh duyung itu dengan cepat.


Kekuatan serangan Aron kali ini secara mengejutkan seimbang dengan August!


“hahaha, Aron, sekarang kekuatan di dalam tubuhmu sudah kosong, pasti kamu belum sembuh sepenuhnya dari cederamu, hari ini kamu tidak akan bisa kabur…”


Arthur melihat kekuatan Aron yang jelas menurun drastis menduga bahwa Aron belum pulih dari cederanya dan menyebabkan dia seperti ini.

__ADS_1


Karena saat Aron terjatuh ke dalam laut, dia sudah terluka parah, dalam waktu beberapa hari yang singkat Aron tidak mungkin bisa sepenuhnya pulih.


August juga merasa kekuatan di dalam tubuh Aron berkurang dan seketika menjadi percaya diri!


“Aron, kali ini, mari kita akhiri dengan nyata…”


August berkata lalu kepalan tinjunya menjadi berat, kabut hitam menyelimuti tinjunya lalu melayangkan serangkaian serangan dengan kekuatan yang menghancurkan ke arah Aron!


Aron mengernyitkan keningnya, dia tidak takut dan mengerahkan seluruh kekuatan spiritual di dalam Dantiannya, kekuatan Naga Ilahi juga menyelimuti tangannya lalu melayangkan tinjunya dengan keras!


Dua orang itu mulai bertarung di dalam istana dan setiap pukulan membuat gelombang energi yang besar menyebar ke sekeliling!


Patung duyung itu menyerap sebagian energi ini dengan rakus dan patung itu perlahan-lahan mulai retak!


Wenny yang bersembunyi di balik singgasana memperhatikan pertarungan Aron dengan hati-hati, dan tidak menyadari patung duyung di depannya sudah berubah.


Keduanya sudah bertarung puluhan pukulan dan tubuh mereka berlumuran dengan darah dan terluka parah, tapi belum ada pemenangnya!


Kening Aron dipenuhi dengan keringat dingin, nafasnya terengah-engah dan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya sudah hampir habis!


August juga tidak lebih baik, aura hitam yang memancar dari tubuhnya perlahan-lahan menjadi lemah.


“Sudah, tidak ada waktu untuk bermain-main lagi, sudah harus diakhiri…”


Pada saat ini Arthur bangkit berdiri, dia tidak ingin August dan Aron bertarung lagi, itu sama saja dengan menghabiskan waktu!

__ADS_1


“Aron, apakah kamu punya kata-kata terakhir untuk pacarmu?”


Arthur menatap Aron dan menunjukkan senyuman penuh kemenangan.


Aron yang mendengar Arthur membahas Yuki seketika tatapan matanya penuh dengan niat membunuh.


Dan Arthur memang sengaja memprovokasi Aron, dia tahu bahwa kelemahan Aron adalah pacarnya sendiri jadi sengaja mengatakan hal seperti ini.


“Saya punya kata-kata terakhir, kata-kata terakhirku adalah…mengirimmu ke neraka…”


Aron berteriak marah lalu mengerahkan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya dan melayangkan tinjunya ke arah Arthur.


Pupil mata Arthur menyusut lalu menyambut pukulan yang dahsyat itu, sekarang Aron sudah berada di ujung tanduk jadi Arthur sama sekali tidak takut!


Bam!


Aron terlempar oleh pukulan itu dan menghantam tanah dengan keras, darahnya tidak berhenti mengucurkan darah!


Arthur menyeringai : “Matilah…”


​Arthur melompat dan ujung kakinya tiba-tiba bersinar dengan cahaya, tendangannya langsung mengarah ke wajah Aron.


“Kak Aron…”


Wenny yang melihat itu juga bergegas melompat dari balik singgasana dan menghadang di depan Aron.

__ADS_1



__ADS_2