Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Manik manik kayu


__ADS_3

“Kamu……..” Boyca membelalak dan tulang-tulangnya bergemeretak, kalau Eddyt dan Basri tidak di sini dia pasti sudah turun tangan!


“Bocah, kamu punya nyali, kita lihat saja kedepannya!” setelah berkata, Boyca membawa pria tua itu berbalik dan memasuki salah satu ruangan di dalam aula!


“Tuan Aron, cukup beri arahan, di Kota Dama, Keluarga Darmanto akan berusaha melakukan semua yang terbaik untuk melindungi Tuan Aron…..”


​Basri berkata dengan tegas!


Aron tersenyum dan menganggukkan kepalanya!


Aron mengikuti Basri masuk ke ruangan lain di dalam aula, hanya saja hanya Aron dan Basri yang boleh masuk, sisanya ditahan di luar.


Setelah masuk ke dalam ruangan itu, terlihat ada beberapa barang antik di dalamnya, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit namun energi spiritual yang ada di dalam lebih melimpah, ini membuktikan kalau barang-barang antik ini memang berusia lebih tua dari yang ada di luar!


Dan di tengah ruangan, ada sebuah Meja Delapan Dewa, dan meja itu dikelilingi oleh Kursi Taishi, dan ada dua orang yang sedang duduk di sana, salah satunya adalah pria paruh baya yang berkacamata, dan disebelahnya ada seorang lelaki tua yang memiliki aura yang luar biasa, seperti seorang dewa!

__ADS_1


“Tuan aron, ini adalah pengusaha dari Negara Futuwa, Oyong, di sampingnya adalah ahli sihir nomor satu di Futuwa, Febri, kali ini saya mendengar kalau Oyong membawa sebuah senjata sihir kuno, jadi dia juga mengundang Febri, orang yang bisa masuk ke dalam ruangan ini hanya beberapa keluarga besar di Kota Dama, orang lain sama sekali tidak berhak!”


Basri memperkenalkan kepada Aron dengan suara rendah!


Aron mengangguk lalu melihat tidak banyak orang yang duduk mengelilingi Meja Delapan Dewa itu, dan setiap orang membawa seorang master di samping mereka, sepertinya mereka diundang untuk mengidentifikasi keaslian dan kemampuan dari senjata ajaib, Boyca juga membawa lelaki tua itu duduk di dalam!


Basri membawa Aron duduk di seberang Boyca disamping Basri ada seorang lelaki tua yang berambut perak yang mengenakan kemeja putih, tubuhnya terasa sedikit dingin, dan matanya setengah tertutup!


“Tuan Aron, ini adalah Master Rahman yang saya undang khusus untuk membantu saya mengindentifikasi…..” Basri memperkenalkan pada Aron, lalu berkata pada Master Rahman : “Master Rahman, ini adalah Tuan Aron….”


Master Rahmani itu tidak menghiraukan Basri dan tidak melirik Aron, dia berkata dengan acuh tak acuh : “Kepala Keluarga Keluarga Darmanto tidak percaya padaku ya, sampai harus membawa orang lain?”


Basri bergegas menjelaskan!


Meskipun Aron adalah seorang kultivator, tapi Basri merasa Aron tidak mungkin paham tentang senjata ajaib, dan bisa melebihi pengalaman seorang master yang sudah lama menggeluti bidang barang antik seperti ini.

__ADS_1


“Hm!” mendengar penjelasan Basri, Master Rahman itu mengangguk kecil.


Pengusaha dari Futuwa, Oyong duduk di kursi utama dan melirik Aron lalu menarik kembali tatapannya dan berkata : “Hadirin semuanya, kita semua bisa dibilang merupakan teman lama, jadi saya juga tidak akan sungkan-sungkan lagi, kali ini saya membawa beberapa senjata ajaib, dan satu di antaranya merupakan senjata yang dibuat langsung oleh Tuan Febri sendiri, senjata itu bisa mengusir roh jahat, dan memperpanjang usia….”


Setelah Oyong selesai bicara, ada seorang yang melangkah maju dan meletakkan beberapa kotak kayu, jelas di dalam itu adalah senjata ajaib yang dibicarakan oleh Oyong!


Tatapan semua orang melekat pada beberapa kotak kayu itu, dan sangat penasaran benda pusaka seperti apa yang ada di dalamnya, dan senjata ajaib itu dibuat langsung oleh master feng shui nomor satu di Futuwa, pasti bagus!


Melihat semua orang menatapnya dengan menarik, Oyong tersenyum : “Masih sesuai aturan lama, harga yang paling tinggi yang akan mendapatkannya, kalau kalian tidak membuka harga, saya akan membawanya ke pelelangan di luar, karena kita semua sudah berhubungan lama, maka barang bagus ini saya bawa untuk kalian pilih terlebih dulu!”


“Bos Oyong, kami sudah tahu peraturannya, kamu keluarkan dulu barangnya untuk kami lihat!”


Salah seorang di antara mereka mendesak.


Oyong mengangguk lalu membuka kotak kayu pertama, saat kotak itu dibuka ada ledakan hawa sejuk yang melanda dan kemudian seluruh ruangan merasakan sedikit kesejukan, dan membuat semua orang mulai bersemangat!

__ADS_1


Di dalam kotak kayu itu terlihat sebuah manik manik kayu berwarna hitam yang terlihat sangat biasa, bahkan tidak berkilau, kalau bukan karena hawa sejuk yang dirasakan saat kotak kayu itu dibuka tadi, mungkin tidak ada orang yang menyangka kalau mutiara itu adalah senjata ajaib!



__ADS_2