Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Robi Menyiapkan masalah besar untuk Aron


__ADS_3

Kalau Nuri tidak ikut dengannya, maka dia tidak mungkin ditangkap oleh orang-orang Aliansi Seni Bela Diri.


“Apakah saya boleh ikut bersamamu? Kalau tidak saya akan selalu mengkhawatirkanmu!”


Lina ingin ikut bersama dengan Aron.


“Tidak boleh, kalau kamu berada di sisiku, akan sangat berbahaya, saya tidak punya tenaga untuk melindungimu.”


“Kamu juga harus meluangkan waktu untuk melatih kekuatanmu sendiri, setelah kekuatanmu cukup kuat mungkin saya yang membutuhkanmu untuk melindungiku.”


Aron berkata sambil tersenyum.


“Ya, Tetua Alfat juga meramu banyak pil obat untukku sekarang, saya akan berusaha keras.”


Lina mengangguk dengan berat.


Aron kemudian membuka Cincin Penyimpanan dan mengeluarkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dari dalamnya.


“Ini untukmu, ini akan membantu kultivasimu, kamu seharusnya sudah tahu bagaimana cara menggunakannya!”


Aron memberikan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil kepada Lina.


“Ini kamu pegang saja, bukankah kamu juga harus berkultivasi?”


Lina tahu Aron lebih membutuhkan benda ini daripada dia.


“Ambillah, sekarang saya mempunyai senjata ajaib lain untuk berkultivasi!” Aron berkata sambil tertawa.


Dengan adanya Menara Setan, kultivasi Aron untuk sementara waktu tidak membutuhkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, jadi Lina juga kebetulan bisa menggunakannya untuk berlatih.


Lina juga tidak menolak lagi dan menerima Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.

__ADS_1


Di saat itu, Danu berjalan masuk dengan wajah gembira.


“Aron, sudah setuju, Amon sudah setuju, dia memperbolehkanmu pergi ke Lembah Iblis…”


Danu tidak menyangka, Amon akan menyetujuinya dengan begitu mudah.


Aron tersenyum : “Terima kasih Paman Danu.”


“Untuk apa sungkan denganku, hanya saja saya tidak menyangka Amon akan menyetujuinya dengan begitu mudah!”


Danu berseru.


Setelah mengobrol sesaat, Danu membawa Lina pergi agar Aron bisa beristirahat dengan baik, dan berangkat ke Lembah Iblis besok.


Di saat itu, di tengah-tengah hutan.


Pepohonan menjadi hangus di mana-mana dan asap mengepul di sekeliling!


Sedangkan Robi juga tidak jauh lebih baik, beberapa orang yang dia bawa sudah tewas dan sisanya mengalami luka-luka.


​Dada Robi juga berlumuran darah!


Robi tidak menyangka, Rein adalah orang yang pendendam, dia langsung melawannya sekuat tenaga!


“Robi, kalau punya nyali, bunuh saya hari ini, kalau kamu membiarkanku pulang hidup-hidup, saya pasti akan menghancurkan seluruh Keluarga Himawan!”


Rein sudah terluka parah tapi sepasang matanya masih melotot dan tubuhnya dipenuhi dengan kebanggaan.


“Hm, sudah di ujung kematian tapi mulutmu masih lancang!”


Robi mendengus dingin : “Karena kamu ingin mati, maka saya akan memenuhi keinginanmu.”

__ADS_1


Sambil berkata, Robi mengambil pedang dan berjalan ke arah Rein.


​Rein sudah tidak punya tenaga untuk menghindar, sepasang matanya menatap Robi dengan mematikan : “Kalau kamu membunuhku, maka Keluarga Galah pasti akan membalaskan dendamku.”


“Benar, tentu saja saya tahu Keluarga Galah akan membalaskan dendam untukmu, hanya saja bukan padaku, melainkan pada Aron.”


“Setelah saya membunuhmu, saya akan langsung menuduh masalah ini pada Aron.”


“Pada akhirnya, Keluarga Galah kalian juga akan mencari Aron!”


Robi menyeringai sinis, sepertinya dia sudah memikirkannya sejak awal.


Rein tercengang, dia tidak menyangka pikiran Robi dipenuhi dengan niat jahat.


​Jika Keluarga Galah benar-benar membalaskan dendamnya dan pergi mencari Aron, pada akhirnya tidak peduli siapa yang menang atau kalah, Robi hanya perlu duduk diam untuk mengambil keuntungan.


“Dasar bajingan picik, walau menjadi setan saya juga tidak akan melepaskanmu…”


Robi menggertakkan giginya.


Namun baru menyelesaikan perkataannya, pedang di tangan Robi langsung menusuk jantungnya.


Pada akhirnya, Rein juga tidak bernyawa lagi, sepasang matanya membelalak dan mati penasaran…


“Kumpulkan semua mayat orang-orang dari Keluarga Galah dan bereskan…”


Setelah membunuh Rein, Robi berkata kepada tiga anak buah Keluarga Himawan yang tersisa.


Orang-orang itu juga terluka parah tapi mereka tetap melakukan apa yang diperintahkan oleh Robi.


Namun pada saat tiga orang itu maju untuk mengumpulkan mayat orang-orang dari Keluarga Galah.

__ADS_1



__ADS_2