Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kompetisi Seni Beladiri


__ADS_3

“Ketua Detasemen Eddyt, lalu apa yang harus kita lakukan? Kompetisi tim kali ini, kalau Tuan Aron benar-benar tidak bisa mengalahkan Ichiro Watanabe, maka saat kompetisi tim, kami…kami takut…”


Albert tidak melanjutkannya tapi semua orang tahu apa yang ingin dia katakan.


Jika Aron tidak bisa mengalahkan Ichiro Watanabe, maka saat kompetisi tim, Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama tidak memiliki sosok yang bisa diandalkan, dan pada saat itu tiba mereka akan terluka berat atau mati.


Ichiro Watanabe ini benar-benar sangat kejam ada orang-orang dari Arunika, ini juga alasan mengapa komunitas bela diri Arunika sangat marah atas apa yang terjadi di kompetisi enam tahun lalu, banyak orang yang bahkan berniat untuk membunuh Ichiro Watanabe.


Eddyt berada di posisi yang sulit saat ini, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, jika dia harus mempertaruhkan nyawa seluruh anggota Detasemen Perlindungan Hukum untuk bertaruh Aron bisa menang, Eddyt tidak punya keberanian untuk melakukannya.


Namun jika dia menyerah sekarang, dan tidak berpartisipasi dalam kompetisi maka dia dan seluruh Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama sepertinya akan menjadi bahan lelucon, mungkin kedepannya tidak akan ada lagi departemen Detasemen Perlindungan Hukum ini.


“Ketua Detasemen Eddyt, saya akan berjuang sekuat tenaga untuk bertarung, walau harus mati saya tidak akan membiarkan Ichiro Watanabe pergi dalam keadaan hidup…”


Saat ini, Aron berjalan masuk dari luar.


​“Tuan Aron…” Eddyt bergegas menghampirinya : “Ichiro Watanabe itu sudah mencapai ranah Great Grand Master enam tahun lalu, saat itu, lima Great Grand Master kami bertarung berturut-turut dengannya, dan tidak ada yang bisa mengalahkannya, apalagi kali ini Ichiro Watanabe baru saja keluar dari pengasingan, kekuatannya pasti sudah bertambah pesat…”


“Ketua Eddyt, kalau kamu mempercayaiku, kamu tidak perlu mengatakan apapun!” Setelah selesai bicara, Aron berkata pada seluruh anggota Detasemen Perlindungan Hukum : “Apakah kalian percaya padaku, Aron? Kalau percaya, maka ikutlah ke kompetisi bersamaku, dan balaskan rasa malu kalian…”

__ADS_1


Wah…


Semua anggota Detas Perlindungan Hukum berdiri dan berkata dengan tatapan tegas : “Kami percaya pada Instruktur Aron, kami bersedia ikut dengan Instruktur Aron dan membalaskan rasa malu ini…”


Seluruh anggota Detasemen Perlindungan Hukum berkata dengan bersemangat.


Melihat para anggota Detasemen Perlindungan Hukum begitu bersemangat, Aron dan Eddyt bertukar pandang dan tersenyum.


Kompetisi ini tidak hanya tentang kekuatan, ada juga semangat dan kemauan, penambahan kompetisi tim yang mendadak ini juga merupakan usulan dari Negara Partan, mereka berpikir bahwa kekuatan Detasemen Perlindungan Hukum Arunika secara keseluruhan sangat rendah, jadi mereka ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat Dwtas Perlindungan Hukum tidak bisa bangkit lagi.


Sekarang jelas sudah tidak mungkin lagi untuk meningkatkan kekuatan para anggota, hanya bisa satu cara yaitu meningkatkan motivasi para anggota.


Saat ini, arena kompetisi di pinggiran Kota Dama sudah dipenuhi oleh orang, puluhan ribu orang datang kemari untuk menonton kompetisi internasional kali ini.


Banyak orang yang datang karena Ichiro Watanabe dan Aron, banyak juga yang datang untuk belajar, karena jarang sekali ada kompetisi internasional seperti ini.


Aron tiba bersama anggotanya dan menemukan kalau tim dari negara lainnya sudah tiba dan duduk bergantian di bangku di bawah ring.


Sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, Eddyt mengambil tempat duduk untuk dirinya dan Dave berdiri di belakang Eddyt.

__ADS_1


Sedangkan di sebelah kiri Eddyt, adalah seorang gadis pirang yang mengenakan gaun indah, sementara di belakang gadis itu ada seorang pria bertubuh kekar dengan tinggi dua meter dan otot yang menonjol.


Aron tahu, ini adalah tim dari Negara Kree, tapi dia tidak tahu mengapa seorang gadis kecil seperti itu yang memimpin tim.


Di saat Aron sedang menilai gadis itu, gadis itu menoleh dan menatap Aron.


“Halo, nama saya Hanna…”


Gadis itu menyapa Aron dengan bahasa Arunika yang fasih.


Aron menatap Eddyt, dia tidak tahu apakah dia boleh bertegur sapa dengan orang lain di situasi seperti ini.


“Tuan Aron, ini adalah Putri Hanna, putri dari Pangeran Royce, kali ini dia datang untuk menggantikan ayahnya.”


Eddyt menjelaskan pada Aron.


“Halo, nama saya Aron…”


Aron tersenyum dan menyapa Hanna

__ADS_1


__ADS_2