
“Tidak mungkin, pasti palsu, ini pasti penipu…”
Gavin berkata sambil bangkit berdiri dan berjalan keluar, namun dia tidak berani menunjukkan wajahnya langsung!
Dia harus melihat terlebih dulu dengan jelas apakah itu Aron atau bukan, jika itu benar-benar Aron maka dia harus memikirkan tindakan penanggulangan.
Sesampainya di ambang pintu, Gavin mengintip ke arah pintu istana, sementara Aron berdiri di pintu sambil mengernyitkan keningnya.
“Gavin ini, sudah tahu saya di sini kenapa masih begitu bertele-tele?”
Aron melihat setelah melapor begitu lama masih tidak membiarkan dirinya masuk, mulai merasa marah di dalam hatinya.
Dia menyebarkan kesadaran spiritual dan menemukan Gavin yang sedang mengintip.
Menyadari hal ini membuat Aron kebingungan, dia tidak mengerti kenapa Gavin yang jelas-jelas tahu dia sudah datang malah mengintip diam-diam dan tidak membiarkan dia masuk?
Lantas orang ini sudah berbuat hal jahat?
Sedangkan Gavin yang telah memastikan Aron di depan pintu, sepasang kakinya menjadi lemas dan keningnya dipenuhi dengan keringat dingin.
“Baginda…”
Melihat sikap Gavin, seorang murid memanggilnya dengan pelan.
“Kamu pergi dan undang Tuan Aron masuk, jangan sampai dia tahu saya sudah tahu dia datang!”
Gavin berpesan kepada murid itu.
__ADS_1
Murid itu mengangguk lalu pergi, dan Gavin bergegas kembali ke ruang utama sambil menarik nafas panjang.
Merasa sudah hampir waktunya, Gavin bangkit berdiri berjalan beberapa langkah keluar dan Aron kebetulan juga berjalan masuk ke dalam aula.
“Tuan Aron, kebetulan saya mau pergi menyambutmu, tidak disangka kamu sudah masuk…”
Gavin berkata pada Dave dengan sangat sopan : “Silakan duduk.”
Gavin menuangkan teh secara langsung untuk Aron, karena dia sendiri sudah melihat bagaimana kekuatan Aron.
Aron menatap Gavin dengan dingin, tidak berkedip sama sekali dan membuat Gavin yang ditatap merasa panik dalam hatinya, keringat dingin kembali membasahi keningnya.
“Tuan Aron, apakah ada urusan penting yang membuatmu datang kemari malam-malam?”
Gavin bertanya dengan sedikit bingung pada Aron.
“Baginda Gavin, apakah Nona Bella datang kemari hari ini?”
“Benar, saya mencari Baginda Bella untuk membicarakan sesuatu, namun sebelum malam Baginda Bella sudah pergi, ada apa? Lantas dia masih belum kembali?”
Gavin berpura-pura kaget dan bertanya.
Aron mengangguk : “Dia memang belum pulang, entah ada urusan penting apa yang kamu bicarakan dengan Baginda Bella?”
“Oh, tidak apa-apa, hanya Benny…dari Keluarga Jaya di Kota Larso datang mencariku, dia ingin saya memperkenalkan dia dengan Baginda Bella, namun saya menolaknya.”
“Saya takut Keluarga Jaya akan datang mencari masalah denganku, jadi mengundang Baginda Bella untuk membicarakannya, jika Keluarga Jaya benar-benar mencari masalah, bagaimana cara mengatasinya!”
__ADS_1
Gavin berusaha keras untuk menenangkan diri, lalu menjelaskan pada Aron.
“Keluarga Jaya?” Aron mengernyitkan keningnya, dia tidak tahu tentang Keluarga Jaya di Kota Larso.
Namun di wilayah Barat Daya ada begitu banyak keluarga dan klan bela diri, wajar saja jika Aron tidak mengetahuinya.
“Keluarga Jaya ini termasuk keluarga konglomerat di Kota Larso, dulu Keluarga Jaya dan Istana Hewan Surgawi kami tidak mempunyai hubungan, namun sekarang Istana Hewan Surgawi kehilangan banyak kekuatan, jadi…”
Gavin tidak meneruskan perkataannya, namun Aron juga mengerti.
Jika tidak memiliki kekuatan maka secara alami akan diganggu oleh orang lain.
Ini adalah realitas di dunia bela diri, kekuatan yang berbicara!
“Kalau begitu apakah mungkin Nona Bella diculik oleh orang dari Keluarga Jaya?”
Aron menatap Gavin dan bertanya padanya.
“Kalau itu…saya juga tidak tahu.”
Gavin menggelengkan kepalanya.
Aron menatap Gavin sesaat, membuat Gavin yang ditatap menjadi sangat panik!
Namun Aron segera menarik kembali tatapannya dan berkata pada Gavin : “Baginda Gavin, jika kamu mengetahui keberadaan Nona Bella, mohon beritahukan padaku.”
“Tuan Aron tidak perlu khawatir, jika saya mengetahuinya saya akan memberitahu pada Tuan Aron.”
__ADS_1
Gavin mengangguk.