
Mereka adalah saudara kandung, dia dikorbankan begitu saja.
Tidak lama kemudian, energi pedang itu menembus tubuh Mike dan langsung membelah tubuhnya menjadi dua bagian, darah berceceran di mana-mana.
Melihat adiknya sendiri mati dengan tragis, Devin tidak merasa sedih sedikit pun, dia malah bersembunyi di balik tubuh Wiwanto : “Ketua Dewan Wiwanto, tolong saya, kumohon padamu kamu harus menolongku…”
Wiwanto tidak memedulikan Devin, tetapi menatap Aron dengan wajah muram : “Aron, kamu berani membunuh orang dari dunia bela diri Kota Dama di hadapanku, kamu benar-benar sangat tidak menghormatiku sebagai Ketua Dewan Aliansi.”
Setelah selesai bicara, Wiwanto menghantamkan tamparannya ke arah Aron, energi yang menakutkan ini menghantam tubuh Aron dan langsung membuat Aron terlempar.
Cahaya keemasan di tubuh Aron langsung meredup dan darah mulai mengalir di sudut bibirnya.
Aron perlahan-lahan bangkit, dia tahu ada perbedaan yang cukup jauh antara dirinya dan Wiwanto, Wiwanto ini memang benar Great Grand Master yang berada di puncak.
“Ketua Dewan Wiwanto, habisi dia, anak ini tidak hanya menghancurkan Keluarga Tanu-ku, dia juga melenyapkan Klan Petir, jika membiarkan anak ini, maka dia akan membuat masalah besar ke depannya!”
Devin mendesak Wiwanto untuk membunuh Aron.
“Tutup mulutmu!” Wiwanto menoleh untuk menatap Devin dan membuat Devin terkejut hingga tidak berani berbicara lagi.
“Aron, kamu mempermalukanku saat berada di makam kuno, hari ini saya datang untuk membalaskan dendam…”
Pakaian di tubuh Wiwanto bergerak tanpa ada hembusan angin dan segera, sosoknya menghilang begitu saja.
__ADS_1
Detik berikutnya, Wiwanto muncul dari atas kepala Aron.
Saat ini sosok Wiwanto bercahaya, seperti sebuah meteor yang melintas dan menghantam dengan keras ke arah Aron.
Tanah di bawah kaki Aron langsung retak dan saat Wiwanto semakin dekat, tekanan itu menjadi semakin besar, sepasang kaki Aron sudah ditekan dan masuk ke dalam tanah itu.
“Tinju Cahaya Suci…”
Wiwanto berteriak dan cahaya keemasan di tubuhnya menjadi semakin terang.
Devin yang melihat pemandangan itu saat ini sangat gembira.
“Hahaha, Aron, kali ini kamu pasti mati, ini adalah jurus mematikan milik Ketua Dewan Wiwanto, Tinju Cahaya Suci, tidak ada orang yang bisa menahan pukulan ini, saya akan melihatmu hancur berkeping-keping.”
Aron mengabaikannya, dia menyimpan Pedang Naganya dan kekuatan spiritual di tubuhnya terus berkumpul di tinju kanannya, cahaya keemasan bersinar di tinju Aron dan semakin lama semakin terang, seperti sebuah matahari kecil.
Bam!
Aron menghantamkan tinjunya ke arah aliran cahaya Wiwanto.
Sebuah benturan keras terjadi dan cahaya keemasan langsung membuat matahari yang bersinar di langit merasa tersaingi.
Gelombang kejut dari atas ke bawah menghantam tubuh Aron dengan keras.
__ADS_1
Tubuh Aron terhempas ke tanah seperti batang pohon yang ambruk, dan tanah yang ada di bawah Aron, langsung memunculkan lubang besar dengan luas hampir lima meter!
Satu pukulan itu membuat sisik-sisik emas di tubuh Aron menghilang dan memperlihatkan otot-ototnya!
Otot-otot Aron bersinar dengan cahaya keemasan yang samar, ini berasal dari tubuh fisik Aron sendiri, bukan dari kekuatan spiritual lagi!
Saat ini organ-organ di dalam tubuh Aron berguling-guling, darah keluar dari mulut dan hidungnya, bahkan telinganya juga mengucurkan darah.
“Aron, tubuh fisikmu jauh lebih kuat dari bayanganku…”
Wiwanto berdiri dengan tangan terlipat, di tepi lubang besar dan menatap Aron dengan acuh tak acuh.
Aron tidak mengatakan apapun, sepasang matanya yang memerah menatap Wiwanto.
Seni Konsentrasi hari bekerja dengan sangat cepat di dalam tubuhnya, dan terus memperbaiki organ-organ dalamnya yang terluka.
“Saya serahkan dia padamu!!”
Wiwanto menoleh dan berkata pada Devin.
Devin kegirangan dan bergegas berterima kasih kepada Wiwanto : “Terima kasih Ketua Dewan Wiwanto…”
__ADS_1