
Arthur mendorong pintu dan berjalan masuk, sementara pria tua itu seketika membuka matanya, saat melihat Arthur dia menunjukkan senyuman menyanjung.
“Tuan, apakah kamu datang untuk diramal? Ayo silakan duduk!”
Pria tua itu bangkit berdiri dan bergegas menyeka bangku dengan lengan bajunya dan mempersilahkan Arthur duduk.
Menurutnya, Arthur berpakaian begitu rapi maka dia pasti pelanggan besar!
“Saya tidak mau diramal!” Arthur menggelengkan kepalanya.
Pria tua itu tercengang lalu bertanya dengan bingung : “Tuan, saya seorang peramal di sini, kalau kamu tidak mau diramal, lalu untuk apa kamu datang kemari?”
“Saya datang untuk memintam menggambarkan jimat.
Arthur berkata terus terang.
“Menggambar jimat?” Pria tua itu tercengang, raut wajahnya berubah dan berubah lagi : “Saya hanya seorang peramal, mana bisa menggambar jimat, tidak bisa, tidak bisa…”
Pria tua itu melambaikan tangannya dan kembali duduk.
Arthur tidak mengatakan apa pun, dia hanya mengeluarkan token penanda dan membantingnya ke atas meja.
__ADS_1
Raut wajah pria tua itu langsung berubah menjadi jelek saat dia melihat token penanda.
“Kenari, karena saya bisa menemukan tempat ini maka itu membuktikan saya tahu identitasmu, jangan berpura-pura bodoh denganku, gambarkan dua lembar jimat pelacak, saya akan pura-pura tidak tahu apa pun!”
Arthur berkata dengan dingin sambil menatap pria tua itu.
Pria tua itu menatap Arthur lalu menatap token penanda yang ada di atas meja, lalu menghela nafasnya dengan tidak berdaya.
Pria tua itu kemudian mengangkat selimut rusak yang ada di atas tempat tidurnya dan mengeluarkan kertas kuning serta batu sinabar berwarna merah terang, lalu menarik nafas dalam-dalam dan menggambar dengan cepat.
Tidak lama kemudian, dua lembar jimat pelacak sudah selesai digambar, dan kening pria tua itu dipenuhi dengan keringat.
Arthur mengambil jimat pelacak dan menyimpannya dengan puas.
“Tidak perlu diberitahu, saya tahu cara menggunakannya!” Tidak menunggu pria tua itu menyelesaikan kalimatnya Arthur langsung menyela lalu melanjutkan : “Kamu menetaplah di sini dengan patuh, tidak lama lagi saya akan membutuhkanmu lagi!”
Arthur berkata lalu berbalik pergi meninggalkan rumah bobrok itu.
Setelah Arthur pergi, pria tua itu merenung sejenak lalu melepaskan pakaian kotornya, di dalam pakaian kotornya itu terdapat setelan pakaian ketat, tangannya lalu mencengkeram wajahnya dan melepaskan topeng wajah yang dikenakannya.
Di balik topeng itu terlihat wajah yang bopeng, namun jika dilihat dari wajahnya usia Kenari tampak tidak terlalu tua.
__ADS_1
Setelah berberes, Kenari langsung pergi.
…
Di depan pintu Detasemen Perlindungan Hukum, Arthur tiba bersama beberapa orang dari Aliansi Seni Bela Diri, karena pertempuran besar baru terjadi di sini dan ada kekacauan di sekitar, mereka belum sempat membereskannya!
Arthur mengeluarkan selembar jimat pelacak, lalu menangkupkan tangannya seolah sedang melafalkan sesuatu, kemudian jimat pelacak itu tiba-tiba terbakar di tangan Arthur.
Jimat pelacak itu terbakar dan menimbulkan asap dalam jumlah besar, namun tidak lama kemudian pemandangan yang mengejutkan muncul, terlihat sosok Aron di antara asap itu bahwa pemandangan di sekitarnya juga dapat terlihat dengan jelas!
“Hm, tidak disangka cepat juga dia melarikan diri, kali ini saya lihat kamu mau melarikan diri ke mana lagi…”
Arthur mendengus dingin lalu membawa anak buahnya untuk mengejar ke arah Aron melarikan diri.
Sembari mengejar Aron, Arthur juga memposting sebuah pesan di forum bela diri atas nama Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama!
Arthur sebagai Ketua Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama akan memburu dan membunuh Aron langsung, tidak ada klan dan keluarga bela diri yang diizinkan untuk menawarkan bantuan apa pun kepada Aron, kalau tidak itu artinya akan menjadi musuh Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama.
Berita ini mengejutkan banyak orang, meskipun dalam beberapa waktu ini selalu ada berita tentang Aron, namun berita yang langsung di posting oleh Aliansi Seni Bela Diri sendiri baru pertama kali terjadi!
Bahkan saat Aron membunuh Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri, Wiwanto, Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama juga tidak berani mengumumkan bahwa mereka akan membunuh Aron.
__ADS_1
Kali ini, mereka mengumumkannya itu juga menandakan bahwa tidak ada lagi yang membuat Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama takut untuk menyerang Aron.