Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Nuri Cemburu


__ADS_3

“Karena kamu bilang saya bukan manusia, maka saya akan memperlihatkannya padamu…..”


Aron tersenyum jahat, dan langsung menuju ke gadis itu


“Ah……….”


Gadis itu berteriak dan memegangi pakaiannya dan berlari.


Orang yang tidak tahu mungkin mengira Aron sedang menganiaya seorang gadis, tapi siapa sangka gadis itu yang ingin membunuhnya duluan.


Melihat ekspresi panik gadis itu, Aron tertawa dan berjalan ke sisi gadis itu dan melihat Aron mengejarnya, gadis itu secara naluriah mengangkat tangannya dan memukulnya.


Tapi siapa sangka saat dia mengangkat tangannya, setengah pakaiannya malah terlepas dan memperlihatkan bahunya yang indah bahkan pakaian dalamnya.


“Tidak disangka seorang gadis dingin sepertimu memiliki hati yang membara bahkan pakaian dalam mu juga berwarna merah….”


Aron berkata dengan nada mempermainkan.


Gadis itu kaget dan melihat dirinya yang sudah telanjang dia bergegas menarik kembali tangannya dan menarik bajunya.


“Bajingan, walau menjadi hantu saya tidak akan melepaskanmu….”


Gadis itu menatap Aron dengan marah, dan tiba-tiba membuka mulutnya dan berniat menggigit lidahnya dan bunuh diri.


Aron yang melihat gadis itu akan bunuh diri seketika kaget dan menahan mulut gadis itu, agar dia tidak bisa menggigit lidahnya dan dia menggunakan tangan pedangnya untuk memukul bagian belakang kepala gadis itu untuk membuatnya pingsan.

__ADS_1


“Cukup bersikukuh…”


Aron memapah gadis yang pingsan itu dan mengernyitkan keningnya.


Sebelum dia mengetahui identitas dan tujuan gadis itu yang sebenarnya dia tidak akan membiarkan gadis itu mati, dan dia tidak pernah mengingat dirinya menyinggung gadis ini, jadi kenapa dia mau menangkapnya?


Aron yang tidak berdaya hanya bisa membawa gadis itu kembali ke villa Perumahan Bumi Sejuk.


Di sepanjang perjalanan, Aron memikirkan bagaimana dia akan menjelaskan pada Nuri dan Lina, karena dua wanita itu sangat sensitif apalagi saat mereka berdua sedang bersama.


Setelah tiba di villa, Nuri dan Lina belum tidur dan mereka masih menonton drama tidak berkualitas yang semuanya tentang kisah cinta romantis dan Aron tidak suka menontonnya.


Dua orang itu melihat Aron menggendong seorang gadis pulang ke rumah dan langsung melompat dari sofa.


“Aron, siapa wanita ini?”


“Itu…saya memungutnya di tepi jalan, saya lihat dia mabuk, kasihan…..”


Aron berbohong karena dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya


Tepat setelah Aron selesai bicara, Lina berteriak : “Aron, omong kosong, kamu menipu, bukankah ini wanita yang mencarimu hari itu? Dia mengantarkan Cermin Perunggu Pelindung Hati untukmu, siapa namanya?”


Setelah melihat wajah gadis itu Lina langsung membeberkan Aron.


“Elen….” Nuri bergegas menjawab.

__ADS_1


“Benar benar benar, namanya Elen….”


Lina juga mengangguk.


Aron seketika tertegun, dia lupa bahwa Nurk dan Lina pernah bertemu dengan Elen, tapi gadis dipeluknya bukanlah Elen, dia hanya mirip Elen, Aron benar-benar melupakan hal ini.


“Aron kamu benar-benar hebat ya, berani memungut gadis yang mabuk di jalanan? Kamu kira saya bodoh?”


​Nuri menatap Aron dengan marah.


“Tidak, tidak, dengarkan dulu penjelasanku, gadis ini bukan Elen, dia hanya sangat mirip dengan Elen.”


Aron bergegas menjelaskan pada Nuri.


Tapi Nuri sama sekali tidak percaya, jangankan Nuri, bahkan Aron yang mengalami hal seperti ini pun tidak percaya dan sejak awal dia mengira gadis itu adalah Elen.


“Aron, tetaplah bersama dengan wanita ini di rumah dan bersenang-senanglah, saya pergi….”


Nuri bergegas keluar dengan marah.


Lina juga memelototi Aron lalu mengejarnya.


“Nuri, Lina………”


Aron yang menggendong gadis itu menatap Nuri dan Lina yang menghilang, dia merasakan ketidakberdayaan, dan dia hanya bisa menjelaskannya kepada Nuri setelah dia memahami situasinya.

__ADS_1



__ADS_2