
Lina menghantam Naga Es itu dengan keras tapi tidak ada gunanya.
“Kak Nuri, Kak Lina, saya punya cara…”
Wenny menatap Aron yang membeku di dalam tubuh Naga Es itu dan berkata dengan perlahan.
“Wenny, apa cara yang kamu miliki, cepat lakukan…”
Nuri berkata dengan cemas pada Wenny.
Wenny mengangguk lalu menoleh untuk menatap Tommy, lalu berjalan ke hadapan Naga Es itu dengan raut wajah serius.
Melihat ekspresi Wenny, Nuri tiba-tiba teringat sesuatu dan segera menghampirinya lalu menarik Wenny.
“Wenny, kamu…kamu…”
Nuri menatap Wenny dengan tatapan tidak tega, dan tidak tahu harus berkata apa.
“Kak Nuri, hidupku ini diberikan oleh Kak Aron, saya bersedia melakukan apapun demi dia, itu juga pesan Guru kepadaku…”
Wenny tersenyum tipis pada Wenny.
Nuri menatap Wenny lalu perlahan melepaskan tangannya, tidak lama kemudian dia mungkin juga akan melangkah di jalan yang sama dengan Wenny.
Wenny kembali menoleh dan melirik Tommy, mungkin dalam hati Wenny sudah ada tempat bagi Tommy yang playboy ini.
__ADS_1
Tommy yang tidak tahu apa-apa, melihat Wenny menatap dirinya masih tertawa seperti orang bodoh.
Wenny perlahan-lahan meletakkan tangannya di tubuh Naga Es, dan semburan hawa dingin yang ekstrim langsung terserap ke tubuh Wenny.
Wenny memiliki Tubuh Kristal Es dan saat hawa dingin itu menyentuh Wenny, akan segera tersedot ke dalam tubuh Wenny.
Segera, sejumlah besar hawa dingin memasuki tubuh Wenny, dan saat ini rambut serta tubuh Wenny mulai membeku!
Saat hawa dingin itu tersedot ke dalam tubuh Wenny, Naga Es perlahan-lahan mulai mencair.
Saat ini Aron menyaksikan tubuh Wenny yang perlahan-lahan membeku, seolah memahami sesuatu dia bersikeras berteriak dengan marah tapi tidak ada suara yang keluar.
“Wenny?”
Tapi saat Tommy menyentuh Wenny, lengannya juga mulai membeku untung saja bawahannya sigap dan segera menarik Tommy menjauh.
Nuri menatap Wenny yang membeku sepenuhnya, dan menangis tersedu-sedu di pundak Lina.
Sepuluh menit kemudian!
Naga Es kembali berubah menjadi genangan air dan Aron berdiri perlahan dengan Kristal Naga di tangannya, melihat Wenny yang sudah membeku menjadi patung es, Aron sedikit tercengang.
“Anak bodoh, apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan?”
Telapak tangan Aron memunculkan nyala api dan terus menghantamkannya ke tubuh Wenny, dia ingin mencoba menghidupkan kembali Wenny tapi sama sekali tidak ada gunanya.
__ADS_1
“Ah…”
Aron berteriak dengan marah.
Nyawanya, ditukarkan dengan nyawa Wenny, ini membuat dia merasa sangat menderita!
“Aron, tenanglah, semua ini adalah kemauan Wenny sendiri, masih ada hal lain yang harus kita lakukan setelah ini, kamu tidak boleh membiarkan pengorbanan Wenny untukmu sia-sia…”
Lina berteriak pada Aron yang hampir menggila.
Aron perlahan-lahan tenang, sepasang matanya menatap Lina dan Nuri, tiba-tiba perkataan Liu di malam sebelumnya terlintas di benaknya.
“Kalian sudah tahu akan berakhir seperti ini sejak awal bukan? Sebelum datang kemari kalian sudah tahu kalau kalian harus mengorbankan nyawa kalian untuk membantuku mendapatkan Kristal Naga bukan?”
Aron bertanya dengan lantang pada Nuri dan Lina.
Nuri dan Lina tidak mengatakan apapun, tapi walau keduanya tidak mengatakan apa-apa, Aron sudah memahaminya.
Wenny adalah Tubuh Kristal Es, yang bisa melelehkan Naga Es, membantunya mendapatkan Kristal Naga, Nuri adalah Tubuh Roh Api, maka untuk mendapatkan Kristal Naga dari Naga Api, harus mengorbankan Nuri?
Pikiran Aron menjadi kacau, dia bisa saja tidak menginginkan Kristal Naga, tapi dia tidak mau mengorbankan orang-orang di sekitarnya.
“Liu, kenapa, kenapa harus seperti ini…”
Aron berteriak keras, dia ingin membenci Liu tapi dia tidak bisa melakukannya sama sekali…
__ADS_1