Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Orang yang sangat kuat


__ADS_3

Wajah Albert memerah, dia terbata-bata dan tidak tahu bagaimana menjelaskannya.


Di sisi lain Aron tersenyum tipis, “Tidak masalah, saya juga dipaksa untuk menduduki posisi Penguasa Lembah Pengobatan ini, Tetua Alfat dan yang lainnya adalah orang yang sebenarnya memegang kendali…”


“Baik baik baik…” Albert terus mengangguk, jelas dia terlihat sangat canggung.


“Jangan diam saja, cepat makan Pil Pelatihan Tubuh ini, dan segera berlatih…”Kata Aron.


Eddyt melambaikan tangannya, segera para kapten dari berbagai tim datang dan mengambil Pil Pelatihan Tubuh lalu membagikannya.


“Terima kasih Instruktur Aron…”


Anggota Detasemen Perlindungan Hukum yang sudah menerima Pil Pelatihan Tubuh sangat senang dan berteriak lantang untuk berterima kasih kepada Aron.


“Karena saya sudah setuju untuk menjadi instruktur kalian, maka sudah seharusnya saya melakukan hal ini!”


Aron berkata sambil tersenyum.


“Tuan Aron, kamu beristirahatlah, malam ini saya sudah mengatur pertemuan dengan Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri, Wiwanto, nanti kita akan duduk bersama, asalkan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama bersedia maju saya yakin orang lain juga harus waspada jika ingin mencoba menyerang Tuan Aron!”


Eddyt mendekat pada telinga Aron dan berbisik.


“Terima kasih banyak Ketua Eddyt!”

__ADS_1


Aron berkata dengan penuh syukur.


“Tuan Aron terlalu sungkan, sekarang kamu adalah anggota dari Detasemen Perlindungan Hukum, masalahmu adalah masalahku, hanya saja jabatan saya masih terlalu kecil, dan tidak bisa mengundang ketua dari sekutu-sekutu Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama…”


​Eddyt berkata dengan canggung.


“Ketua Detasemen Eddyt bisa melakukan hal ini saja saya sudah sangat berterima kasih…”


Aron memang sangat berterima kasih kepada Eddyt di dalam hatinya, di tempat seperti Kota Dama ini Aron hanya bisa mempercayai Eddyt dan Keluarga Darminto.


Malam harinya, seorang anggota Detasemen Perlindungan Hukum datang mengundang Aron untuk pergi ke aula.


Sesampainya Aron di aula, dia melihat ada seorang lelaki tua yang mengenakan setelan bela diri berwarna hitam sedang duduk di aula, auranya tampak penuh wibawa dan tidak menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.


Melihat Aron tiba, Eddyt bergegas melambaikan tangannya dan memperkenalkan pada Aron, “Tuan Aron, beliau adalah Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama, Ketua Dewan Wiwanto…”


Aron melirik Wiwanto yang kekuatannya sudah hampir mencapai puncak dari Great Grand Master, dengan kekuatan seperti ini takutnya Danu juga tidak akan menjadi lawannya.


Kekuatan yang begitu tinggi tapi auranya sama sekali tidak disembunyikan, tampaknya Wiwanto ini memang sengaja melakukannya.


“Ketua Dewan Wiwanto, halo…”


Aron mengulurkan tangannya dan berkata dengan sopan.

__ADS_1


Hanya saja, Wiwanto melirik Aron dengan dingin dan tidak menjabat tangan Aron, dia malah berkata dengan ringan : “Kamu adalah Aron?”


“Benar!” Aron tersenyum canggung dan menarik kembali tangannya yang terulur.


Di sisi lain, Eddyt menatap Aron dengan tatapan bersalah, hanya saja Aron tidak menyalahkan Eddyt, sepertinya Eddyt juga sudah bersusah payah untuk bisa mengundang Ketua Dewan Wiwanto ini.


Tampaknya, Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama ini sama sekali tidak ada apa-apanya bagi Aliansi Seni Bela Diri, dan Eddyt sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum juga tidak ada artinya.


“Orang yang menelan Kristal Naga di Pulau Naga adalah kamu?”


Wiwanto melanjutkan pertanyaannya.


Aron tercengang, dia tidak langsung menjawab karena dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Wiwanto ini.


“Ketua Dewan Wiwanto, Tuan Aron…”


Wiwanto melambaikan tangannya dan menyela perkataan Eddyt, sepasang matanya menatap Aron dengan dingin.


Aron menggertakkan giginya : “Benar, orang yang menelan Kristal Naga adalah saya…”


Melihat Aron mengaku, Wiwanto tiba-tiba tertawa keras : “Kamu tidak perlu segugup itu, saya tidak tertarik dengan Kristal Naga yang kamu telan, dan tidak akan membunuhmu demi Kristal Naga, Kristal Naga adalah harta karun bagi kalian, tapi bagi kami Aliansi Seni Bela Diri, ada yang jauh lebih berharga dibandingkan dengan Kristal Naga…”


​Mendengar Wiwanto berkata demikian, hati Aron merasa sedikit lega, karena jika Wiwanto menginginkan Kristal Naga miliknya, dan menyerang dirinya, Aron sama sekali tidak mempunyai kekuatan untuk melawan, Aron tidak akan bisa melawan seseorang yang kekuatannya sudah mendekati puncak Great Grand Master.

__ADS_1



__ADS_2