
“Untuk apa kamu menyusulku?” Wenny bertanya dengan tidak senang.
“Saya…saya takut beberapa orang dari Keluarga Bara itu akan mengganggumu lagi, jadi membawa bawahanku untuk menyusul, lagipula pulau ini dipenuhi dengan bahaya, saya juga bisa melindungimu…”
Tommy menjelaskan.
“Saya tidak perlu dilindungi olehmu, dengan adanya Kak Aron, Kak Nuri dan yang lainnya sudah cukup, lagipula dengan kekuatanmu kamu juga tidak bisa menang melawan mereka…”
Wenny menjawab tanpa segan-segan.
Hal ini membuat Tommy merasa canggung dan hanya bisa mengatakan : “Sebenarnya keluargaku memiliki banyak ahli, tapi kali ini saya tidak membawa mereka, jangan lihat saya tidak terlalu kuat, tapi demi kamu saya bersedia mengorbankan nyawa…”
Perkataan itu membuat Wenny kehabisan kata-kata, karena dia masih gadis dan belum pernah ada pria yang berkata seperti itu padanya.
Nuri melihat Wenny yang tidak tahu harus berkata apa dan termakan tipu daya Tommy, segera mendekat dan menarik Wenny ke belakangnya dan berkata pada Tommy : “Berhenti merayu Wenny, Tuan Muda seperti kalian ini hanya bisa membohongi orang dengan mulut kalian itu…”
Nuri menarik Wenny dan berbalik pergi, sedangkan Lina menunjuk Thomas : “Kuperingatkan kamu, jangan mengikuti kami…”
Tiga orang itu terus berjalan kedepan mengikuti Aron, sementara Tommy membawa bawahannya dan terus mengikuti dari belakang, hal ini membuat Nuri dan Lina sangat marah.
__ADS_1
“Biarkan dia mengikuti dari belakang, tidak usah memperdulikannya…”
Aron angkat bicara.
Dia sudah mengetahui walau Tommy terlihat seperti seorang playboy, tapi dia tidak memiliki niat buruk, sedangkan bawahan yang dibawa oleh Tommy juga tidak terlalu kuat, jadi Aron tidak perlu khawatir.
Namun setelah berjalan selama beberapa saat, tiba-tiba terdengar suara gemuruh.
Roar…
Suara auman marah yang terdengar begitu keras hingga tanah juga sedikit bergetar, dan salju pun berjatuhan dari sebagian pepohonan.
Nuri dan yang lainnya juga mengikuti dari belakang.
Tommy terkejut setelah mendengar suara gemuruh itu, hanya saja karena Aron dan yang lainnya pergi untuk mencari asal suara gemuruh itu, dia juga memberanikan diri dan membawa bawahannya untuk mengikuti.
Baru berjalan tidak jauh, Aron melihat seekor serigala salju yang amat besar muncul, tubuh serigala salju itu diselimuti oleh bulu berwarna putih, seukuran dengan anak sapi, dan sepasang matanya selebar lonceng tembaga.
Bulu serigala itu bertiup dan setiap bulunya seperti paku baja.
__ADS_1
Di depan serigala salju itu, pria yang mengenakan jas sedang berada dalam posisi menyerang dan menatap serigala salju itu dengan erat.
Di sampingnya, dua orang kakak beradik dari Keluarga Bara sedang menonton, Sutai dan Roddy juga ada disana, semuanya sedang memperhatikan pria berjas itu dan serigala salju.
Ini adalah hewan buas pertama yang mereka temui sejak tiba di pulau, dan menilai dari ukuran hewan buas itu pasti sudah hidup selama ratusan tahun dan menghirup energi spiritual di tempat ini, pasti sudah mengembangkan kecerdasan tertentu.
Pria berjas itu menoleh sedikit dan melihat orang-orang yang sedang menonton, dan tanpa sadar mengernyitkan alisnya.
Pria berjas itu sudah bertarung dua ronde dengan serigala salju, meskipun dia belum membunuh serigala salju itu tapi dia sudah memimpin, dan sebentar lagi dia sudah bisa membunuh serigala salju itu untuk mendapatkan Pil Hewan Buas.
Hanya saja ada begitu banyak orang yang menonton saat ini, pria berjas itu tahu dia pasti tidak bisa membawa pergi Pil Hewan Buas itu dengan mudah.
“Tidak disangka serigala salju yang ganas ini akan muncul di tempat sedingin ini, tampaknya mungkin ada makhluk yang lebih menakutkan lagi setelah ini…”
Aron menatap serigala salju yang sebesar sapi itu dan tidak bisa menahan emosinya.
Dia tidak tahu apakah dia bisa menemukan Naga Es dan Naga Api yang legendaris itu, dia juga tidak tahu dengan kekuatannya dia bisa mendapatkan Kristal Naga atau tidak, seekor serigala salju yang umum saja sudah begitu kuat, maka kekuatan yang dimiliki oleh dua ekor naga itu pasti akan lebih menakutkan, memikirkan hal ini Aron sedikit takut.
__ADS_1