
Aron berjalan perlahan ke atas ring, sementara yang lainnya duduk di bawah ring, dan menunggu pertarungan dimulai dengan tenang.
“Aron, kalau kamu mempunyai kata-kata terakhir, sampaikan saja di atas ring, saya tidak akan membiarkanmu keluar dari ring ini….”
Melihat Aron yang berjalan ke atas ring, Dika berkata dengan dingin.
Suara Dika yang nyaring terdengar dengan jelas oleh semua orang yang ada di stadion, dan ini menandakan kalau pertarungan kali ini tidak akan selesai sebelum ada yang mati.
“Saya juga ingin menanyakan kalimat yang sama padamu, kalau kamu masih punya pesan terakhir, sampaikan saja di atas ring, sampaikan pada saudaramu yang berada di bawah ring, karena kamu tidak akan bisa keluar dari sini….”
Aron menatap Dika dan tatapannya berbinar, tidak menunjukkan sedikit rasa takut pun.
“Arogan….”
Aron maju selangkah dan tiba-tiba seluruh ring bergetar, bahkan seluruh stadion bisa merasakan guncangan itu, dan banyak orang yang bergoyang.
Bam bam bam………
Seperti guntur di langit, setelah Dika melangkah, ada gelombang kabut putih yang langsung mengerumuni ring, dan menuju ke arah Aron seperti pedang yang tajam, jarak antara kedua orang hanya puluhan meter, tapi gelombang kabut itu datang dalam sekejap.
__ADS_1
Dika menggunakan seluruh kekuatan batinnya untuk serangan ini, karena tidak tidak ingin basa basi dengan Aron, karena saat ini dia sudah mencapai ranah Great grand Master, dia harus menjadi panutan, dan apabila dia ingin diakui oleh semua orang dari dunia seni bela diri, maka Aron harus mati dengan satu pukulan.
Melihat adegan di atas ring, semua orang yang ada di bawah ring tercengang, dan banyak diantara mereka yang belum pernah melihat Great grand Master bertarung, dan bisa melihat adegan yang mengejutkan dengan mata kepala mereka sendiri membuat mereka tercengang.
Bam……..
Gelombang kabut itu berputar dan saat tiba di hadapan Aron, terjadi ledakan besar seperti sebuah granat yang meledak, suaranya mengguncang langit dan membuat telinga semua orang berdengung.
Sosok Aron seketika terkubur oleh asap dan debu, dan efeknya menyebar ke sekitar dan membuat semua orang yang duduk di barisan depan merasakan hembusan angin dan kursi yang sedang mereka duduki seketika hancur!
Hanya saja tidak ada orang yang terluka, karena orang-orang yang bisa duduk di barisan depan juga sudah sangat ahli, dan tidak mungkin terluka hanya karena efek serangan seperti ini, kalau tidak bagaimana mungkin mereka berani duduk di depan.
“Serangan Dika barusan walau sudah mencapai puncak Grand Master sepertinya akan sulit menahannya kan?”
“Terlalu kuat, kekuatan Great Grand terlalu kuat!”
Semua orang yang melihat kekacauan di barisan depan setelah terkena efek serangan memikirkan Aron yang ada di atas ring pasti sudah tidak memiliki harapan.
Nuri yang melihat adegan ini dari bawah ring menangis tersedu-sedu, setelah sempat kaget, dia bangkit berdiri dan ingin berlari menuju ring namun Lina menahannya.
__ADS_1
“Aron, Aron………… kamu tidak boleh mati, tidak boleh mati….”
Nuri meraung sedih dan membuat banyak orang yang ada di sekitarnya menatapnya dengan kasihan.
Raut wajah Basri, Eddyt dan yang lainnya juga tampak jelek, tangan mereka berkeringat untuk Aron, mereka tahu identitas Aron, dan tidak mungkin akan kalah dalam satu serangan bukan?
“Hm, hanya memiliki kekuatan seperti itu berani melawan Keluarga Bara, benar-benar tidak tahu diri….”
Boyca menatap Hendy dan yang lainnya dengan wajah angkuh lalu mendengus dingin.
“Tetua, ini….bukankah ini terlalu cepat?”
Elder melihat Aron yang diselimuti oleh asap dan debu di atas ring lalu berkata dengan bingung.
Alfat mengernyitkan keningnya dan menggelengkan kepalanya : “Saya tidak menyangka Dika sekuat itu, sepertinya saya terlalu meninggikan Aron.”
“Paman Danu, Aron…….”
Saat ini Elen juga membuka mulutnya dan wajahnya tampak sangat kaget, dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini karena Danu belum sempat turun tangan untuk menyelamatkan Aron.
__ADS_1