Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat


__ADS_3

“Hahaha, pedang yang bagus, memang pedang yang bagus...”


Melihat Pedang Naga di tangannya, Hasan tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka Pedang Naga itu bisa beresonansi dengan penggunanya.


Canon yang melihat dari samping, tatapannya menunjukkan rasa iri, sepertinya, Pedang Naga ini jauh lebih baik daripada Pedang Pembasmi miliknya.


“Sekarang saya sudah memberikan pedang itu kepadamu, apa kamu bisa tidak membunuhku...”


Aron bertanya kepada Hasan yang sedang tertawa terbahak-bahak.


“Tidak membunuhmu?” Hasan mencibir: “Kalau tidak membunuhmu, bagaimana saya bisa menghadapi arwah putraku yang ada di surga, kamu pergilah ke neraka untuk menjaga makam putraku...”


Setelah Hasan berbicara, dia mengibaskan Pedang Naga di tangannya, dan mengerahkan banyak energi ke Pedang Naga, nyala api yang berwarna coklat tua mulai muncul di Pedang Naga.


“Ternyata kamu juga seorang kultivator jahat, pantas saja perkataanmu tidak bisa dipercaya...”


Aron menatap Hasan yang mengangkat Pedang Naga, dia tidak mengelak, raut wajahnya terlihat tenang.

__ADS_1


Hasan tidak mengatakan apapun, dia mengayunkan Pedang Naga di tangannya dan aura pedang yang mengerikan tampak ingin menelan Aron.


Namun saat Hasan hendak mengayunkan Pedang Naga itu ke arah Aron, tiba-tiba dia menyadari kalau Pedang Naga itu berada di luar kendalinya, dan energi di dalam tubuhnya terus terkuras, semuanya diserap oleh Pedang Naga itu.


Raut wajah Hasan berubah drastis, dia ingin melemparkan Pedang Naga itu tapi dia mendapati Pedang Naga itu seolah menempel di tangannya.


Energi di dalam Dantiannya terus diserap oleh Pedang Naga, Hasan menyipitkan matanya, tiba-tiba dia meledakkan energi di tangannya dan membuat Pedang Naga itu terhempas ke udara.


Pedang Naga terhempas di udara, lalu berbalik seperti bumerang yang membuat luka sayat yang parah di lengan kiri Hasan, lalu terbang kembali ke tangan Aron.


Aron memegang Pedang Naga dan saat ini semua energi yang ada di dalam Pedang Naga masuk ke dalam tubuh Aron, mengisi ulang Dantian Aron.


Tadi saat melihat Hasan begitu menyukai Pedang Naga, tiba-tiba sebuah rencana terlintas di benak Aron, selama Hasan memegang Pedang Naga, maka Aron bisa menggunakan Seni Konsentrasi Jiwa untuk menyerap energi di dalam tubuh Hasan.


Meski akhirnya Hasan menjatuhkannya, tapi kekuatan Aron pulih cukup banyak, di sisi lain, Hasan tidak hanya kehilangan banyak energi, tapi lengan kirinya juga terluka.


“Dasar bajingan, hari ini kalau tidak membunuhmu, namaku bukan Hasan Kalimin...”

__ADS_1


Hasan melihat luka di lengannya dan dia sangat marah, aura berwarna coklat tua keluar dari tubuhnya, dan luka yang ada di lengannya sembuh dengan kecepatan yang terlihat dengan mata terlanjang.


Di saat bersamaan, di sekitar Aron dan Hasan, sebuah jaring hitam besar dengan radius lebih dari 100 meter menyelimuti mereka, ini dilakukan oleh Hasan untuk mencegah Aron melarikan diri.


Melihat tubuh Hasan bisa pulih dengan cepat, raut wajah Aron mau tidak mau berubah, dari segi tubuh, orang ini lebih kuat daripada dia.


Kemudian, lapisan kabut hitam muncul di tubuh Hasan, seolah dia sedang mengenakan baju besi, lalu dia melayangkan tamparannya ke arah Aron.


Aron mengangkat tangannya dan mengayunkan Pedang Naga, energi Pedang Naga yang kuat menebas tubuh Hasan dengan ganas, dan membuat suara ledakan yang keras, tapi sayangnya itu gagal menembus pertahanan Hasan.


Sedangkan gerakan Hasan tidak lambat, dia menghantam tubuh Aron dengan keras, dan membuat tubuh Aron terbalik dan jatuh ke tanah.


Aron merasakan organ dalamnya terbalik sesaat, namun akhirnya dia menahannya dan perlahan bangkit berdiri.


Meskipun pukulan itu mengguncang organ dalam Aron, tapi tubuhnya tidak mengalami cedera apapun, karena tubuh fisik Aron yang kuat sudah sebanding dengan tembok besi.


Melihat Aron tiba-tiba bangkit berdiri, dan tidak mengalami cedera di tubuhnya, bahkan jejak tangannya tidak meninggalkan bekas sama sekali, membuat Hasan sedikit tercengang.

__ADS_1



__ADS_2