Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pria-pria Mesum


__ADS_3

“Danu, serahkan Aron sekarang juga, dan saya bisa tidak melukaimu mengingat hubungan kita di masa lalu, tapi jika kalian tidak tahu bersyukur maka jangan salahkan saya tidak segan-segan.”


Pelindung Utama menatap Danu dan tatapan matanya dipenuhi ancaman.


“Kamu tidak perlu banyak bicara, saya tidak akan menyerahkan Aron kepada kalian.”


Danu berkata dengan tegas.


“Cari mati…”


Pelindung Utama juga menjadi marah dan sosoknya mengarah ke arah Danu.


“Aa uu…”


Serigala salju menerjang ke arah Pelindung Utama, bulu putih di sekujur tubuhnya bergidik dan memamerkan taringnya yang panjang.


“Hm, binatang tidak tahu diri…”


Pelindung Utama berdehem dan menghantamkan tamparannya ke arah Serigala salju.


Serigala salju menghindari tamparan dari Pelindung Utama dengan lincah, cakar-cakarnya yang tajam menebas bahu Pelindung Utama dengan ganas.


Beberapa bekas sayatan terlihat, dan tatapan mata Pelindung Utama seketika dipenuhi dengan amarah.


“Dasar binatang, hari ini saya akan membunuhmu dan mengambil Pil Hewan Buasmu…”


Pelindung Utama mengepalkan tinjunya, cahaya yang menyilaukan menyatu di atas tinjunya dan angin kencang yang menakutkan mengarah ke arah Serigala salju.


Serigala salju menerjang ke arah Pelindung Utama, bulu putih di sekujur tubuhnya bergidik dan memamerkan taringnya yang panjang.


“Hm, binatang tidak tahu diri…”


Pelindung Utama berdehem dan menghantamkan tamparannya ke arah Serigala salju.

__ADS_1


Serigala salju menghindari tamparan dari Pelindung Utama dengan lincah, cakar-cakarnya yang tajam menebas bahu Pelindung Utama dengan ganas.


Beberapa bekas sayatan terlihat, dan tatapan mata Pelindung Utama seketika dipenuhi dengan amarah.


“Dasar binatang, hari ini saya akan membunuhmu dan mengambil Pil Hewan Buasmu…”


Pelindung Utama mengepalkan tinjunya, cahaya yang menyilaukan menyatu di atas tinjunya dan angin kencang yang menakutkan mengarah ke arah Serigala salju.


“Kakak pertama, saya akan membantumu…”


Pelindung Ketiga yang digigit oleh Serigala Salju juga menyerang ke arah Serigala salju.


“Ayo kita serang juga…”


Pelindung Kedua melambaikan tangannya dan dua pelindung lain juga langsung menerjang ke arah Danu.


Nuri dan Lina yang melihat hal itu maju di saat bersamaan dan menghadang di depan Danu.


“Dua gadis kecil, tidak disangka kekuatan kalian lumayan juga…”


Nuri dan Lina tidak mengatakan apapun, dan langsung menyerang ke arah dua pelindung itu dengan wajah marah.


“Tidak tahu kemampuan diri sendiri…”


Pelindung Kedua mengangkat tangannya dan langsung menampar Lina hingga terhempas.


Sosok Lina yang masih berada di udara, ditangkap oleh Pelindung Keempat dan langsung disergap.


Meskipun Lina dan Nuri sudah mendapatkan kekuatan Danu, tapi mereka berdua tidak memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan, terutama melawan orang-orang yang sudah lama berada di ranah Great Grand Master, baik dari pengalaman maupun kekuatan mereka masih kalah telak.


Pelindung Keempat menggendong Lina sambil menarik nafasnya dengan kuat, aroma tubuhnya samar-samar mencapai hidungnya.


“Hm, wangi sekali!” mata Pelindung Keempat berbinar, lalu berkata pada Pelindung Kedua : “Kakak kedua, kamu ini benar-benar tidak tahu berbelas kasihan ya, gadis secantik ini kalau sampai terluka oleh pukulanmu, mana bisa ditemukan lagi!”

__ADS_1


Pelindung Keempat berkata lalu memegang dagu Lina dengan lembut dan tersenyum dengan mesum.


Lina menatap Pelindung Keempat dengan marah, namun dia tidak dapat bergerak karena dia sedang dikendalikan.


“Lina…”


Danu yang melihat adegan itu menggertakkan giginya dengan marah : “Cepat lepaskan Lina, lepaskan dia…”


“Danu, tadi saya sudah memberimu kesempatan tapi kamu tidak mau, sekarang memintaku melepaskan orang, sudah terlambat…”


Pelindung Keempat berkata dengan penuh kesombongan.


“Lina…” Nely yang memegang pedang panjang di tangannya langsung menikamkan pedang itu ke arah Pelindung Keempat, dia ingin menyelamatkan Lina.


Tapi siapa sangka, baru saja bergerak, Pelindung Kelima langsung bergerak dan menepis pedang yang ada di tangan Nely, lalu menarik Nely ke dalam pelukannya.


Kekuatan Nely terlalu berbeda jauh dengan orang-orang ini, sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan.


“Hahaha, adik kelima, kita masing-masing mengambil satu, dua gadis yang tersisa, biarkan saja kakak kedua dan yang lainnya berbagi…”


Pelindung Keempat melihat Pelindung Kelima yang memeluk Nely, seketika tertawa terbahak-bahak.


“Kalau begitu saya tidak akan segan-segan lagi!”


Pelindung Kelima tersenyum dengan bejat dan matanya menatap lurus ke arah Nely yang ada di dalam pelukannya.


Saat ini Nely sama sekali tidak panik, dia juga tidak melawan, sebaliknya dia menatap Pelindung Kelima dengan tatapan penuh cinta dan berkata dengan nada malu-malu : “Kamu jahat sekali, membuatku kesakitan…”


​Melihat sikap Nely seperti itu, secara mengejutkan tatapan Pelindung Kelima perlahan-lahan menjadi kosong, diikuti dengan senyuman bagaikan orang bodoh yang air liurnya hampir mengalir keluar.


“Kamu masih tidak mau melepaskanku?”


Nely bertanya pada Pelindung Kelima.

__ADS_1



__ADS_2