Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Membuka Topeng


__ADS_3

Tidak lama kemudian, teh pun disajikan dan Rafael menuangkan secangkir untuk Aron.


“Tuan Aron, coba cicipilah?”


Rafael membuat isyarat mempersilahkan, dan berusaha keras untuk tetap tenang!


Dia tidak ingin menunjukkan wajah aslinya pada saat itu.


“Terima kasih Kepala Keluarga Keluarga Dayo .”


Aron berterima kasih lalu mengambil cangkir tehnya dan menyesapnya perlahan.


“Lumayan, tapi saya tidak terlalu memahami tentang teh!”


Aron berkata dengan sedikit canggung.


“Haha, sebenarnya semuanya juga hanya memiliki pemahaman dangkal, karena rasanya lumayan, maka minumlah lebih banyak…”


Rafael berkata sambil tertawa.


Aron mengambil cangkirnya lalu meneguk habis semuanya!


Di saat itu, Rafael baru menghela nafas lega di dalam hatinya.


Lion juga ikut minum bersama Aron hanya saja Rafael tidak menghentikannya.


Dia memiliki obat penawarnya jadi tidak masalah jika Lion meminumnya!


Segera, setelah minum dan makan, Aron merasa sudah waktunya untuk pergi, dan hendak bangkit berdiri!

__ADS_1


​“Tuan Aron, saat ini seluruh keluarga dan klan bela diri di Kota Dama sedang mengincarmu, kalau kamu tidak keberatan kamu bisa menetap di kediaman Keluarga Dayo, kebetulan juga bisa menemani Lion!”


Melihat Aron hendak pergi, Rafael berkata pada Aron.


“Terima kasih atas niat baik Kepala Keluarga Keluarga Dayo , saya masih punya banyak urusan yang harus diselesaikan, jadi saya tidak akan mengganggu lagi!”


Aron menolak dengan span.


“Tuan Aron, tinggallah sebentar, masih ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepadamu!”


Rafael menghentikan Aron lalu berkata pada Lionel : “Lion, ibumu tadi baru menelepon dan memintamu untuk pergi menjemputnya, kamu cepat pergi!”


Lion yang mendengarnya hanya bisa pergi untuk menjemput ibunya, lalu menatap Aron dengan tatapan bersalah : “Saudara Aron, kalau begitu saya permisi dulu ya.”


“Saudara Lion terlalu sungkan, kamu pergilah!”


Aron tersenyum tipis.


“Tuan Aron, saya dengar kamu memiliki banyak harta karun, dan juga Kristal Naga yang sudah menyatu dan menghasilkan kekuatan Naga Ilahi, saya ingin tahu apakah itu benar?”


Rafael angkat bicara dan bertanya.


Aron tercengang namun tetap mengangguk : “Ya, itu benar!”


Melihat pengakuan Aron, tatapan mata Rafael langsung bersinar dengan cemerlang dan wajahnya dipenuhi dengan kegembiraan.


Melihat ekspresi Rafael, Aron merasa sedikit kaget dalam hatinya.


“Tuan Aron, kalau begitu saya akan berbicara terus terang, saat ini dengan kekuatanmu dan walau tanpa Kristal Naga itu, juga masih bisa berada di peringkat teratas di generasi muda komunitas bela diri.”

__ADS_1


“Sedangkan Lion tidak bisa, kekuatannya sangat buruk dan tidak berusaha, jangankan Daftar Peringkat Progresif, bahkan di generasi muda komunitas bela diri Kota Dama, semuanya juga lebih kuat daripada dia.”


Rafael menghela nafas dan menunjukkan ekspresi tidak puas.


“Apa yang Kepala Keluarga Keluarga Dayo maksud dengan ini?”


Aron perlahan mengernyitkan keningnya.


“Tidak ada maksud lain, saya lihat kamu dan Lion adalah teman, apakah kamu bisa memberikan Kristal Naga kepada Lion, saya bisa menukarnya dengan harta karun lainnya untukmu!”


Kata Rafael.


Aron yang mendengarnya seketika raut wajahnya berubah menjadi dingin : “Maaf, kalau urusan lain saya pasti akan membantu, tapi Kristal Naga ini tidak akan saya berikan kepada siapa pun…”


“Saya masih ada urusan lain, pamit dulu…”


Aron bangkit berdiri dan berjalan keluar, dan menyadari bahwa Rafael tidak seperti yang dia kira.


Namun saat Aron baru sampai di depan pintu, kepala pelayan dan anak buahnya menghentikannya.


Aron menoleh ke arah Rafael : “Kepala Keluarga Keluarga Dayo , apa maksudmu?”


Saat ini, Rafael sudah menunjukkan sifat aslinya dan berkata sambil tersenyum dingin : “Tidak ada maksud lain, kalau kamu tidak ingin memberikannya maka saya hanya bisa mengambilnya sendiri.”


Mata Aron menyipit dan tatapannya dipenuhi dengan hawa dingin.


“Memberi muka kepada Saudara Lion, saya tidak ingin melakukan pembantaian di Keluarga Dayo, jangan memaksaku…”


Aron berkata dengan ekspresi suram.

__ADS_1


“Hahaha!” Rafael tertawa keras : “Pembantaian? Kamu kira kamu masih bisa menggunakan kekuatanmu sekarang? Kamu sudah terkena Pil Pengontrol Energiku, dan sekarang sudah menjadi orang lumpuh.”



__ADS_2