Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Keroyok


__ADS_3

Ketua Klan Binsar menatap dadanya yang bolong dengan tidak percaya, tatapan matanya dipenuhi dengan kengerian.


Mulutnya sedikit terbuka, dia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, kemudian kepalanya terkulai dan dia sudah tidak bernafas lagi.


Aron melemparkan mayat Ketua Klan Binsar begitu saja.


Seperti melempar seekor anjing mati.


“Siapa lagi?” Aron melirik sekelilingnya dengan dingin.


Kerumunan yang melihat ini tanpa sadar merasa hati mereka tenggelam, mereka tidak menyangka kekuatan Aron sudah begitu tidak masuk akal.


Walau beberapa waktu lalu Aron berhasil mengalahkan August, membunuh Wiwanto, itu semua juga merupakan upaya yang putus asa.


Namun sekarang, seorang Great Grand Master puncak seperti Ketua Klan Binsar bahkan belum sempat menyentuh Aron dan sudah terbunuh.


Kekuatan seperti ini jelas terlalu menakutkan.


Raut wajah Robi menjadi sangat jelek, dia menatap Aron dengan erat : “Tidak disangka dalam waktu singkat kekuatanmu sudah meningkat lagi.”


“Sepertinya harta karun yang kamu miliki memang sangat bermanfaat bagimu.”


Selama beberapa waktu ini, Robi sudah melihat sendiri kekuatan Aron tumbuh dengan pesat!


Namun, Robi tidak merasa itu berkat bakat Aron, melainkan harta karun yang dimiliki olehnya yang membuat kekuatan Aron dapat berkembang dengan pesat.


“Bukankah kamu selalu menginginkan harta karun yang kumiliki? Sekarang saya sudah di sini, kalau punya kemampuan, datang dan ambillah!”

__ADS_1


Aron memprovokasi Robi dengan ucapannya.


Asalkan Robi menyerang, Aron pasti akan langsung membunuhnya dengan satu serangan.


Hanya saja, Robi adalah orang yang penuh perhitungan, dia tahu saat bertarung sendirian dengan Aron, dia sudah bukan tandingan Aron, jadi dia tidak mungkin akan menyerang Aron.


“Hm, Aron, walau kamu sangat kuat tapi kami begitu banyak orang di sini, ingin membunuhmu juga semudah membalik telapak tangan!”


Setelah selesai berkata, Robi berkata kepada semua orang : “Hadirin, kekuatan Aron sudah tidak bisa dikalahkan oleh satu orang lagi, mari kita bekerja sama untuk membunuhnya.”


Semua orang itu mengangguk lalu meledakkan aura menakutkan mereka masing-masing.


“Aron, kali ini kamu pasti akan mati…”


Robi mencibir.


“Hanya sekumpulan sampah…”


​Tubuh emas tak ter hancurkan digunakan secara maksimal oleh Aron.


Meskipun Aron merendahkan dan meremehkan kumpulan orang ini, tapi itu tidak berarti Aron akan benar-benar meremehkan mereka.


Begitu banyak Great Grand Master menyerang bersama, kekuatannya dapat dibandingkan dengan bom.


Siapa pun tidak berani menganggap remeh.


Dalam sekejap, seberkas demi seberkas cahaya diikuti dengan energi serta teknik sihir yang tidak terhitung jumlahnya mengarah ke arah Aron.

__ADS_1


Begitu banyak aliran energi dan teknik sihir mulai membuat ruang kosong mulai bergetar, dan seluruh vila langsung runtuh.


Asap dan debu beterbangan, namun sebagai Great Grand Master, orang-orang ini tidak akan terluka hanya karena runtuhnya batu bata dan batu kerikil seperti ini.


Aron menghadapi mereka dan melambaikan tangannya, Pedang Naga yang membara muncul dan warna merahnya menyinari separuh dari langit.


“Pedang membelah air…”


Pedang Naga di tangan Aron seketika diayunkan


Sebuah energi pedang berwarna merah api melesat keluar lalu melawan aliran energi dan teknik sihir itu.


Bam bam bam…


Suara ledakan terus terdengar seolah baru terjadi perang dunia.


Dengan begitu banyak orang yang menyerang sekaligus, meskipun Aron dapat menahan beberapa serangan tapi tetap saja ada banyak energi yang menghantam tubuhnya.


Tubuh Aron meledakkan cahaya-cahaya keemasan dan menghadapi begitu banyak serangan, tubuh emas yang tidak ter hancurkan serta sisik-sisik di tubuh Aron mulai rontok dan menghilang.


Aron tidak bergeming, sepasang matanya memerah dan semangat tempur di tubuhnya tidak tertandingi, membuat semua orang seketika bergidik ngeri!


“Bunuh!”


Aron menahan serangan yang tidak terhitung jumlahnya dengan keras dan mengayunkan pedangnya dengan kejam.


Energi pedang yang tajam langsung membelah tubuh seorang ketua klan menjadi dua bagian, darah beterbangan dan membuat beberapa orang terlihat seperti manusia darah dalam sekejap.

__ADS_1


Pemandangan yang begitu mengerikan membuat banyak orang mulai berteriak!



__ADS_2