
“Kamu pergilah, kalau kamu masih bersikeras, saya tidak akan berbelas kasihan lagi...”
Alfat menatap Hasan dan berkata dengan ringan.
Hasan menatap Aron dengan marah, lalu menggertakkan giginya dan berkata: “Aron, anggap saja kamu beruntung hari ini, cepat atau lambat saya akan membunuhmu...”
Setelah selesai bicara Hasan membawa bawahannya dan berbalik pergi.
Melihat hal itu, Canon yang satu tangannya sudah patah, ketakutan dan bergegas bersiap untuk pergi bersama Hasan.
“Jangan harap kamu bisa pergi...”
Aron melihat Canon yang hendak pergi segera melompat dan menghalangi jalan Canon.
“Aron, apa...apa yang mau kamu lakukan?” Canon gemetar ketakutan, sekarang satu tangannya sudah patah, dia bukan tandingan Aron.
“Membunuhmu...” Tatapan mata Aron menjadi dingin.
Kalau bukan karena orang ini membawa Hasan kemari, Helen tidak akan mati, semuanya disebabkan oleh orang ini.
Melihat tatapan membunuh Aron, Canon bergegas berkata pada Hasan: “Ketua Hasan, kumohon padamu, kumohon padamu bawa saya pergi bersamamu...”
Saat ini Canon hanya bisa memohon agar Hasan membawanya pergi bersama.
__ADS_1
Tapi sayangnya, Hasan bahkan tidak menoleh ke belakang dan langsung pergi.
Melihat Hasan pergi, Canon kehilangan seluruh harapannya, dia hanya bisa memohon pada Aron: “Kumohon lepaskan saya, apapun yang kamu inginkan bisa kuberikan kepadamu, Yayasan Hanura kami memiliki banyak benda pusaka...”
Aron menatap Canon dengan ekspresi membunuh di wajahnya, lalu mengayunkan Pedang Naga tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Kepala Canon terlempar tinggi dalam sekejap, lalu akhirnya jatuh ke tanah dan berguling jauh.
Aron menyimpan kembali Pedang Naga lalu berjalan ke hadapan Alfat: “Terima kasih Tetua Alfat sudah menyelamatkan...”
“Tidak usah sungkan, hanya bantuan kecil...” Alfat tersenyum ringan, kemudian matanya tertuju pada Tungku Petani Surgawi yang berada tidak jauh dari sana: “Saudara Aron, apakah tempat dupa perunggu ini milikmu?”
“Oh, ini hadiah dari seorang teman...” Aron berkata, lalu menembakkan kekuatan spiritual ke dalam Tungku Petani Surgawi, dan Tungku Petani Surgawi itu kembali berubah menjadi seukuran telapak tangan dan kembali ke dalam pelukan Aron.
Aron tidak ingin Alfat mengetahui kalau ini adalah Tungku Petani Surgawi, karena Tungku Petani Surgawi adalah artefak kuno dan merupakan senjata alkimia, kalau Alfred sampai mengetahuinya dan memiliki niat jahat, apa yang harus dia lakukan?
Setelah menyimpan Tungku Petani Surgawi, Aron menatap Nely yang tergeletak di atas tanah, matanya seketika menjadi lembab.
Tidak peduli apakah dia menyukai Nely atau tidak, apakah kedua orang itu memiliki perasaan atau tidak, bagaimanapun Nely mati karena menyelamatkan dia, Aron merasa sangat sakit hati.
Aron berjalan perlahan ke sisi Nely dan berjongkok untuk mengangkat tubuh Nely, dia berencana menguburkan Nely.
“Saudara Aron, tunggu sebentar...” Alfat berteriak dan berjalan menghampiri Aron.
__ADS_1
Setelah melihat keadaan Nely, dia mengeluarkan sebutir pil dan memasukkannya ke mulut Nely.
“Saudara Aron, temanmu ini belum mati, namun dia sudah tidak jauh dari ambang kematian, saya memberikan sebutir Pil Penambah Usia kepadanya, semoga bisa sampai di Lembah Pengobatan tepat waktu, setelah tiba di Lembah Pengobatan, dia bisa diselamatkan...”
Alfat berkata pada Aron.
“Apa? Nely belum mati?” Aron tercengang, dia segera menyuntikkan kekuatan spiritual ke dalam tubuh Nely.
Sgeera, Aron menyadari kalau Nely memang belum mati, jantungnya masih berdetak dengan lemah.
Aron berkeringat dingin, kalau bukan karena Alfat, dia pasti sudah memakamkan Nely.
Saat dia memeriksa Nely tadi, kekuatan spiritual di dalam tubuhnya sudah habis, dan dia tidak memeriksa dengan seksama, yang hampir menyebabkan kesalahan besar.
“Tetua Alfat, mohon kamu menuntun jalan...”
Setelah Aron selesai bicara, dia segera berpesan kepada Jekson: “Jekson, kamu yang mengemudi, kita akan segera pergi ke Lembah Pengobatan...”
“Saudara Aron, Lembah Pengobatan tidak mengizinkan orang luar masuk dan keluar sesuka hati, kamu sebaiknya berpesan, lalu kita berangkat dengan mobilku...”
Alfat menjelaskan.
Aron mengangguk, lalu berpesan kepada Jekson dan yang lainnya untuk kembali ke Kota Sanur, untuk memberitahukan keberadaannya kepada Nuri setelah mereka bertemu dengan Nuri dan yang lainnya, agar dia tidak khawatir.
__ADS_1
Setelah berpesan, Aron menggendong Nely dan masuk ke dalam mobil Alfat, lalu Elder mengemudi dan melaju ke Lembah Pengobatan dengan cepat.