Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lembah Iblis


__ADS_3

“Mendiskusikan apa lagi, setelah kakakku keluar dia juga pasti akan membawa orang untuk pergi ke Lembah Iblis!”


Gera berkata dengan raut wajah dingin : “Segera kumpulkan para anggota dan ikut denganku ke Lembah Iblis, lalu atur seseorang untuk berjaga di rumah, dan beritahukan kepada kakakku saat dia keluar dari pengasingan.”


Kepala pelayan masih ingin membujuk tapi melihat penampilan Gera, dia akhirnya tidak mengatakan apa pun.


Segera, Gera berangkat menuju ke Lembah Iblis bersama dengan pasukannya.


Robi melihat Gera yang membawa pasukannya pergi mencari Aron, melengkungkan sudut mulutnya.


“Aron, kamu ingin melawanku? Benar-benar terlalu lemah!”


Robi berkata lalu menoleh ke salah satu bawahan Keluarga Himawan yang ada di sampingnya dan bertanya : “Saya memintamu mengumpulkan semua orang di tingkat menengah ke atas di keluarga, apakah sudah dikumpulkan?”


“Tuan Muda, sebagian besar sudah dikumpulkan, hanya saja ada beberapa orang yang menolak mengikuti perintahmu tanpa perintah dari Tuan Besar!”


Robi yang mendengarnya seketika mengumpat dengan jengkel : “Sialan, ayahku sedang mengasingkan diri, sebagai Tuan Muda Keluarga Himawan saya masih tidak bisa mengatur mereka.”


Namun, meskipun mengumpat, orang-orang di kalangan menengah ke atas di Keluarga Himawan yang dapat diperintah oleh Robi masih sedikit, sebagian besar dari mereka hanya mendengar perintah dari Kepala Keluarga Keluarga Himawan.


“Berapa banyak yang datang ya sudah, pada saatnya jika Keluarga Galah dan Lembah Iblis benar-benar bertarung, pasti kedua belah pihak akan mengalami cedera berat, dan Keluarga Himawan hanya perlu duduk diam untuk memanen hasilnya.”


Kilatan keserakahan terlihat di mata Robi.


Alasan dia mengumpulkan semua orang ini adalah karena dia ingin menunggu kesempatan untuk menghabisi Aron.


Kalau Keluarga Galah menghabisi Aron, maka semua harta karun itu juga tidak mungkin jatuh ke tangan Keluarga Galah, Robi sudah memperhitungkannya sejak awal.


Gera yang kasihan, dia tidak tahu kalau dirinya sudah jatuh ke dalam perangkap Robi.

__ADS_1



Lembah Iblis!


Danu dan Aron sudah tiba di pintu masuk Lembah Iblis.


“Siapa kalian? Ini adalah Lembah Iblis, kalau tidak ingin mati pergilah sekarang juga…”


Dua orang penjaga tiba-tiba melompat keluar dari persembunyian dan berteriak pada Aron dan yang lainnya.


“Kami datang untuk mencari Amon, tolong kalian laporkan kepadanya!”


Danu berkata dengan lantang.


“Apakah Tetua kami bisa kalian temui seenaknya saja?”


​Salah seorang penjaga itu mendengus dingin : “Segera pergi, kalau tidak jangan salahkan kami tidak segan-segan.”


Orang-orang di Lembah Iblis selalu enggan berurusan dengan orang-orang dari dunia bela diri, klan dan keluarga bela diri apa pun tidak ada urusannya.


Dua orang penjaga itu melihat Danu dan yang lainnya seharusnya merupakan anggota dari salah satu keluarga atau klan, jadi tidak ingin membiarkan mereka masuk ke dalam lembah.


“Kalian berdua, kami hanya datang untuk mencari Tetua kalian dan mendiskusikan sesuatu, tolong kalian laporkan kepadanya!”


Aron melangkah maju dan berkata dengan sopan.


“Enyah, sudah kubilang tidak mau bertemu!”


Salah seorang penjaga mengumpat dengan marah, lalu menebaskan telapak tangannya ke arah Aron.

__ADS_1


Aron mengernyitkan keningnya, tidak disangka orang-orang di Lembah Iblis memiliki sifat yang begitu eksentrik.


Aron melihat penjaga itu melayangkan tamparannya dan kemudian menghindar.


Penjaga lainnya yang melihat hal ini juga segera menyerang ke arah Aron.


Aron tidak berhenti menghindar dan kedua penjaga itu sama sekali tidak bisa menyentuh Aron.


Saat perkelahian sedang berlangsung, Salomo berjalan menghampiri.


“Siapa yang berani membuat onar di depan pintu Lembah Iblis?”


Salomo berteriak marah.


Namun saat melihat Aron dan Danu, tatapannya seketika terkejut!


Dia melompat lalu melayangkan dua tendangannya dan membuat kedua penjaga itu terpental.


“Sialan, dua bajingan kecil seperti kalian juga berani bersikap kasar kepada tamu Lembah Iblis, kuberitahu kepada kalian, saat Danu berada di Lembah Iblis dua bajingan kecil seperti kalian bahkan belum ada!”


Salomo memaki dua penjaga itu.


Dua penjaga yang mendengarnya seketika mundur ketakutan.


“Kak Salomo…”


​Danu yang melihat Salomo segera menyapanya


Salomo yang melihat Danu segera menepuk pundak Danu dengan bahagia.

__ADS_1


Namun tepukan itu hampir membuat Danu terjatuh.



__ADS_2