Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berawal Dari Penghianatan


__ADS_3

Bersamaan dengan tatapan kaget Rael, kepala pelayan berjalan keluar dari mobil.


“Ada apa ini? Bukankah saya sudah memintamu untuk pergi?”


Rael berteriak dengan marah kepada kepala pelayan.


Tapi kepala pelayan Keluarga Dayo tidak menghiraukan Rael, sebaliknya dia berjalan ke hadapan Robi dan berkata dengan penuh hormat : “Tuan Muda Robi, ibu dan anak dari Keluarga Dayo ada di dalam mobil!”


Melihat kepala pelayan yang begitu hormat terhadap Robi, Rael seketika menyadari apa yang sedang terjadi.


“Kamu berani mengkhianatiku?”


Kemarahan meledak dari tubuh Rael, diikuti dengan sebuah tamparan besar yang mengarah ke kepala pelayan itu.


“Paman Rael, kamu jangan marah, apakah kamu sudah lupa kalau istri dan anakmu sedang di dalam mobil?”


“Jika pertarungan benar-benar terjadi, maka saya tidak bisa menjamin keselamatan mereka.”


Robi menyeringai dan mengancam Rael.


Rael yang sudah mengangkat tangannya, menariknya kembali.


Sepasang matanya dipenuhi dengan kemarahan dan memelototi kepala pelayan Keluarga Dayo.


“Kenapa, kenapa kamu mengkhianatiku?”


Rael tidak mengerti, kepala pelayan sudah mengikutinya selama belasan tahun, kenapa dia malah mengkhianatinya.


“Tuan besar, kekuatan Keluarga Himawan sekarang sudah tidak bisa dibandingkan lagi dengan Keluarga Dayo, jika terus melawan Keluarga Himawan maka hanya akan mati.”


“Kenapa tidak bekerja sama dengan Keluarga Himawan, dan menjadi pengikut dari Keluarga Himawan, itu lebih baik daripada harus kehilangan nyawa!”


Kepala pelayan itu berkata tanpa malu-malu.

__ADS_1


Raut wajah Rael memerah karena marah namun dia tidak mengatakan apa pun.


Istri dan anaknya sedang di tangan Robi dia tidak berani bertindak gegabah.


“Paman Rael, sekarang asalkan kamu mengangguk dan setuju menjadi pengikut Keluarga Himawan, maka saya akan menjamin keselamatan dari istri dan anakmu.”


Robi menatap Rael dengan puas, dia sudah memegang kendali atas Rael.


Dia tahu Rael pasti akan menyetujuinya.


Rael melihat istri dan anaknya yang ada di dalam mobil, dia hanya bisa menghela nafas pasrah dan menganggukkan kepalanya.


“Kamu memang sangat cerdik, jauh lebih kuat dibandingkan dengan ayahmu, saya bersedia melakukan apa yang Keluarga Himawan inginkan tapi kamu harus menjamin keselamatan istri dan anakku.”


Rael berkata kepada Robi.


​“Paman Rael, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal ini, saya bisa menjaminnya, karena kita sudah menjadi satu keluarga mana mungkin saya menyakiti mereka!”


“Namun untuk menunjukkan ketulusanku, saya akan meninggalkan bibi!”


Robi berkata lalu melambaikan tangannya, dan seseorang menarik istri Rael keluar dari mobil.


“Lepaskan saya, lepaskan saya…”


Istri Rael berteriak keras.


“Lepaskan dia!” Robi berteriak.


​Istri Rael yang dilepaskan segera berlari ke belakang Rael dan bersembunyi.


“Paman Rael, saya berharap bisa melihat pengumuman penyerahan yang di posting oleh Keluarga Dayo di forum bela diri besok!”


Robi berkata dengan penuh kesombongan, lalu membawa anak buahnya pergi.

__ADS_1


“Putraku, lepaskan putraku…”


Melihat putranya dibawa pergi, istri Rael mengejarnya dengan putus asa.


Namun Rael menariknya kembali.


Saat itu, hati Rael tiba-tiba merasa sangat tidak berdaya…


Keesokan paginya!


Di forum bela diri, Rael memposting sebuah pengumuman!


Sebuah pernyataan yang jelas dan sederhana, bahwa saat ini Keluarga Dayo sudah menjadi klan yang berafiliasi dengan Keluarga Himawan, dan siap membantu dan mendengarkan perintah Keluarga Himawan dalam segala sesuatu.


Hal ini langsung menggemparkan forum bela diri.


“Keluarga Himawan, lagi-lagi Keluarga Himawan, beberapa hari ini Keluarga Himawan sangat terkenal ya!”


“Apa yang terjadi? Bukankah Keluarga Dayo dan Keluarga Himawan tidak pernah cocok?”


“Dalam satu malam, komunitas bela diri Kota Dama akan berubah, semua kekuatan besar akan dirombak.”


“Lihat saja, mungkin Aliansi Seni Bela Diri sudah tidak akan bisa duduk diam lagi.”


Semua orang mulai berdiskusi.


Namun, Aliansi Seni Bela Diri ternyata diam saja, tidak ada yang angkat bicara dan tidak ada yang pergi untuk mencari Keluarga Himawan!


Membiarkan kekuatan Keluarga Himawan terus berkembang seperti ini.


Waktu berlalu dan dalam sekejap mata setengah bulan sudah berlalu!


__ADS_1


__ADS_2