Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menuju kota Dama dengan kursi hangat


__ADS_3

Perlu diketahui bahkan saat Indrawan berada di puncak karirnya, tetap ada jurang pemisah yang besar antara dirinya dengan Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, Eddyt merupakan sosok yang jauh di atas, dan Indrawan tidak menyangka Aron mengenal Eddyt!


​“Tuan Aron, kalau kamu berangkat besok, saya akan mengirimkan mobil untuk menjemputmu, bagaimana?”


Tanya Kurniawan.


“Baik, ayo berangkat bersama besok!”


Aron mengangguk, karena Aron belum pernah pergi ke Kota Dama jadi dia tidak terlalu familiar, dan karena Kurniawan juga pernah mengikuti pelelangan seperti ini, itu akan membuatnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal.


Kurniawan pergi, sedangkan Nuri dan Lina juga berjalan turun!


“Aron, tadi kamu bilang mau pergi ke mana dengan Tuan Kurniawan?”


Tanya Nuri.


Aron menatap dua orang ini dan sedikit kaget, dia mengira mereka berdua sedang tidak di rumah!


“Lina, tadi kakekmu datang kemari kenapa kamu tidak keluar untuk berbicara sepatah dua patah kata? Saya kira kalian berdua tidak di rumah!”


Aron tidak menjawab pertanyaan Nuri dan menatap Lina dengan bingung.


“Kalau kakekku melihatku dia pasti akan menyuruhku pulang ke rumah, saya tidak mau pulang….”


Lina terkekeh!


“Saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghadapi kalian….”


Aron menggelengkan kepalanya dengan pasrah.

__ADS_1


“Aron, kamu belum menjawab pertanyaanku, kalian mau pergi ke mana?”


Niri kembali bertanya pada Aron.


“Kota Dama akan menyelenggarakan pameran pelelangan, saya bersiap pergi dengan Tuan Kurniawan!”


Aron berkata apa adanya.


“Bagus sekali, kami juga mau pergi…” Nuri berkata dengan senang.


“Benar, kami juga mau pergi, kebetulan saya punya teman di Kota Dama, akan ada orang yang melayani kita!”


Lina menganggukkan kepalanya!


Aron merasa kedua orang itu memang sudah merencanakan untuk pergi bersama.


Aron berkata lalu kembali ke kamarnya!


Keesokan paginya, Kurniawan mengutus pengawalnya, Niko untuk menjemput Aron!


Saat mobil baru berhenti, Nuri dan Lina langsung masuk ke dalam dan Niko tidak bisa menghentikan mereka!


Aron yang melihatnya hanya bisa naik ke mobil dengan pasrah!


​Dan setelah menjemput Kurniawan, dia tercengang saat melihat Nuri dan Lina yang ada di dalam mobil, hanya saja pada akhirnya dia tersenyum dan tidak mengatakan apapun!


Kurniawan duduk di kursi penumpang depan, sedangkan Aron, Nuri dan Lina duduk di kursi penumpang bagian belakang, Aron duduk di tengah dan diapit oleh Lina dan Nuri di kiri kanannya!


“Menyenangkan untukmu ya, ada dua wanita cantik yang duduk di kiri dan kananmu dan menemanimu….”

__ADS_1


Nuri berbisik di telinga Aron.


Aron terdiam sesaat, dia tahu Nuri sengaja duduk seperti ini untuk menguji ketahanannya!


Sedangkan wajah Lina sedikit memerah, selain menyelamatkannya di dalam penginapan, dia belum pernah berada sedekat ini dengan Aron lagi!


Sekarang dia merasakan hawa maskulin dari tubuh Aron dan membuat Lina melihat ke luar jendela dan detak jantungnya mulai meningkat!


​Sedangkan Kurniawan yang duduk di kursi penumpang depan melirik sekilas dari kaca spion, saat melihat Aron yang duduk dengan kasihan di belakang, senyuman tipis terlihat di wajahnya!


Sebagai kakeknya, dia sangat paham tentang perasaan Lina, tapi Kurniawan juga tidak menghentikannya, kalau Lina benar-benar bisa bersama dengan Aron maka Kurniawan akan mengangkat tangannya dan menyetujuinya, bahkan walau hanya menjadi selir di sisi Aron juga tidak masalah!


“Tuan Aron, dalam pameran pelelangan barang antik kali ini, pengusaha Futuwa membawa cukup banyak master, ada kalanya senjata ajaib akan dibuat langsung di lapangan, dan Tuan Aron boleh mencoba senjata ajaib dengan para master itu, saya dengar kalau ahli sihir nomor satu di Futuwa sudah membuat sebuah senjata ajaib dan berhasil menghindari kecelakaan mobil!”


“Sekarang baik di Arunika dan Futuwa, banyak pengusaha kaya yang memperlakukan ahli sihir dan ahli sihir sebagai tamu kehormatan, dan orang-orang itu memiliki kekuatan!


Kurniawan menoleh ke arah Aron dan berkata, dia juga berusaha menghilangkan suasana canggung pada Aron!


“Semua itu hanyalah tipuan untuk menipu orang, bagaimana mungkin senjata ajaib bisa dibuat dengan mudah….”


Aron tersenyum ringan!


Senjata ajaib yang sebenarnya merupakan hukum alam, dan untuk menggunakannya diperlukan mantra, walaupun Aron membuatkan Nuri Liontin Giok itu hanya bisa dianggap sebagai senjata pertahanan diri yang umum.


Saat Kurniawan mendengar Aron mengatakan hal ini, dia juga tidak berbicara lagi, dan suasana di dalam mobil menjadi sangat hening, dan hanya terdengar suara mobil yang melaju!


Setelah lebih dari lima jam, mobil itu melaju masuk ke Kota Dama, kemakmuran Kota Dama tidak sebanding dengan Kota Sanur, bahkan Provinsi Gana!


Gedung-gedung pencakar langit dan arus lalu lintas yang tidak ada habisnya mengekspresikan gaya hidup Kota Dama yang serba cepat!

__ADS_1


__ADS_2