
Segera, kabut hitam yang mengelilingi monster berbentuk manusia itu sudah habis disedot oleh Aron, dan monster itu runtuh seketika dan kembali berubah menjadi serangga dan semut yang tidak terhitung jumlahnya lagi, dan memenuhi seluruh halaman.
Aron menunjuk dengan jarinya dan sekelompok api berwarna hijau zamrud tampak bergerak-gerak dan serangga serta semut yang melihat nyala api itu bergegas melarikan diri berhamburan.
“Ini adalah api asli yang digunakan Aron dalam alkimia, dan akan mudah membakar habis serangga serta semut ini.
Aron melambaikan telapak tangannya dan api berwarna hijau zamrud itu menyelimuti tanah dan langsung membakar habis serangga dan semut itu.
“Ini….ini…..”
Melihat semua serangga dan semutnya dimusnahkan, beberapa pengurus menunjukkan perubahan ekspresi yang drastis, Aron tidak takut pada makhluk beracun apapun, dan ini sangat mengejutkan mereka, dan pada saat yang sama ketakutan juga muncul di hati mereka.
Mereka orang-orang Desa Poison terkenal akan kemampuan meracuninya, tapi Aron sama sekali kebal pada racun dan tubuhnya seolah tidak kenapa-kenapa saat dia menghirup gas beracun itu, jadi racun yang dikuasai oleh para Penguasa ini tidak berpengaruh pada Aron.
“Apa ini kemampuan kalian?”
Aron mencibir : “Kalau masih punya kemampuan lain cepat gunakan semuanya!”
Pengurus Utama berdiri perlahan, keningnya sudah dibasahi oleh keringat, dia baru saja menggunakan mantra sebesar itu dan menghabiskan banyak energi internalnya.
“Aron, kita tidak punya dendam satu sama lain, tadi juga kamu yang memaksa kami untuk turun tangan, sekarang kami akan minta maaf, apa kamu bisa membiarkan kami pergi?”
__ADS_1
Pengurus Utama mencoba berkompromi, setelah melihat kekuatan Aron, lagaknya yang sombong juga sudah tidak terlihat.
“Pergi?” Aron menyeringai : “Bukankah kalian sudah menerima uang dari Keluarga Bara, dan akan membunuhku sebagai gantinya? Kenapa pergi begitu saja?”
“Saya…….”
Pengurus Utama tercekat dan terdiam.
Mereka dan Aron memang tidak punya dendam satu sama lain, walaupun Aron membunuh anak angkat Raja Racun, Isaah, itu juga tidak ada hubungannya dengan beberapa pengurus seperti mereka.
Hanya saja mereka terlalu tamak akan uang, mereka ingin membunuh Aron karena uang 10 miliar yang ditawarkan oleh Keluarga Bastian untuk membantu membalas dendam, kalau tidak Pengurus Utama juga tidak akan mengayunkan tinju yang begitu membunuh pada Aron seperti tadi.
“Kalian sebaiknya ikuti Ketua Detasemen Eddyt dengan patuh untuk mengakui kesalahan kalian, dan saya akan mengampuni nyawa kalian kali ini….”
Aron menatap beberapa pengurus dengan sikap dominan dan berkata dengan ringan.
Pengurus Utama mengernyitkan keningnya dan menggertakkan giginya lalu mengangguk : “Baik, kami berjanji akan ikut dengan Ketua Detasemen Eddyt untuk mengakui kesalahan kami, dan akan mengakui kesalahan kami pada Pemimpin Hendy, semoga kamu bisa mempercayai kami dan tidak turun tangan lagi pada kami….”
Menghadapi kekuatan absolut, Pengurus Utama sudah tidak memiliki pilihan lain, kalau dia tidak berjanji pada Aron, maka yang menunggunya hanyalah kematian.
“Asalkan Desa Poison tidak mengusik saya, saya bahkan malas berhubungan dengan kalian…..”
__ADS_1
Saat ini Aron sudah kehilangan ketertarikannya pada Desa Poison, sejak dia bertemu dengan kultivator yang sesungguhnya, Aron sangat penasaran tentang jalur rahasia di balik Kota Dama.
Dia sangat ingin mengetahui siapa identitas aslinya dan siapa itu Danu, dan apa hubungannya dengan dirinya sendiri?
Semua pikiran ini sangat mengganggu Aron.
Pengurus Utama dan yang lainnya menundukkan kepala mereka, dan berjalan ke hadapan Eddyt, Eddyt melambaikan tangannya dan beberapa anggota Detasemen Perlindungan Hukum berjalan kemari, dan menangkap lalu memborgol beberapa pengurus itu.
“Bawa pulang, besok biarkan Pemimpin Hendy yang memberikan hukuman…..”
Eddyt melambaikan tangannya dan beberapa orang itu membawa pergi para pemimpin itu.
“Tuan Aron, terima kasih banyak atas bantuannya, kalau bukan karena kamu sepertinya kami beberapa orang ini tidak akan bisa menangkap mereka……”
Eddyt menatap Aron dengan tatapan penuh rasa terima kasih.
“Hanya bantuan kecil….” Aron tidak merasakan apapun, ini hanyalah bantuan kecil saja.
“Tuan Aron, tidak disangka kekuatanmu begitu mengerikan, pukulan yang begitu ganas tidak menyebabkan cedera apapun pada tubuhmu….” Eddyt mengingat kembali Aron yang tadi menahan pukulan yang begitu ganas, dan merasa sedikit iri, kapan dia sendiri bisa memiliki kekuatan seperti itu, betapa bagusnya.
__ADS_1