Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron tak berdaya


__ADS_3

Aron mengernyitkan keningnya dan ekspresi serius melintas di wajahnya.


Dia tidak melihat pria itu merapalkan mantra apapun, tapi dua wanita itu seperti disihir dan menuruti perkataan pria itu, dengan kekuatan seperti ini, Aron merasa dirinya tidak bisa melakukannya.


Kalau saat ini pria itu bertindak pada Aron, maka Aron tahu dia tidak akan punya peluang untuk menang, dan dia bahkan mungkin tidak memiliki kesempatan untuk melawan.


“Kenapa kamu mengikutiku?”


Aron akhirnya mengajukan pertanyaan.


Raut wajah pria itu tampak datar, dan setelah Aron bertanya dia tersenyum mencibir : “Kamu bisa menyadari saya terus mengikutimu, ini sedikit diluar dugaanku, tidak disangka kamu sudah mencapai tahap Inedia, kamu yang sekarang berhadapan dengan para ahli bela diri bisa dibilang sudah dianggap sebagai eksistensi yang tidak terkalahkan….”


Pria itu tidak menjawab pertanyaan Aron, dan langsung menyatakan tahapan Aron saat ini.


Pada saat ini, Aron menjadi semakin yakin bahwa pria yang ada di depannya juga merupakan seorang kultivator seperti dirinya, tetapi dia merasa kalau pria yang ada di hadapannya ini memiliki dendam padanya.


“Siapa sebenarnya kamu? Bisa memata-matai seseorang dengan indera spiritual paling tidak sudah mencapai tahap Inedia, dan perkataanmu tadi membuat dua wanita itu seperti dihipnotis, dengan kekuatan ini sepertinya sudah lebih tinggi dibandingkan dengan tahap Inedia, lantas kamu sudah mencapai tahap Inti Emas? Atau tahap Nascent Soul?”


Aron bertanya sambil menatap pria itu dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


“Kamu tidak perlu menebak, lagipula kekuatanku sudah di luar jangkauanmu, sekarang kamu ikuti saya dengan patuh, saya juga tidak akan menyakitimu….”


Pria itu berkata dan menatap Aron dengan jijik.


​“Kemana?” tanya Aron.


“Kamu tidak perlu tahu, setelah sampai di sana kamu sendiri akan mengerti!”


Pria itu tidak mau memberitahu Aron.


“Kalau kamu tidak mau mengatakannya, saya tidak akan pergi dengan orang asing begitu saja!”


“Kamu rasa kamu masih punya pilihan?”


Setelah pria itu selesai bicara, aura di tubuhnya tiba-tiba menyebar dan langsung menyelimuti Aron.


Merasakan aura yang tiba-tiba menyelimutinya, sekujur tubuh Aron gemetar dan dia mengeluarkan sejumlah besar kekuatan spiritual dari tubuhnya untuk melawan aura tersebut.


Tapi sayangnya, perlawanan Aron bagaikan tetesan air yang bertemu banjir bandang, sama sekali tidak ada efeknya dan dia dikalahkan dalam sekejap, seluruh tubuh Aron tidak tahan dengan tekanan itu dan dia berlutut dengan satu kakinya dan memuntahkan seteguk darah!

__ADS_1


“Hahaha, seorang Tuan Muda dari Keluarga King yang terhormat juga tidak terlalu hebat, dan ternyata juga seseorang yang penuh dengan nafsu….”


Pria itu menatap Aron dan tertawa terbahak-bahak.


Dan saat pria itu tertawa, hembusan angin yang bagaikan pisau tajam bertiup ke seluruh tubuh Aron dan menyebabkan tubuh Aron luka-luka, darah terus mengalir tapi semua luka ini menghindari bagian vital dan tidak menyebabkan luka fatal!


Sepertinya pria ini tidak ingin membunuh Aron, kalau tidak Aron pasti sudah mati sejak tadi.


“Tuan Muda dari Keluarga King? Kamu mengetahui identitasku?” Aron mengernyitkan keningnya, dia tidak peduli dengan luka di tubuhnya dan lebih tertarik dengan ucapan pria itu barusan yang menyebutnya Tuan Muda Keluarga King!


Orang ini mungkin mengetahui identitas dirinya, Aron selalu ingin mengetahui siapa sebenarnya dirinya, siapa orang tua kandungnya, sejak tahu kalau dirinya diadopsi sejak kecil, Aron tidak pernah tidak memikirkan pemikiran ini.


“Kalau kamu ingin tahu identitas aslimu, maka ikut denganku dengan patuh, agar tidak menderita lebih lanjut lagi….”


Pria itu menyimpan kembali auranya, dan Aron tiba-tiba merasakan tekanan pada tubuhnya meregang dan kembali memuntahkan seteguk darah.


Melihat Aron masih memuntahkan darah, pria itu menggelengkan kepalanya : “Tubuhmu ini terlalu lemah, saya kira kamu bisa mencapai tahap Inedia tidak akan punya masalah menahan tekanan auraku, ternyata hanya seorang anak lemah, sama sekali tidak ada pengolahan tubuh, untunglah saya hanya menggunakan sepertiga dari kekuatanku, kalau kamu sampai mati, bagaimana saya bisa menebus hadiah…”


Mata pria itu penuh dengan penghinaan dan kekuatan Aron sama sekali tidak ada artinya bagi dia.

__ADS_1


__ADS_2