
Aron menatap Robi dengan dingin dan tidak mengatakan apa pun.
Sedangkan Robi berbalik dan pergi untuk mengambil kunci vila lainnya.
Sesampainya di depan sebuah ruangan, Robi menekankan telapak tangannya ke dinding dan sebuah pintu yang tersembunyi terbuka.
Robi berjalan masuk dan pintu itu seketika tertutup.
Di dalam ruangan, ada begitu banyak senjata ajaib, benda spiritual, ini adalah tempat ayah Robi, Satria menyembunyikan harta karunnya.
Robi tidak datang untuk mengambil kunci, melainkan untuk mengambil senjata ajaib, dan bersiap menggunakan senjata ajaib untuk melawan Aron.
Tatapan mata Robi tertuju pada Simbol Perunggu yang tergantung di dinding.
Simbal Perunggu ini adalah senjata berharga milik Satria, konon katanya sambal ini pernah digunakan oleh seorang Master Guru puncak yang sangat sakti pada masanya.
Setelah ratusan tahun, sosok Master Guru puncak itu juga tidak dapat menerobos ranah.
Dan pada akhirnya meninggal karena depresi.
Namun dia menyegel sedikit kekuatan Master Guru puncaknya di dalam Simbal Perunggu ini.
Dengan kekuatan seperti itu sudah cukup untuk membunuh semua orang di komunitas bela diri Kota Dama.
Tapi Simbal Perunggu ini hanya bisa digunakan satu kali.
Setelah Satria mendapatkan harta karun sakti ini, dia selalu menganggapnya sebagai harta karun penjaga rumah, dengan adanya benda ini, tidak ada orang yang berani memprovokasi Keluarga Himawan dengan mudah.
“Aron, kali ini, saya pasti akan membuatmu mati tanpa meninggalkan jasad…”
Tatapan mata Robi berkilat dengan hawa dingin, dia mengulurkan tangannya dan melepaskan Simbal Perunggu itu.
__ADS_1
Pada saat itu, Robi sudah tidak memedulikan konsekuensinya!
Sambil menyimpan Simbal Perunggu itu di dalam sakunya Robi berjalan keluar dari ruangan rahasia dan menuju ke arah Aron.
“Sudah mengambil kuncinya?”
Aron menatap Robi dan bertanya.
“Sudah, kamu lihat ya…”
Robi mengulurkan tangannya dan mengeluarkan Simbal Perunggu itu dari sakunya.
Di saat Simbal Perunggu itu muncul, sebuah aura yang sangat kuat dan kuno terpancar.
Saat aura itu terpancar, Aron langsung mengernyitkan keningnya!
Semua orang juga terkejut saat melihat Robi mengeluarkan Simbal Perunggu.
“Seharusnya iya, saya pernah mendengar, tapi tidak pernah melihatnya, aura yang dipancarkan terlalu kuat.”
“Senjata ajaib macam apa ini, saya belum pernah merasakan aura seperti ini sebelumnya!”
“Terlalu menakutkan, ini bahkan lebih kuat daripada aura seorang Master Guru tingkat lima.”
Semua orang mulai berdiskusi.
Sedangkan raut wajah Aron sedikit berubah, saat ini kekuatan spiritual di dalam tubuhnya langsung dipancarkan secara maksimal.
Di dalam Kristal Naga, kekuatan Naga Ilahi juga tidak berhenti memancar dan menyelimuti seluruh tubuh Aron.
Tubuh Emas tak terhancurkan tidak dapat digunakan untuk saat ini dan Aron harus mengandalkan tubuh fisiknya untuk menahan serangan berikutnya.
__ADS_1
Dan aura yang belum diketahui ini juga membuat hati Aron merasakan bahaya.
Karena aura ini terlalu kuat dan terlalu cepat.
Melihat sikap Aron, Robi tersenyum puas : “Aron, di tengah Simbal Perunggu ini, mengandung kekuatan Master Guru puncak, untuk membunuhmu dalam hitungan detik, bahkan hingga tidak menyisakan remah-remah juga bukan masalah!”
Raut wajah Aron yang mendengarnya seketika menjadi lebih jelek lagi.
Meskipun dia tahu, kekuatan yang tersegel di dalam senjata ajaib, walau merupakan kekuatan Master Guru puncak juga tidak bisa mencapai kekuatan sesungguhnya seorang Master Guru puncak.
Tapi walau tidak mencapai kekuatan seorang Master Guru puncak, ingin membunuhnya dalam hitungan detik itu juga sangat mudah!
Kekuatan Naga Ilahi menyelimuti tubuh Aron dan memancarkan cahaya yang samar-samar!
“Aron, sekarang jika kamu berlutut dan bersujud mengaku salah kepadaku, lalu menyerahkan semua harta karun milikmu, mungkin saya akan mengampuni nyawamu!”
Robi menatap Aron dan berkata : “Saya lebih menghargai bakat, kamu adalah seorang jenius, kalau sampai mati maka akan sangat disayangkan!”
Robi tidak menyayangkan kematian Aron, tapi dia takut serangan dengan kekuatan seorang Master Guru puncak akan menghancurkan semua harta karun yang ada di dalam tubuh Aron.
Terutama Menara Setan, yang merupakan harta karun sepanjang masa.
Dengan adanya Menara Setan, maka latihan akan dua kali lebih mudah dengan setengah usaha, Aron adalah contoh nyata dari hal ini.
Robi mengira jika Aron tidak memiliki Menara Setan, kekuatannya tidak mungkin akan berkembang secepat ini.
“Berlutut dan mengakui kesalahan padamu?” Aron mencibir : “Kamu kira, kamu layak untuk itu?”
Niat tempur di tubuh Aron meledak, walau harus menghadapi kekuatan Master Guru puncak, Aron tidak akan pernah berkompromi.
__ADS_1