Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Diatas Angin


__ADS_3

Aron menatap Dika dengan cibiran dan matanya dipenuhi dengan penghinaan : “Kamu ingin melepaskanku, tapi sayang sekali saya tidak berniat melepaskanmu, hari ini kamu harus mati di atas ring ini.”


Setelah Aron selesai bicara, dia mengubah jarinya menjadi pisau dan cahaya pedang berwarna cyan menyala lagi, dan panjangnya mencapai beberapa kaki di tangan Aron.


Aron mengayunkan dengan sekuat tenaga dan cahaya pedang yang memiliki panjang beberapa kaki itu menuju ke arah Dika.


Cahaya pedang itu membuat ring retak, dan percikan api keluar dari tanah yang keras dan di bawah sinar matahari, percikan api itu tampak sangat terang, seperti kembang api yang mekar.


Dika mengernyitkan keningnya, dan bergegas melambaikan sepasang tangannya di depan tubuhnya, dan sebuah dinding udara yang terlihat dengan mata telanjang menghalangi tubuh Dika, ini adalah dinding udara yang dipadatkan Dika dengan energinya, dan ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan dinding besi dan baja.


Setelah cahaya pedang Aron menyentuh dinding udara di depan tubuh Dika, terdengar suara baja yang bertabrakan dengan keras.


Cahaya pedang itu menebas dinding udara itu dengan keras dan benturan itu tampak tidak ada habisnya dan membuat percikan api dimana-mana, seolah sebuah mesin pemotong yang berputar dengan kecepatan tinggi sedang memotong dinding besi.


“Aron, kekuatanmu ini masih tidak cukup,  hanya sebuah pedang kecil seperti itu ingin menembus dinding pertahananku?”


Dika mencibir, karena dia tahu dengan kekuatan Aron cahaya pedang itu akan segera menghilang dan tidak akan bertahan lama, lagipula itu terbentuk dari energi, saat energi di dalam tubuhnya habis maka cahaya pedang itu akan menghilang secara alami.

__ADS_1


Dika berniat untuk menguras Aron, dan Aron yang melihat Wira memiliki pemikiran seperti itu merasa senang dalam hatinya, meskipun kekuatan Dika memang lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan Aron, tapi kalau ingin melihat siapa yang bisa bertahan lebih lama, maka Aron jauh lebih kuat dibandingkan dengan Dika.


Di dalam Dantian Aron tersimpan kekuatan spiritual dalam jumlah besar, kalau terus seperti ini maka dia bisa menguras tenaga Dika sampai mati.


Cahaya pedang Aron terus menebas dinding pertahanan Dika dan seiring berjalannya waktu, cahaya pedang itu tidak menunjukkan tanda-tanda melemah, malah sedikit menguat.


Namun Dika terlihat mulai mencucurkan keringat dingin dari keningnya, dan matanya menatap Aron dengan tidak percaya, dinding udara di depannya yang semula berwarna putih juga tampak memudar, ini menunjukkan energi Dika mulai melemah.


“Tetua, bagaimana energi Aron bisa begitu kuat? Dika itu sudah mencapai ranah Great Grand Master, dan dia sudah hampir tidak bisa menahannya.”


Pada saat ini Alfat juga tampak kebingungan, dia juga tidak dapat memahami Aron.


“Bagaimana mungkin Aron ini jelas-jelas hanya mencapai tahap grand master tingkat lima, bagaimana mungkin energinya begitu tidak terbatas? Apakah anak itu memakan Pil Peledak sebelum naik ke ring?”


Alfat mengernyitkan keningnya.


“Tetua, kalau dia memakan Pil Peledak bukankah itu bunuh diri? Karena Pil Peledak hanya bertahan selama sepuluh menit, sekarang mereka sudah bertarung lebih dari sepuluh menit.”

__ADS_1


Elder tidak setuju dengan penjelasan Alfat.


Pil Peledak mampu meningkatkan kekuatan seseorang dalam waktu singkat, namun juga ada harga yang harus dibayar, setelah mengkonsumsi Pil Peledak, organ dalam akan terluka dan belum lagi khasiat dari Pil Peledak tidak bertahan lama.


“Aneh sekali, sepertinya Aron ini punya banyak rahasia…..”


Alfat menatap Aron yang ada di atas ring dan ada cahaya terang di matanya seolah dia ingin melihat menembus Aron.


Di sisi lain, Elen berkata pada Bram : “Paman Danu kelihatannya Aron masih memiliki peluang untuk menang, sepertinya kamu tidak perlu turun tangan.”


Danu mengangguk : “Aron pasti menang, sudah tidak menegangkan lagi, ayo kita pergi.”


Danu berkata dan perlahan berjalan keluar dari stadion, Elen juga mengikutinya dari belakang.


Aron yang di atas ring tidak menyadari kalau Danu sudah pergi, dan mengaktifkan Seni Konsentrasi Jiwa nya dan membuat cahaya pedang itu menjadi lebih kuat lagi.


__ADS_1


__ADS_2