
Setelah Trist keluar, dia sudah mendengar tentang apa yang terjadi pada Keluarga Galah belakangan ini.
Trist hampir mati kesal, selama dia mengasingkan diri seluruh Keluarga Galah mengalami perubahan yang begitu drastis, tidak hanya Keluarga Galah tapi juga seluruh komunitas bela diri di Kota Dawa juga terkena dampaknya.
Perlu diketahui seluruh komunitas bela diri di Kota Dawa dipimpin oleh Keluarga Galah, sekarang mengalami kerugian seperti ini membuat seluruh komunitas bela diri menertawakannya, bagaimana mungkin Trist bisa menelan kemarahan ini.
“Paman Trist, Aron sudah membunuh ayahku, menghancurkan Keluarga Himawan, saya juga memiliki dendam dengannya, saya berharap Paman Trist dapat memberikan sedikit sumber daya kepadaku.”
“Setelah saya menerobos ranah Master Guru, saya pasti akan menghancurkan Aron hingga berkeping-keping dan membunuh seluruh pasukannya sampai habis…”
Robi berkata dengan tatapan mata yang dingin.
“Robi, kamu tidak perlu khawatir, Keluarga Galah tidak mempunyai yang lain tapi sumber daya untuk berkultivasi tidak ada habisnya, saya akan mengutus seseorang untuk mengantarmu ke gudang sekarang!”
“Di dalam ada bahan obat dan kristal Spar, kamu dapat menggunakannya sebanyak yang kamu butuhkan…”
Trist berkata sambil melambaikan tangannya.
“Kalau begitu, terima kasih Paman Trist!”
Robi segera berterima kasih, lalu diantar oleh kepala pelayan menuju gudang.
Di sisi lain, Trist yang sedang memegang cangkir teh, menunjukkan tatapan mata yang dingin, dengan mengerahkan sedikit kekuatan, cangkir teh di tangannya hancur!
“Aron, saya akan mencabik-cabik mayatmu…”
Trist menggertakkan giginya dengan erat.
__ADS_1
Saat ini Aron sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Keluarga Galah di Kota Dawa, saat dia tiba di Kota Dawa, satu hari telah berlalu.
Trist sedang duduk bersila di halaman dan menyeruput tehnya!
Tidak ada teh di dalam teko tembaga yang ada di hadapan Trist, tapi saat Trist mengambil teko itu dan menuangkannya perlahan-lahan, teh mengalir dari dalam teko itu, benar-benar ajaib!
Konon katanya teko tembaga ini adalah senjata ajaib yang diwariskan oleh nenek moyang Keluarga Galah, di dalamnya mengandung kekuatan langit dan bumi.
Teh yang dituangkan Trist darinya adalah sumber daya terbaik untuk kultivasi!
Pada saat ini, di depan pintu gerbang kediaman Keluarga Galah, Aron mendongak dan melihat dua kata Keluarga Galah yang ada di depan pintu, tatapan matanya sangat dingin!
Aron tahu, kalau bukan karena Keluarga Galah membawa seluruh komunitas bela diri Kota Dawa untuk menyerang Lembah Iblis, maka Lembah Iblis tidak akan dengan mudah diserang oleh Keluarga Himawan, jadi Keluarga Galah juga berhutang darah atas nyawa puluhan orang Lembah Iblis!
“Keluarga Galah, saya datang…”
Kalau bukan karena ingin mencari Robi, untuk sementara dia tidak akan membuat perhitungan dengan Keluarga Galah, karena masih banyak hal yang harus dia urus di Kota Dama.
Melihat pintu gerbang yang ada di depannya, Aron melayangkan tendangannya.
Bruak bruak bruak…
Pintu gerbang setinggi beberapa meter itu langsung runtuh akibat tendangan Aron.
Trist yang awalnya sedang minum teh di halaman tiba-tiba tersentak lalu bangkit berdiri dan mengernyitkan keningnya.
“Kepala pelayan, coba lihat apa yang terjadi di luar?”
__ADS_1
Trist berkata kepada kepala pelayan.
Kepala pelayan bergegas membawa anak buahnya untuk memeriksa apa yang terjadi di halaman depan.
Melihat kepala pelayan sudah keluar, Trist kembali duduk dan melanjutkan meminum tehnya!
Menurutnya, tidak ada orang yang berani membuat keributan di depan pintu kediaman Keluarga Galah di Kota Dawa, ini pasti hanya kecelakaan.
Kepala pelayan membawa anak buahnya pergi ke halaman depan, melihat Aron yang sedang berdiri dengan dingin di tengah halaman dan pintu gerbang sudah roboh.
“Siapa kamu? Berani membuat keributan di Keluarga Galah, sudah tidak ingin hidup lagi?”
Kepala pelayan memarahi Aron.
“Di mana Gerald, suruh dia keluar…”
Aron menatap kepala pelayan dan berkata dengan dingin.
Kepala pelayan tersentak, raut wajahnya seketika menjadi muram : “Siapa kamu sebenarnya? Tuan Kedua kami sudah meninggal, ada urusan apa kamu mencarinya?”
Kepala pelayan mengira Aron datang mencari Gerald untuk membalas dendam, karena saat Gerald mengelola Keluarga Galah, dia juga tidak jarang memprovokasi orang dan memiliki musuh.
“Sudah meninggal?” Aron mengernyitkan keningnya : “Bagaimana dia meninggal?”
“Dia dibunuh oleh seseorang bernama Aron, Tuan Besar kami sudah keluar dari pengasingan dan akan segera mencari Aron untuk balas dendam!”
Kepala pelayan tidak tahu bahwa orang yang sedang berdiri di hadapannya adalah Aron.
__ADS_1