
“Kakak pertama, orang-orang ini sudah berada di ujung tanduk, kenapa tidak dikejar?”
Natan bertanya dengan bingung.
Amon tidak mengatakan apa pun, hanya menatap Gera dan yang lainnya yang sudah pergi jauh lalu mendengus dan memuntahkan seteguk darah.
“Kakak pertama…”
Natan bergegas memapah Amon : “Kakak pertama, kamu baik-baik saja?”
Amon mengibaskan tangannya : “Tidak apa-apa, kamu segera utus orang untuk membersihkan area pertarungan!”
“Lalu utus orang untuk menjaga pintu masuk lembah dengan ketat!”
“Kakak pertama, kamu takut Gera akan kembali lagi?” Natan bertanya.
Amon menggelengkan kepalanya : “Orang-orang dari komunitas bela diri Kota Dawa tidak akan kembali untuk sementara waktu, namun tidak ada jaminan bahwa klan dan keluarga lainnya tidak akan mengambil kesempatan ini.”
“Saya mengerti, saya akan segera mengatur semuanya!”
Natan mengangguk.
“Penguasa Lembah Amon, untuk sementara bahaya sudah ditangani, saya juga akan membawa pasukanku untuk kembali terlebih dulu!”
Khu menyeret tubuhnya yang terluka parah dan berkata kepada Amon.
“Tuan Khu, sungguh terima kasih banyak!”
Amon menangkupkan tangannya kepada Khu.
Khu membawa pasukannya pergi, dia yang awalnya datang dengan puluhan orang sekarang hanya tersisa beberapa orang!
__ADS_1
Pertarungan ini membuat Lembah Tanpa Bayangan mengalami luka cukup serius.
Khu juga perlu memulihkan lukanya untuk sementara waktu!
“Penguasa Lembah Amon, saya juga akan kembali dulu, semua bahan obat dan pil yang kubawa kali ini sudah habis.”
“Saya harus kembali untuk mempersiapkannya lagi, setelah selesai saya akan memerintahkan seseorang untuk mengantarkan bahan obat dan pil obat kemari!”
Saat ini Alfat juga berkata pada Amon.
Kali ini orang-orang dari Lembah Pengobatan tidak banyak yang terluka namun bahan obat serta pil obat yang mereka bawa sudah habis.
Tidak ada gunanya lagi Alfat dan yang lainnya menetap di sini.
Karena sebaik apa pun seorang ahli pengobatan, juga akan mengalami kesulitan jika kekurangan syarat yang paling penting!
“Tetua Alfat, hati-hati di jalan…”
Amon menangkupkan tinjunya kepada Alfat.
Dia juga harus segera memulihkan lukanya, sekarang energinya sudah habis dan staminanya juga tidak mendukung.
Jika ada orang yang datang ke Lembah Iblis lagi, sepertinya tidak ada orang di Lembah Iblis yang bisa menghalangi.
...****************...
“Sialan, dasar tidak berguna, padahal Lembah Iblis sudah terlihat jelas tidak bisa bertahan lagi, tapi malah ada yang kabur…”
Dalam perjalanan pulang, Gera terus mengumpat.
Banyak orang yang tidak mementingkan persatuan, dan meninggalkan pertarungan di tengah jalan, membuat situasi menjadi seperti sekarang ini.
__ADS_1
Gera yang penuh percaya diri, mengalami kerugian besar dalam pertarungan dengan Lembah Iblis kali ini.
Sekarang semuanya sudah sampai pada titik seperti ini.
Tidak ada cara lain, hanya bisa menunggu Kepala Keluarga Keluarga Galah, Tris, keluar dari pengasingan.
“Tuan Kedua, pertarungan kita dengan Lembah Iblis kali ini memang sedikit sembrono!”
“Sekarang banyak di antara kita yang terluka, jika komunitas bela diri Kota Dama hendak melawan kita sekarang, saya rasa kita bahkan tidak memiliki kekuatan untuk melawan.”
Di samping Gera, dua orang bawahan Keluarga Galah yang tersisa angkat bicara.
Pertarungan kali ini juga membuat Keluarga Galah mengalami kerugian besar, sedangkan keluarga dan klan bela diri lainnya tidak ada yang bertarung mati-matian, mereka semua berusaha mempertahankan kekuatan mereka.
Seperti Aster dari Klan Aster yang melarikan diri bersama pasukannya di tengah pertarungan.
Sama sekali tidak memiliki semangat juang, dan tidak berusaha keras sedikit pun.
Sebaliknya, orang-orang di Lembah Iblis sangat semangat dalam berjuang dan sama sekali tidak takut mati!
Orang-orang itu hanya memiliki satu keyakinan, tidak boleh membiarkan musuhnya menerjang masuk ke dalam Lembah Iblis.
Dengan begitu, komunitas bela diri Kota Dawa yang awalnya unggul dalam kekuatan, pada akhirnya mengalami kekalahan.
“Keluarga Galah juga tidak memiliki masalah dengan komunitas bela diri Kota Dama, siapa yang akan mengincar kita di saat ini!”
“Jangan khawatir, unta kurus masih jauh lebih besar daripada kuda, walau di saat seperti ini juga tidak ada keluarga dan klan bela diri yang dapat menganiaya kita sesuka hatinya.”
Gera menghibur anak buahnya.
Namun baru selesai bicara, terlihat belasan pria yang mengenakan baju berwarna hitam dan bertopeng muncul di hadapan mereka.
__ADS_1
Gera tercengang, dia tidak menyangka di tempat seperti Kota Dama juga ada bandit penghalang jalan.
Meskipun Gera terluka parah, dia masih bisa menghadapi orang biasa yang menghalangi jalan dan merampok tanpa masalah!