Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pertikaian Meletus


__ADS_3

Perkataan Tuan Gino membuat Aron seketika tercengang, menunjukkan ekspresi dipermainkan oleh seseorang.


Melihat Aron seperti itu, Tuan Gino melanjutkan : “Lantas kamu ingin dilindungi oleh seseorang seumur hidupmu?”


Aron yang mendengarnya menggelengkan kepalanya : “Meskipun saya belum memiliki kemampuan untuk melawan seluruh komunitas bela diri Kota Dama, tapi tidak akan mudah bagi mereka untuk membunuhku!”


Aron berkata dengan ekspresi tenang, bahkan walau Arthur memasang Jaring Surgawi di luar, Aron memiliki kepercayaan diri untuk kabur, karena saat ini keyakinannya ada di Gelang Semesta di tangannya.


Tuan Gino tersenyum dan tidak mengatakan apa pun lagi, dia bangkit berdiri lalu pergi.


Setelah keluar dari Detasemen Perlindungan Hukum, Arthur serta orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri itu belum pergi, saat melihat Tuan Gino keluar Arthur segera menghampirinya.


“Tuan Gino, entah bagaimana kamu akan mengurus Aron itu?”


Arthur bertanya pada Tuan Gino.


“Aron membunuh anggota Aliansi Seni Bela Diri, maka kamu bunuh saja dia, saya tidak akan peduli lagi dengan perseteruan di antara kalian…”


Tuan Gino berkata dengan ringan.


Perkataan Tuan Gino membuat Arthur terdiam sejenak, namun dia menjadi bersemangat setelahnya.


​Jika Tuan Gino tidak peduli lagi maka Aron pasti akan mati!


Setelah Tuan Gino pergi, Arthur menatap dingin ke arah pintu Detasemen Perlindungan Hukum.


“Aron, keluar dan terimalah kematianmu…”

__ADS_1


Arthur berteriak dengan penuh amarah, hingga suaranya berdengung di dalam Detasemen Perlindungan Hukum.


Aron dapat mendengarnya dengan jelas dari dalam.


Rael menatap Lion yang ada di sampingnya : “Lion, kamu keluar dan kumpulkan semua anggota yang dimiliki oleh Keluarga Dayo dan kawal Tuan Aron keluar…”


Rael akan menggunakan nyawa semua anggota Keluarga Dayo untuk membuka jalan bagi Aron.


​Namun tidak disangka Aron melambaikan tangannya : “Kalian tidak perlu ikut campur dalam masalah ini, saya akan mengurusnya sendiri, jika kalian ikut campur itu akan membuat fokusku terpecah…”


“Tapi Tuan Aron, puluhan orang dari Aliansi Seni Bela Diri itu semuanya sangat kuat, terutama Arthur, kekuatannya sangat sulit ditebak, kalau kamu keluar begitu saja akan sangat berbahaya.”


Rael menasihati Aron.


“Tidak perlu khawatir, saya punya perhitungan sendiri…”


Rael dan Lion bergegas mengikuti di belakang Aron.


​Eddyt juga membawa banyak orang bersamanya, namun perbedaan kekuatan mereka dan orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri itu terlalu jauh, meskipun mereka ikut mereka juga hanya bisa menonton saja…


Di saat Aron keluar dari Detasemen Perlindungan Hukum, puluhan orang itu seketika mengerumuni Aron dan aura mereka semua mengelilingi!


“Aron, tidak disangka kamu masih berani keluar, sekarang Tuan Gino sudah tidak peduli padamu, saya mau lihat apakah kamu masih bisa menyombongkan diri!”


Arthur menatap Aron dan mencibir.


“Jangan omong kosong, kalau mau menyerang maka lakukan saja, agar semua orang dapat melihat kalau kalian Aliansi Seni Bela Diri menggertak orang dengan jumlah kalian yang banyak…”

__ADS_1


​Aron berkata sambil melihat sekelilingnya.


“Tujuan kami adalah untuk membunuhmu, lalu kenapa kalau kami menggertak dengan jumlah?”


Arthur tahu Aron sengaja memprovokasi dirinya, agar dia bertarung sendirian melawannya!


Tapi Arthur tidak bodoh, dia tidak akan memberikan kesempatan itu pada Aron!


Melihat hal ini Aron tahu bahwa pertarungan besar tidak akan bisa dihindari dan cahaya keemasan mulai memancar dari tubuhnya.


Tubuh fisiknya yang keras mulai dilapisi oleh sisik-sisik dan aura di tubuhnya juga meningkat dalam sekejap.


Sepasang tinju Aron juga bersinar dengan cahaya keemasan, kekuatan Naga Ilahi langsung dikerahkan secara maksimal.


Kemudian, Aron melayangkan tinjunya ke arah Arthur, kekuatan tinjunya yang menakutkan menghantam Arthur dengan dahsyat.


Arthur mengernyitkan keningnya lalu sosoknya menghindar dalam sekejap.


Arthur berhasil menghindar namun orang-orang yang ada di belakangnya terkena musibah.


Bam!


Hanya terdengar suara ledakan yang keras, sebuah kawah yang dalam langsung muncul di belakangnya dan belasan orang itu langsung terlempar keluar oleh satu pukulan itu.


“Serang…”


Arthur berteriak dengan marah, belasan orang dari Aliansi Seni Bela Diri bergegas menerjang ke arah Aron dengan berbagai macam senjata.

__ADS_1


__ADS_2