Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menuju Pulau Naga


__ADS_3

Di ruangan lain, Aron sedang memohon dengan sangat kepada Danu.


“Paman Danu, beritahukan kepadaku, apa sebenarnya maksud perkataan Liu sebelum meninggal? Apa yang dia minta Nuri dan yang lainnya lakukan?”


Aron bertanya kepada Danu.


“Sudahlah, cepat tidur, besok masih banyak yang harus dilakukan di Pulau Naga, namun kamu harus ingat setelah sampai di Pulau Naga, selain kalian sendiri kamu tidak boleh mempercayai siapapun…”


Danu berpesan kepada Aron.


“Kamu tidak pergi?” Aron sedikit kaget.


Danu menggelengkan kepalanya : “Kalau saya pergi, maka orang dari Keluarga King akan menemukanmu dengan cepat, kalian saja yang pergi, saya dan Elen akan menunggu kabar baikmu di sini…”


Aron merasa hal itu ada benarnya, jadi dia tidak mengatakan apapun lagi dan mereka berdua segera tidur!


Keesokan harinya, tepat setelah fajar menyingsing, semua orang meninggalkan penginapan dan pergi ke dermaga!


Saat ini dermaga sudah dipenuhi dengan orang, sebuah kapal pesiar dengan lima lantai sedang berhenti di pelabuhan, satu kapal pesiar ini bisa memuat ribuan orang, bisa dilihat berapa banyak orang yang akan pergi ke Pulau Naga kali ini.

__ADS_1


Meskipun mereka tahu kalau Pulau Naga sangat berbahaya dan mungkin mereka tidak akan bisa kembali setelah pergi ke sana, tapi dengan iming-iming keuntungan yang besar membuat orang-orang ini bergegas pergi ke Pulau Naga.


Proses pemeriksaan tiket dimulai, semuanya mengantri untuk naik ke kapal, banyak orang yang tidak mendapatkan tiket dan mencoba menyelinap masuk tapi semuanya tertangkap basah, kapal pesiar ini merupakan milik Keluarga King, baik orang-orang yang memeriksa tiket maupun awak kapal semuanya merupakan orang-orang dari Keluarga King, jadi hampir tidak mungkin untuk menyelinap.


“Apa kamu melihatnya, tadi ada seorang Great Grand Master yang tidak mendapatkan tiket dan ingin menyelinap masuk, akhirnya dia langsung dilemparkan keluar, entah apa latar belakang dari Keluarga King ini?”


“Saya juga belum pernah mendengarnya, mereka pasti keluarga yang tersembunyi, apa kamu tidak melihat orang-orang yang memeriksa tiket itu semuanya memiliki kekuatan grand master, kita sebaiknya mengantri dengan patuh…”


Tidak jauh di depan Aron, ada dua orang yang sedang berbisik-bisik namun suara bisikan mereka sudah terdengar dengan jelas di telinga Aron.


Melihat orang yang memeriksa tiket adalah orang dari Keluarga King, lalu mengingat penderitaan yang masih dialami oleh ibunya hingga sekarang, Aron sangat ingin membunuh habis semua orang-orang Keluarga King itu, hanya saja dia tahu dengan kekuatannya saat ini dia sama sekali tidak bisa bertarung dengan Keluarga King.


Aron hanya bisa memendam amarahnya, dan setelah dia cukup kuat dia pasti akan membunuh Keluarga King dan membebaskan ibunya…


Aron menoleh dan menemukan Roddy yang membawa serta bawahannya untuk memotong antrian.


Namun saat kerumunan itu melihat Roddy, tidak ada orang yang berani mengatakan apapun dan langsung menyingkir membukakan sebuah jalan.


Roddy bahkan melirik Aron dua kali saat berjalan melewati Aron dan yang lainnya.

__ADS_1


Meskipun Roddy membawa orang untuk memotong antrian, namun orang dari Keluarga King yang bertugas untuk memeriksa tiket juga tidak mengatakan apapun, dan langsung membiarkan mereka lewat.


Namun saat antrian kembali terbentuk dan proses pemeriksaan tiket untuk naik ke kapal kembali dilanjutkan, tiba-tiba terjadi keributan di bagian belakang dan sekelompok orang kembali mendesak masuk.


Seorang pemuda dengan rambut merah yang diwarnai dan mengenakan setelan merah membawa sekelompok orang untuk mendesak masuk.


Dan saat melihat pemuda yang berpakaian aneh ini, kerumunan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak berseru kaget.


“Sutay Luto si Petir Api!”


Kengerian dan ketakutan terlintas di mata setiap orang dan bergegas menyingkir untuk membukakan jalan.


“Tidak disangka raja iblis di dunia juga akan datang.”


Seorang pria paruh baya berusia sekitar lima puluh tahunan yang ada di depan Aron memancarkan raut wajah kesepian.


“Paman, siapa pemuda itu?”


Aron bertanya kepada pria paruh baya di depannya dengan penasaran.

__ADS_1


​Aron bisa merasakan pemuda berpakaian merah itu hanya memiliki kekuatan seorang Grand Master, tidak sekuat Roddy tapi saat melihat ekspresi orang-orang ini sepertinya mereka sangat takut pada orang ini, bahkan lebih takut padanya dibandingkan Roddy.



__ADS_2