
Menghadapi tinju Tronton, Aron terlihat acuh tak acuh, dia mengulurkan satu tangannya dan langsung menangkap tinju Tronton!
Pada saat ini tinju Tronton hanya berjarak dua kepalan tangan dari Aron, tapi jarak inilah yang membuat dia tidak bisa bergerak maju lagi!
Perubahan mendadak ini membuat Roy yang sudah hampir pingsan karena kesakitan seketika tercengang, dia tahu Tronton sudah mencapai ranah Grandmaster, bagaimana mungkin Aron menahan pukulannya dengan begitu enteng?
“Kamu hanya memiliki kemampuan seperti ini, dan menginginkan nyawaku?”
Aron menyeringai dan tatapannya penuh penghinaan.
Raut wajah Tronton menjadi dingin, dan ingin menarik tinjunya, tatapan matanya menjadi dingin : “Bocah, kalau kamu kira saya hanya memiliki kemampuan seperti ini, maka kamu salah!”
“Paman Tronton, apa….apa yang terjadi?”
Roy bertanya dengan bingung.
“Saya hanya menggunakan tiga puluh persen dari kekuatanku, penginapan sekecil ini, saya takut kalau menggunakan seluruh kekuatanku penginapan ini bisa runtuh, dan pada saat itu bagaimana kalau sampai melukai gadis cantik itu?”
Tronton menatap Lina dengan sedih, dia menjilat bibirnya dan membuat Lina gemetar karena marah!
Roy menghela nafasnya, ternyata begitu, kalau bahkan seorang grandmaster saja tidak bisa mengalahkan Aron, maka Aron benar-benar sangat menakutkan!
“Jangan bilang saya tidak memberimu kesempatan, kita bertarung di luar…..”
Aron berkata lalu menggendong Lina dan melompat turun melalui jendela!
__ADS_1
Setelah mendarat dengan mulus, sosok Aron langsung menghilang dalam kegelapan!
“Sialan, ingin kabur……”
Tronton tersadar dan langsung memakinya lalu mengejarnya!
“Paman Tronton…..” Roy menahan rasa sakitnya yang luar biasa, dan hanya bisa berjuang untuk mengikuti dari belakang, setiap langkahnya membawa rasa sakit yang begitu menyakitkan, tapi Roy tidak peduli, dia tidak boleh berpisah dengan Tronton, kalau tidak saat Aron kembali nanti, dia tidak akan bisa melawan Aron!
Lina yang berada dalam pelukan Aron merasakan angin yang bersiul di telinganya, dia memejamkan matanya dengan erat dan melingkarkan lengannya di leher Aron, hatinya merasakan rasa aman yang belum pernah ada sSebelumnya
Aron melompat ke tempat terbuka dan bergegas menurunkan Lina, kalau dia memeluk Lina sebentar lagi maka Aron benar-benar takut tidak bisa menahan dirinya lagi, dada Lina terus mengenai Aron dan sebagai seorang pria yang normal, Aron mana mungkin bisa menahannya!
Tronton yang mengejarnya dari belakang tersenyum dingin saat melihat Aron berhenti : “Bocah, ternyata kamu punya keberanian juga, saya kira kamu ingin kabur!”
“Kabur? Kalian belum mati, saya mana boleh kabur!” Aron menyeringai dan menunjukkan ketidaksetujuannya!
Tronton berulang kali diprovokasi oleh Aron dan membangkitkan semangat bertarung dalam dirinya!
“Bukankah tadi kamu mengatakan tinjumu barusan hanya menggunakan 30% dari kekuatanmu? Sekarang kita berada di tanah datar, saya akan membiarkanmu meninju sekali lagi, kamu boleh mencoba menggunakan seluruh kekuatanmu, hanya saja saya akan memberitahumu dulu, kamu hanya punya kesempatan satu pukulan, kalau tinjumu tidak bisa mengenaiku, maka saya akan meninjumu sekali juga!”
Aron tersenyum ringan!
“Hahaha, bocah, apa kamu tahu apa yang sedang kamu bicarakan? Membiarkanku meninjumu sekali? Apakah kamu tahu seberapa kuat pukulanku?”
Tronton tertawa keras lalu menghantamkan tinjunya ke tanah.
__ADS_1
Bam bam……
Tanah itu bergetar sejenak, dan kemudian sebuah lubang dengan diameter hampir satu meter dan kedalaman lebih dari setengah meter terlihat!
Tronton menatap Aron dengan bangga, dia percaya Aron melihat kekuatan tinjunya dan pasti ketakutan hingga tidak berani berlagak lagi!
“Tidak hanya itu, saya tidak akan bergerak, kamu boleh menyerang!”
Aron hanya meliriknya dengan santai dan berkata dengan tenang!
Tronton tercengang, lalu wajahnya berubah menjadi dingin : “Bocah, karena kamu cari mati, maka saya akan mengabulkan keinginanmu!”
“Aron, kamu gila ya? Kenapa kamu membiarkan dia meninjumu? Kamu bosan hidup?”
Lina menatap Aron dengan kaget dan seketika bertanya dengan keras.
“Tidak perlu khawatir!” Aron meminta Lina untuk tidak mengkhawatirkan dirinya!
Aron melakukan ini karena dia sangat percaya diri, dia hanya ingin mencoba kekuatannya yang sudah mencapai Tahap Pembangunan Fondasi tingkat lima, dan seberapa kuat tubuhnya saat ini!
“Kamu……..” Lina menatap Aron, tapi dia tidak tahu bagaimana cara membujuknya!
“Paman Tronton, bunuh dia, siapa suruh dia berlagak, hancurkan dia dalam satu pukulan……”
Pada saat ini, Roy yang datang terlambat berjalan dengan darah yang mengalir sepanjang jalan, dan seluruh celananya sudah basah oleh darah!
__ADS_1
Tidak perlu dikatakan oleh Roy pun Tronton tidak akan berbelas kasihan, Tronton meraung marah dan tinjunya yang besar terbungkus oleh kabut tipis, ini adalah kekuatan bathin yang bocor, nampaknya Tronton mengeluarkan seluruh kekuatannya.